BENDE_JAFF

Tribute to Abbas Kiarostami: Sederhana tapi Penuh Makna

Tribute to Abbas Kiarostami menutup rangkaian acara 11th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada malam ini, Jumat (2/12) di Grhatama Pustaka, Yogyakarta. Dalam program ini diputar dua film yaitu “Take Me Home” dan “76 Minutes and 15 Seconds with Abbas...

read more

hUSh: Dokumenter Kisah Perempuan

Film terbaru karya sutradara Djenar Maesa Ayu kali ini berkolaborasi dengan Kan Lume sutradara asal Singapura yang berjudul hUSh.  Film ini diproduksi tahun 2016 oleh Rumah Karya Sjuman. Film bergenre drama ini dibintangi oleh Cinta Ramlan seorang artis sekaligus...

read more

FORKOM: CPRC, Membangun Database Komunitas Film Indonesia

Usaha untuk terus mengangkat wajah komunitas film Indonesia kian  marak dilakukan seiring pertumbuhan industry film nasional yang melesat. Kali ini sebuah lembaga riset yang menaruh minat besar terhadap dunia perfilman Indonesia turut andil di dalamnya. Cinema Poetica...

read more

Hari Terakhir Open Air Cinema

Lagi-lagi hujan mengguyur Jogja di malam hari. Kali ini hujan menghiasi suasana malam terakhir pelaksanaan program Open Air Cinema dalam rangkaian 11th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada Kamis (1/12). Bertempat di Plaza Ngasem, film-film pendek seperti “Joni...

read more

Ziarah: Perjalanan Berdamai dengan Sejarah

Mbah Sri, seorang nenek tua berumur 90 tahun lebih yang menyusuri perjalanan panjang demi mencari sang suami yang telah lama meninggalkannya. Pawiro Sahid, suami mbah Sri adalah seorang anggota TNI yang pada masa agresi militer Belanda ke-2 berjuang melawan para...

read more

Interchange : Kaca Negatif Supranatural

Memasuki pemutaran hari ke-tiga film “Interchange” pada program Asian Feature (C2) ini merupakan film ber-genre thriller-horror asal Malaysia. Film ini menceritakan tentang seorang fotografer forensik bernama Adam yang pekerjaannya hanya melihat dan membidik gambar di...

read more

Hari Kedua Open Air Cinema: Tetap Antusias Meski Hujan Deras

Grhatama Pustaka menjadi tempat pelaksanaan program Open Air Cinema dalam rangkaian 11th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada hari kedua, Rabu (30/11) tadi malam. Film yang diputar diantaranya adalah “Chosen Generation”, “Emak”, “Ngabuburit”, “Sarungku Ilang”,...

read more

BEKRAF Siap Bermitra dengan Komunitas Film Daerah

Setiap tahunnya Forum komunitas JAFF selalu menjadi arena diskusi dan berbagi cerita yang sangat efektif bagi berbagai komunitas film dari seluruh Indonesia. Kali ini BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) turut hadir dalam sesi temu komunitas film yang berlangsung di Ruang...

read more

Message from Festival President

Asia-Pacific: A History of Travellers

Five years ago, I had the opportunity to create a documentary on the landing of MacArthur, a then popular American general in the WW II, in Morotai Island, an Indonesian territory at the tip of the Pacific Ocean.  There is a historical event, that is often overlooked, occurring prior to MacArthur’s takeover of Pearl Harbour from Japan. A documentary from the US Military shows that the small island Morotai was suddenly surrounded by the US Navy ships, allied forces aircraft, US Army, and Australian Army; American trucks and cars overcrowded the streets and the lemonade and bread factories.

Read More

Garin Nugroho

Festival President

Message from Festival Director

Cruising the Islands Cinematically

The larger the island of knowledge, the longer the shoreline of wonder,” said  American religious  leader Ralph Washington Sockman. More than a metaphor of knowledge, an island symbolizes openness to any influences and it implies diverse interactions. The 11th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) chooses “Islandscape” as a festival theme to underscore not only the multitude of artistic expressions and cultural representations in Asian cinema, but also a signature of exchange and confluence of cinematic culture in the region. 

Read More

Budi Irawanto

Festival Director

Message from Festival Curator

The Indeterminate Critic

 

If you ask me what my practice of criticism is, it’s about undoing my 30-year career trajectory. The more I engage with film criticism the more I want to unlearn it. Most of what I see, as the practice of film criticism today, are at odds with my philosophical stance. While the highest point for a film critic in his lifetime is to be acknowledged and recognised as an authority or expert in his subject field, to me, that’s a fearsome loss of innocence, an invitation to dead knowledge and the illusion of power.   

Read More

Philip Cheah

Festival Curator

Founded by:

logo_jaff-jogja netpac2

Supported by:

       dinas-kebudayaanbpcb  fourcoloursfilms  JFA  logo_ycam   iranian-independent  bisff  papermoonpuppentlogo  focused-education_ ffdCinema XXI    TBY    grhatama-pustaka  sae-indonesia raurfis-uny komuikasi_atmajaya ikom_umy  daging-tumbuh  astro   arenatiket.com  pt-kawan-visi-indonesia-travel-agent_vendor-ticket-pesawat laxston kunena  loving_hut bilikayuresto  bumbudesa  quick-chicken-logo1  hot-hotcrispy 6-ingkung-grobog buageng 8-black-circus-coffee-bar-kitchen   9-ndoro-ajoe

mediapartners

JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL
Jl. Retno Dumilah 21B Kotagede Yogyakarta, Indonesia 55171
Phone: +62.274.412313 | Email: info@jaff-filmfest.org | Website: jaff-filmfest.org | Twitter: @JAFFjogja
© 2015 Jogja-NETPAC Asian Film Festival. All Rights Reserved.
Dev by: zulfan