Skip links

LA Indie Movie Meet Up Hidupkan Kembali Semangat Sineas Muda di JAFF

Hari ketujuh Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) menghadirkan program pemutaran khusus berisi lima film pendek karya sineas yang lahir dari proses pembelajaran di LA Indie Movie, salah satu program pengembangan film pendek paling berpengaruh di Indonesia. Film-film yang ditayangkan meliputi Bukan Flu Biasa (Adhyatmika, 2009), Blind Date (Harvando Dafne, 2011), Rahasia (Ninndi Raras, 2012), Sebelah (Reza Rahadian, 2011), dan Nasintel (Vince Lee, 2019). Program ini menjadi pengingat bahwa LA Indie Movie telah memberikan ruang penting bagi banyak pembuat film muda untuk mengembangkan keterampilan, menemukan gaya visual, dan merintis perjalanan mereka di dunia perfilman.

Usai pemutaran, digelar Talk Show LA Indie Movie Meet Up di Main Stage dengan menghadirkan para alumni seperti Reza Rahadian, Ninndi Raras, Adhyatmika, Loeloe Hendra, dan Jehan Angga. Dalam diskusi ini, para pembicara menekankan bagaimana LA Indie Movie menyediakan ruang belajar yang intens, kolaboratif, dan terbuka. Ninndi menuturkan, bahwa meski tidak berlatar pendidikan film, ia mendapatkan banyak ilmu teknis dan kreativitas melalui bimbingan para mentor. Di sisi lain, Reza Rahadian mengungkapkan bahwa LA Indie Movie menjadi titik awal dirinya masuk ke dunia penyutradaraan sebuah proses yang menantang karena ia sebelumnya lebih banyak bekerja di depan kamera. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuka pemahaman baru tentang pengelolaan ide, dinamika kerja tim, hingga bagaimana menghadapi tekanan menjelang perilisan film. Sementara itu, Jehan Angga dan Loeloe Hendra menyoroti pentingnya eksplorasi, sikap profesional, dan pengalaman langsung dalam membentuk disiplin kerja sineas muda.

Mereka sepakat bahwa LA Indie Movie bukan hanya sekadar program workshop, melainkan wadah yang membuka jalan bagi lahirnya sineas dengan karakter kuat dan kapasitas kolaboratif. Adhyatmika menekankan bahwa tantangan terbesar bagi pembuat film muda adalah meyakinkan orang lain terhadap ide mereka, dan menurutnya LA Indie Movie adalah tempat yang sangat membantu membangun kepercayaan diri tersebut. Reza juga menambahkan, bahwa proses berkarya bukan soal hasil saja, tetapi keberanian untuk terus mencoba dan berkembang di setiap proyek yang dijalani karena, “perjalanan besar dimulai dari langkah-langkah kecil.”

Selain program LA Indie Movie, JAFF menyiapkan masih banyak lagi rangkaian program non-screening yang tak kalah menarik untuk hari-hari berikutnya. Pengunjung dapat mengikuti berbagai talkshow dengan pelaku industri film, menikmati performance, hingga menghadiri public lecture yang memberikan perspektif baru tentang perkembangan sinema Asia. Informasi lebih lanjut dapat diakses di jaff-filmfest.org dan media sosial @jaffjogja.

Penulis: Ainani Tajriani
Foto: Tim Dokumentasi JAFF

Leave a comment