TRANSFIGURASI SEMESTA SINEMA
Arief Akhmad Yani
Fauzan Nur Ramzy
Benny D. Susanto
Sinergi semesta menciptakan banyak perubahan-perubahan bagi segala bentuk makhluk hidup didalamnya. Bentuk-bentuk itu telah bertransfigurasi, seperti halnya katak mengalami metamorfosis sempurna.
Dua dekade sudah JAFF memberikan nafas kehidupan pada karya-karya film yang dihadirkan dengan gaya, bentuk dan ciri khas filmmaker nya, beriringan dengan hal itu Community Forum JAFF konsisten berjalan pada poros yang telah diprogramkan. Penyikapan isu dalam materi program Community Forum JAFF menyertai perubahan-perubahan komunitas film, peralihan media, serta lompatan teknologi yang sangat cepat menjadi bagian dari perubahan drastis pada medium film yang berkembang saat ini. Transfigurasi itu telah terjadi pada pola edukasi film, pola produksi film, pola distribusi film, pola eksibisi film, pola apresiasi film dan pola pengarsipan film secara digital.
Transfigurasi terjadi dalam ekosistem produksi film. Asosiasi Drone Indonesia memperkenalkan bagaimana cara melihat bentang alam secara luas menggunakan teknologi drone, teknologi yang lahir dari transfigurasi cara pengambilan gambar pemandangan dari pov langit. Fase post-production khususnya proses penyuntingan film, kehadiran Super 8mm Studio memberikan wacana baru bagaimana mengelola manajemen post-production. Pada proses kelayakan penayangan, negara hadir dengan peraturan yang telah disepakati oleh para pelakunya dalam proses klasifikasi penayangan film pada kegiatan pemutaran non-komersial dan komersial melalui Lembaga Sensor Film (LSF). Proses ini dulunya dilakukan dengan film disetor dalam bentuk seluloid/pita, di era digital dalam bentuk memory card ataupun harddisk, namun kini dalam pengurusannya hanya perlu meng-klik dan unggah melalui website LSF.
Dalam hal edukasi film, keterlibatan lembaga-lembaga pendidikan yang menjurus pada pengkaryaan film menjadi penting, seperti Perkumpulan Pendidik Broadcast dan Film Indonesia (PERDIBROFI) yang bertujuan melahirkan pelaku film di tingkat pelajar Sekolah Menengah Kejuruan. Community Presentation secara rutin hadir menjadi wadah bagi para komunitas perfilman nusantara, dimana tahun ini secara sengaja menghadirkan komunitas-komunitas yang aktif dalam ekosistem apresiasi dan eksibisi di daerahnya masing-masing. Belantara Film dan Ravacana Films, rumah produksi yang turut serta aktif menghadirkan ruang alternatif pembelajaran non-formal untuk setiap orang yang ingin belajar tentang film. Semangat edukasi inklusif yang sama juga dilakukan dalam bentuk portal edukasi film dokumenter melalui filmdokumenter.id yang diprakarsai oleh Forum Film Dokumenter (FFD)
Jogja selalu istimewa bagi tumbuh kembang komunitas film yang menjadi soko guru perfilman Indonesia. Sejak 2014 Paguyuban Filmmaker Jogja (PFJ) konsisten menjadi naungan komunitas film, rumah produksi film, dan kelompok-kelompok penggiat film di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah Produksi film, khususnya di Indonesia menjadi penggerak penting pada proses realisasi ekosistem produksi film, dalam hal ini munculah program Safari JAFF Market yang bertujuan untuk mengajak para peserta Community Forum JAFF untuk mengenal pasar industri film global dengan harapan para peserta bisa berjejaring serta menjadi bagian dari pergerakan pasar film Indonesia. Community Forum JAFF juga membawa semangat inklusif ini bagi para peserta untuk dapat berjejaring dan mengenal lebih dalam tentang film pada program Star Nimbrung bersama para tokoh perfilman penting yang hadir di JAFF melalui diskusi santai dan kasual. Faktor kekerasan menjadi topik penting namun jarang dibahas, khususnya ketika melibatkan proyeksi unsur kekerasan dalam film namun tetap dalam pengawasan keselamatan. Secara kehidupan sosial masyarakat khususnya Yogyakarta, kekerasan seakan menjadi label dan stigma buruk terutama melekat bagi para generasi muda di kota pelajar ini. Rumit dan kompleks, namun program STUNT IN ACTION! kami hadirkan sebagai anti-tesis dan ruang edukasi akan topik kekerasan.
Magnet Jogja sebagai kota pelajar yang multikultur mampu memberikan pengaruh besar terhadap karya-karya pelaku film yang berasal dari berbagai macam daerah. Layar Komunitas konsisten hadir bagi kawan-kawan komunitas film di Indonesia sebagai ruang inklusif insan perfilman yang berpartisipasi dan merayakan lebaran film di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Dalam eksekusinya, kami menghadirkan ruang untuk menampilkan karya-karya film daerah serta mendapatkan apresiasi dan exposure dari penonton JAFF yang dikemas melalui Layar Arisan!. Perkembangan dan capaian komunitas film di suatu wilayah, seperti di Pulau Sulawesi wilayah Indonesia bagian timur dengan kekhasan pulaunya yang berbentuk huruf ‘K’ , terangkum dalam penayangan film dan diskusi Focus On Celebes Island, bahkan Community Forum JAFF secara khusus memberikan ruang bagi mahasiswa perantau mengumpulkan karya-karyanya selama studi di Yogyakarta untuk diapresiasi dalam pemutaran bertajuk Kartu AS Bolo Semesta.
“Mari Menonton!!” sebuah gerakan kampanye era 2008 yang diinisiasi oleh almh. Elida Tamalagi sebagai direktur program KINOKI Yogyakarta, mampu membangkitkan dan memberikan nafas hidup kelompok-kelompok pemutaran alternatif di berbagai wilayah Indonesia. Elida bukan hanya sosok, namun menjadi simbol pergerakan edukasi-literasi-referensi melalui karya dan ruang perfilman akar rumput. Secara khusus, Community Forum JAFF ke 20 melalui program Focus On Celebes Island memberikan apresiasi Life Time Achievement kepada Elida Tamalagi yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah sebagai simbol keteguhan berjuang berbasis komunitas film.
Kami hadir bukan sekedar dalam rangka rutinitas atau kegiatan tahunan, namun ketika menelisik bahwa perjalanan ini telah terjadi dua puluh tahun lamanya, Community Forum JAFF sepakat bahwa penting adanya ruang bagi komunitas perfilman Nusantara–bahkan Asia Tenggara memiliki ruang berekspresi dan menimba pengalaman secara inklusif. Semangat yang sama akan kami hembuskan dan sebarkan terus-menerus, selama kami masih ada. Perubahan demi perubahan hanya terjadi pada bentuk dan eksekusi, namun semangat kami tetaplah sama: membawa komunitas perfilman menjadi soko guru perfilman di Indonesia.




