Kick Each Other
Posepaa
Non-Premiere
15 minutes | 2021 | Indonesia | Documentary | 🔊 Indonesian | 18+
Sinopsis
Posepa’a adalah sebuah tradisi berupa atraksi saling tendang yang dilakukan antara Orang Desa Liya kecamatan Wangi-wangi selatan, kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Posepa,a dalam bahasa Liya Togo diartikan sebagai “saling tendang” dengan kata dasar ‘Sepa’ yang artinya tendang. Penambahan awalan ‘po’ dan akhiran ‘a’ pada kata Posepa’a mengandung arti bahwa “melakukan”. tradisi ini dilaksanakan setiap memasuki bulan Ramadhan sebagai olah raga fisik, mental, dan melatih kanuragan dengan cara beradu kekuatan beladiri berupa gerakan menendang di saat perut terasa lapar akibat berpuasa, yang beberapa hari puncak yaitu di hari ke 15 Puasa (Qunut) & Hari ke 27 Puasa (Qadiri) dan puncaknya pada hari raya Idul fitri maupun idul adha setelah sholat ied. Acara ini juga dijadikan sebagai ajang untuk berkumpul (perantau)dan saling meminta maaf. Dalam pelaksanaannya atraksi ini dibagi menjadi 2 Kelompok Masyarakat Liya yaitu Amai favo sebutan untuk masyarakat yang berdomisili dari wilayah timur lapangan tempat diadakannya Posepa’a dengan Amai foru sebutan untuk masyarakat yang berdomisili dari wilayah barat lapangan. Tradisi Posepa’a dilakukan yang dilakukan secara berpasangan oleh laki- laki dewasa maupun anak-anak yang melibatkan pertarungan antara 1 pasangan vs 1 pasangan atau 1 pasangan vs banyak pasangan dengan aturan-aturan yang secara tidak tertulis sudah dipahami dan tidak boleh dilanggar. Tradisi Posepa’a ini diperkirakan disebarkan oleh para pengawal dan/atau pengikut setia si Panjonga yang telah menetap di Keraton Liya setelah si Panjonga menjadi Raja Liya sekitar tahun 1258-1296 dan berpindah ke Buton. Pada zaman dahulu, Posepa’a ini merupakan ajang seleksi bagi calon prajurit Benteng Liya sebelum mereka diterjunkan ke medan perang
Jadwal
Kamis, 4 Desember 2025 | 19.00 | Sender Coffee Demangan
Biografi Sutradara
Salahudin
Saya adalah seorang dokumentaris yang tergabung dengan ADN sejak tahun 2018. mulai mendalami bidang dokumenter sejak pandemi COVID-19 pada program “REKAM PANDEMI”. Saat ini Fokus pada karya yang mengangkat isu budaya, sosial & sejarah lokal. saya percaya melalui Media Film Dokumenter bisa memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda juga merawat memori kolektif masyarakat penggemarnya.
Kredit
| Production Company | Moment Project |
| Producer | Salahudin |
| Director | Salahudin |
| Scriptwriter | Salahudin |
| Cinematographer | – |
| Production Designer | – |
| Editor | – |
| Main Cast | Masyarakat Desa Liya Kab. Wakatobi Prov. Sulawesi Tenggara |
| Director’s filmography |
|
| Notable Achievement | |
| Contact | 082348147775 (Moment Project) |
