PUBLIC LECTURE

Disruption: Facing the Changes and Challenges of Asian Films

T echnological advancement, which has given its access to the global population, does not only affect lives in positive ways. While it is true that now all kinds of information are more accessible, the use of technology in various sectors, however, also influences their patterns and systems. The film industry is not an exceptional. This condition made us aware, thus the theme of Disruption is a perfect fit to bring up the discourses regarding it.

It is surprising then in such disruptive era, ways of enjoying and appreciating films halt to reach more variations. If you want to watch some films, going to the cinema may still be the very first option, but not the only option. Film streaming channels provide us, as audience, easier ways to catch up with particular films. Eventually, we leave the old ways of enjoying films since we have exposed to the more effective ones. Furthermore, television channels and film portals serve the audience with more diverse options to watch and enjoy, which also marks the halting of film production and distribution processes. Finally, Asian Film in Disruption Era is chosen as the opening theme of this year’s public lecture.

Every film has its own personality which brings out the sense of uniqueness. Through the Asian Indigenous Film panel, the film lovers will be invited to see different serving patterns in communicating various kinds of issues related to local wisdoms. In order to channel deeper comprehension on the development of Asian film industry, the theme of Classic Asian Film is chosen for clear, wholesome portrayals of Asian films’ characteristics. Living in a modern world, it is better for us to look back into the historical chronicles of Asian films for they drive and influence how today’s Asian films are produced.

Producing films rooted in cultural identities is not easy. This step needs honest approaches and researchers towards the objects and issues for the best outcomes, narratively or cinematically. Indonesian filmmakers have successfully embraced and presented the nation’s identity through outstanding work pieces, each of which whispers particular spirits of the true Indonesia. Garin Nugroho is one of Indonesian filmmakers, who have received numbers of appreciations from the locals and across the globe. The chance to get to know him more and his successful tips could be attained by attending the Focus on Garin Nugroho panel.

Introductions to films and the ways to appreciate them through film festivals is the most effective choice to be done as one supportive agent of our film industry. Film festivals spread about the globe with various themes, which contribute to significant progresses in the development of films itself, not to mention the fact that credible Indonesian film festivals have been actively emerging since the last decades. Through the book Panduan Festival Film, we present to you complete information film festivals in Indonesia. The book aims to capture rapid movements of the emerging film festivals by structuring each of their own detailed profile.

Through this year’s public lecture, we hope that we could give you adequate references for your future’s film preferences in the era of disruption. Happy discussion!

Disrupsi: Menghadapi Perubahan dan Tantangan Film Asia

K emajuan teknologi yang saat ini banyak dinikmati masyarakat global tidak hanya memberikan dapat yang positif. Selain memberikan kemudahan untuk mengakses informasi, teknologi yang menyebar ke berbagai sektor juga mempengaruhi pola dan sistem yang selama ini telah berjalan. Tidak terkecuali di dalam bidang perfilman. Kondisi ini mendasari tema JAFF kali ini, Disruption.  

Tidak disangka di era disrupsi ini cara menikmati film juga mulai berubah. Menonton film saat ini tidak hanya dapat dinikmati di bioskop saja. Menonton film secara streaming sangat mudah dilakukan sehingga dapat menggantikan kebiasaan penonton. Di sisi lain, banyaknya tayangan televisi dan portal sajian film berlangganan semakin memberikan variasi pilihan penonton.  Tentu saja, kondisi di era disrupsi ini juga mengubah pola produksi dan distribusi film. Maka, Asian Film in Disruption Era menjadi tema pembuka untuk public lecture tahun ini.

Setiap film dari masing-masing wilayah memiliki unsur khas yang memberikan keunikan tersendiri. Melalui panel Asian Indigenous Film, pecinta film akan diajak untuk dapat melihat pola penyajian yang berbeda-beda untuk mengkomunikasikan suatu isu yang diangkat berkaitan dengan kearifan lokal. Untuk memberikan pemahaman lebih jauh mengenai perkembangan film Asia, tema Classic Asian Film pun dipilih sehingga mampu memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kekhasan film Asia. Berada di jaman modern ini, ada baiknya kita menoleh kebelakang untuk mengetahui sejarah film Asia. Kita perlu mengetahui bagaimana bentuk film klasik Asia pada masa lampau, yang tentu saja mempengaruhi film kekinian. 

Memproduksi film yang lekat dengan identitas budaya tidaklah mudah. Diperlukan kedekatan dengan objek, isu, serta melakukan riset yang mendalam agar mampu menyajikan film yang unggul baik dalam aspek naratif maupun sinematiknya. Indonesia memiliki sineas yang patut dibanggakan karena karya-karyanya merepresentasikan Indonesia dengan baik. Mampu memberikan ruh keindonesiaan yang kuat dalam film-filmnya, Garin Nugroho tidak hanya berhasil mendapatkan apresiasi dari lingkup perfilman Indonesia saja, ia bahkan telah berkontribusi bagi perkembangan film Asia bahkan global. Kesempatan untuk mengenal lebih jauh dan mempelajari tips suksesnya dipersembahkan dalam panel Focus on Garin Nugroho.

Memperkenalkan dan mengapresiasi film melalui festival-festival film merupakan salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk turut memajukan bidang perfilman. Festival film tersebar di seluruh dunia dengan tema yang berbeda-beda dan memberikan dampak yang signifikan dalam perkembangan film. Tidak ketinggalan, festival film yang kredibel di Indonesia pun sudah mulai aktif sejak beberapa dekade lalu. Melalui buku Panduan Festival Film, kami akan memberikan informasi lengkap mengenai festival-festival film yang ada di Indonesia. Buku ini berupaya menangkap cepatnya pergerakan ini dengan menyusun profil festival film penting di Indonesia, baik yang masih berlangsung, maupun yang sudah tidak diadakan lagi.

Dengan penyelenggaraan public lecture ini, kami berharap dapat memberikan referensi yang memberikan pengaruh pada preferensi anda terhadap film di era disruption ini. Selamat berdiskusi!

 

Asian Film in Disruption Era

Asian Indigenous Film

Book Launch: Film Festival Guide

Classic Asian Film

Focus on Garin Nugroho