PUBLIC LECTURE

CATATAN PUBLIC LECTURE

Dalam rapat terakhir tahun lalu, diputuskan tema JAFF tahun ini adalah Islandscape. Tema ini dipilih untuk merespon regionalisme Asia yang meluas hingga ke Pasifik. Pada saat yang sama Netpac diikuti oleh JAFF juga mencoba berusaha melibatkan Pasifik untuk membangun afiliasi dengan film Asia.

Jika ditanya apa yang menyatukan Asia dan Pasifik? Jawabannya hanya satu: Laut. Budaya maritim membalut dua wilayah beda kultur itu dalam benang merah yang menarik untuk ditelaah. Maka, dipilih tema Oceanic Culture in Asian and Pacific Cinema sebagai salah satu tema Public Lecture. Dari satu topik itu kami mencoba memperluas konektivitas Asia Pasifik melalui Asia Pacific Film Market.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami berupaya menghadirkan ahli film Pasifik untuk memberikan wawasan pada publik soal Pasifik. Meskipun dekat, budaya termasuk film dari wilayah Pasifik nyaris tidak pernah mendapatkan perhatian dari publik Asia. JAFF mencoba membuka ruang pertautan antara Asia dan Pasifik.

Di sisi lain, JAFF selalu ingin memperbincangkan isu-isu dalam negeri yang juga menjadi diskusi di Asia. Tahun ini kami menilai setidaknya ada 3 isu penting di perfilman yaitu: arsip, pendidikan dan kolaborasi film dengan seni lain. Maka dicanangkan 3  seminar dengan tema: Problems and Prospects of Film Archive in Asia, Film Education dan Beyond Cinema. Dalam ketiga diskusi tersebut, secara berurutan, kami ingin melibatkan para kolega kami di Asia yaitu Singapura, Korea dan Jepang.

Menginjak dekade kedua, JAFF ingin merefleksikan dirinya sekaligus menemukan peta jalan baru, maka digelar seminar dengan tema Festival Film: Kebijakan, Manajemen dan Kepenontonan. Kami ingin melibatkan pemangku kepentingan festival yang lebih luas, tidak terbatas pada komunitas dan industri film, tetapi juga pemerintah dan khalayak.

Masih soal festival, agar penyelenggara festival dapat bertemu para pembuat film, maka diselenggarakan lokakarya Festival Curating and Programming. Melalui lokakarya ini para penyelenggara festival di tanah air dapat belajar memilih dan merancang program pemutaran. Di sisi lain, para pembuat film dapat memahami logika para programer festival kelas dunia.

Mengikuti tradisi JAFF, tahun ini pun kami meluncurkan buku film. Laut Bercermin (The Mirror Never Lies) Sebuah Catatan dan Tafsir Film dipilih karena buku ini menawarkan gaya dan cara baru penulisan film Indonesia. Belakang layar film Mirror Never Lies (Laut Bercermin) diceritakan oleh sutradara melalui catatan produksi dan distribusi. Melampui layar, para peneliti mencoba menuliskan wacana film tersebut dari berbagai sudut pandang: anak dan perempuan, laut, lokalitas, hingga simbol filmis.

Ada 6 seminar, 1 peluncuran buku, dan 1 lokakarya yang dipersembahkan untuk publik JAFF. Selamat berenang dari Asia ke Pasifik sambil menikmati keindahan labirin Asia dan Indonesia!

NOTES ON PUBLIC LECTURE

In the final meeting last year, it was decided that the theme for this year’s JAFF’s would be Islandscape. The theme was chosen to response Asia’s regionalism which is spreading to the Pacific. At the same time, Netpac, followed by JAFF, is also trying to invite the Pacific into an affiliation with Asian cinema.

If we are to be asked: what unites Asia and Pacific? There is only one answer: the Ocean. Maritime culture ties this two culturally different regions with a red string intriguing so many. Thus, Oceanic Culture in Asian and Pacific Cinema is chosen as one of the themes in Public Lecture. From this single topic, we try to expand Asia Pacific connectivity through Asia Pacific Film Market.

Different from the previous years, this time we would like to try our best in summoning Pacific film experts so that they can convey relevant insights to the public. Though being not really far from each other, Pacific’s culture, including its movies, barely gets any attention from the public in Asia. JAFF attempts to open up a space that can bridge these neighboring regions.

On the other hand, JAFF constantly yearns to discuss domestic issues circulating in Asia. This year there are at least three issues we deem significant: archiving, film education, and collaboration with other forms of art. Therefore, we plan to hold 3 seminars raising these themes: Problems and Prospects of Film Archive in Asia, Film Education dan Beyond Cinema. Within these three dialogues, we want to, in a sequential manner, engage our colleagues in three Asian coutries: Singapore, Korea, and Japan.

Stepping into its second decade, JAFF wants to both reflect itself and find a new roadmap. To be able to do that, a seminar themed Festival Film: Kebijakan, Manajemen dan Kepenontonan (Film Festival: Policy, Management and Audience) will be held. We desire to involve more film festival stakeholders by meeting those beyond film communities and industry, the government and the general public.

To make it possible for the festival committee to meet the film makers, we will hold a Festival Curating and Programming workshop. Through this workshop, festival committees in this country can learn how to pick and choose and design screening programs. Aside from that, they can comprehend the logic employed by world class festival programmers.

Preserving JAFF’s tradition, this year we will also launch a book on film. Behind and Beyond Mirror Never Lies is chosen because it offers new style and method for writing Indonesian film. Things happening behind the scene of Mirror Never Lies (Laut Bercermin) is told by the director through production and distribution notes. Going beyond the screen, the researchers try to write the discourses presented by the film using various perspectives: from children and women, the sea, locality, to filmic symbol.

There will be 6 seminars, 1 book launching, and 1 workshop presented to the public of JAFF. Enjoy the swim from Asia to the Pacific while indulging in the beauty of the Asian and Indonesian labyrinth!

Asia Pasific Film Market

 

Garin Nugroho, Ian Conrich, Moderator: Firly Annisa.

Thursday, December 1, 2016 | 09.00 – 11.00 | UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Oceanic Culture in Asian and Pasific Cinema

Ian Conrich, Kamila Andini, Moderator: Dyna Herlina
Wednesday, November 30, 2016 | 09.00 – 11.00 | UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Problems and Prospects of Film Archive in Asia

Chew Tee Pao, Budi Wibowo, Budi Irawanto, Moderator: Novi Kurnia, UGM.
Friday, December 2, 2016 | 09:00 -12.00 | UNIVERSITAS GAJAH MADA

Beyond Cinema

Yasuhiro Morinaga, Eijun Sugihara, Loeloe Hendra, Moderator: Budi Irawanto

Thursday, December 1, 2016 | 09:30 – 11:30 | Ruang Seminar TBY

Discovering New Talents

Isabelle Glachant, Park Sung Ho, Gertjan Zuilhof, Tito Imanda, Moderator: Kurniawan Adi

Thursday, December 1, 2016 | 12:30 – 14:30 | Ruang Seminar TBY

Festival Film: Kebijakan, Manajemen dan Kepenontonan

Maman Wijaya, Endah Sulistianti, Dyna Herlina dan Imam Karyadi, Moderator: Lukas Deni

Saturday, December 3, 2016 | 09:00 – 12:00 | UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA