Skip links

Public Lecture: “Where Is My Audience?: Understanding the Stagnation of Film Distribution”

Distribusi dan pemutaran skala komersial (bioskop) dan nonkomersial (layar alternatif) mengalami ketimpangan dan cenderung stagnan. Ketidaktahuan publik tentang skema bisnis di balik layar pemutaran sering kali memunculkan pertanyaan, salah satunya, indikator apa yang digunakan untuk menghitung jumlah layar dan jam tayangnya? Diskusi tentang penonton yang tidak sesuai dengan kategori film dan peraturan bioskop yang berubah-ubah juga sering kali muncul di media sosial. Kemunculan platform OTT juga sedikit banyak mengubah perilaku penonton bioskop. Program diskusi ini dirancang untuk fokus pada pembahasan proses bisnis distribusi film di bioskop, pembagian layar, dan perilaku penonton film.

JADWAL

🗓️ Kuliah Umum: Selasa, 1 Desember 2026

⏰ Waktu: 13.00 – 15.00 WIB

📍 Tempat: LPP Yogyakarta

🗺️ Lokasi: https://share.google/uv8eGLjLJcCNkOJYJ 

💳 Biaya Pendaftaran: Rp15.000,-

Pembicara

Picture of Suluh Pamuji

Suluh Pamuji

Suluh Pamuji adalah kurator film, programmer, dan pengelola ruang sinema yang berbasis di Yogyakarta. Lulusan Ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada dengan penelitian tentang relasi sinema dan filsafat dalam pemikiran Gilles Deleuze, ia kini menjabat sebagai Direktur KDM CINEMA dan JFA CINEMA HUB, serta Program Director Kotabaru Heritage Film Festival. Sejak mendirikan KDM CINEMA pada 2016, ia aktif mengembangkan ekosistem sinema alternatif melalui pemrograman film, pendidikan, dan ruang pemutaran publik. Ia juga pernah menjadi Ketua Tim Pengembangan Perfilman Daerah Istimewa Yogyakarta (2021–2023) serta terlibat dalam pemrograman berbagai festival film, termasuk Jogja-NETPAC Asian Film Festival, ReelOzInd, dan International Changing Perspective Short Film Festival.

Picture of Shandy Gasela

Shandy Gasela

Shandy Gasella adalah profesional perfilman dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri film Indonesia, mencakup bidang kritik film, kurasi, penyutradaraan acara, dan pengelolaan festival. Sejak 2022, ia menjabat sebagai Festival Director Jakarta World Cinema, dengan tanggung jawab atas visi kuratorial dan pengelolaan festival. Ia juga mengkurasi katalog video-on-demand KlikFilm sejak 2019, menyutradarai serial edukasi KlikFilm Masterclass pada 2022–2025, serta memimpin KlikFilm Short Movie Competition sejak 2025, sebuah kompetisi film pendek nasional yang mendukung talenta muda Indonesia untuk memasuki industri perfilman.

Picture of Adhizeza Nandra

Adhizeza Nandra

Dengan pengalaman selama 11 tahun di CGV Indonesia, salah satu jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Adhizeza Nandra bertanggung jawab mengawasi akuisisi dan distribusi konten alternatif melalui jaringan bioskop CGV di seluruh Indonesia, termasuk konten Korea, animasi Jepang, dan konser musik.

Picture of Shanty Harmayn

Shanty Harmayn

SHANTY HARMAYN adalah produser film asal Indonesia yang berbasis di Jakarta serta Co-Chief Executive BASE Entertainment, sebuah studio film regional yang dikenal melalui berbagai karya hit seperti Cigarette Girl, Impetigore, Esok Tanpa Ibu (Mothernet), dan film animasinya Garuda di Dadaku. Lulusan Stanford University ini merupakan salah satu pendiri Jakarta International Film Festival (JiFFest) dan In-DOCS, serta pernah memproduseri sejumlah film peraih penghargaan seperti Sang Penari dan The Photograph. Aktif dalam kepemimpinan industri perfilman, Shanty saat ini menjabat sebagai dewan pengurus di In-DOCS dan APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia).

Moderator

Picture of Lius Manajati

Lius Manajati

Lius Manajati adalah praktisi film dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang bergerak di bidang produksi, pendidikan, riset, dan pengarsipan. Keterlibatannya dalam ekosistem film menguat sejak LA Indie Movie 2008, yang kemudian memperluas jejaring komunitas dan mendorongnya mendalami diskursus sinema. Selain berproduksi, ia aktif sebagai mentor, fasilitator, pengajar, juri, dan kurator festival. Kini, ia mengembangkan Cinemartani Film Research and Archive, kolektif independen yang mempertemukan praktik sinema, riset, dan pengarsipan bersama warga serta komunitas akar rumput.