REVIVAL

REVIVAL can be understood as a call to deeply reflect and enliven the rich Asian history and civilization. Asian identity has long been more syncretic than ethnic. Religious diversity has also been a pillar of Asian civilization’s stability. Though colonialism was a humiliating experience, nonetheless provided a common layer on which Asians are now building a post Western future. Asians are realizing that they have much more to learn from one another than from the West. Therefore, Asians must now decide to what extent Western legacies will be Asianized and what elements of Asian history will be recovered. The principle lesson from Asia’s geopolitical history is that no one power’s dominance has lasted for very long before meeting sufficient resistance to dash its hope of eternal hegemony. Asia will always be a region of distinct and autonomous civilizations. However, Asia should be capable of addressing complex 21st century challenges at the intersection of geopolitical turbulence, economic volatility, social inequality, technological disruption, and environmental fragility.

REVIVAL adalah sebentuk panggilan untuk merefleksikan lebih dalam dan mengangkat kembali kekayaan sejarah dan perabadan Asia. Identitas Asia senantiasa bersifat eklektis ketimbang etnis. Keragaman agama telah lama menjadi pilar penyangga kekokohan peradaban Asia. Kendatipun kolonialisme merupakan pengalaman yang telah merendahkan martabat bangsa Asia, ia memberikan dasar bagi bangsa Asia membangun masa depannya melampaui peradaban Barat. Bangsa Asia sadar bahwa mereka mesti lebih banyak belajar dengan sesamanya ketimbang pada masyarakat Barat. Kini masyarakat Asia harus memutuskan manakah warisan dari budaya Barat yang mesti di-Asiakan dan manakah unsur-unsur sejarah Asia yang mesti digali dan dilestarikan. Pelajaran terpenting dari sejarah geopolitik Asia adalah tak ada kekuasaan yang mutlak hingga muncul perlawanan yang meruntuhkan langgengnya hegemoni kekuasaan itu. Asia, kita tahu, merupakan peradaban yang distingtif dan otonom. Meski demikian, Asia mesti menghadapi kompleksitas tantangan abad ke-21 yang merupakan persilangan dari turbulensi geopolitik, kerentanan ekonomi, kesenjangan sosial, disrupsi teknologi serta kerawanan ekologis.

Organized by:


logo_jaff-jogja   netpac2



JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL
Jl. Kebun Raya 41A, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, Indonesia 55171
Phone: +62.274.387872 | Email: info@jaff-filmfest.org | Website: jaff-filmfest.org | Twitter: @JAFFjogja
© 2019 Jogja-NETPAC Asian Film Festival. All Rights Reserved.
Dev by: zulfan