Kata Pengantar Gubernur DIY
Hamengku Buwono X
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dua puluh tahun perjalanan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) adalah kisah tentang ketekunan, transformasi, dan ketulusan untuk terus menumbuhkan ekosistem film di Asia, dan khususnya di Yogyakarta. Tema tahun ini, “Transfiguration”, mengandung makna perubahan yang mendalam—bukan sekadar berganti rupa, melainkan tumbuh dengan kesadaran baru akan peran dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan kebudayaan.
Dalam visi PANCAMULIA, pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen menjalankan pembangunan berdasarkan peningkatan kualitas kehidupan, reformasi kalurahan, pemberdayaan kawasan selatan, serta pengembangan budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi,” pembangunan kebudayaan diarahkan agar menjadi sumber kualitas hidup, kehidupan, dan penghidupan masyarakat. Film sebagai media seni dan ekspresi budaya menjadi wahana strategis untuk mengartikulasikan visi keistimewaan Yogyakarta di tingkat regional maupun global.
Selama dua dekade, JAFF telah menjadi cermin perjalanan budaya visual Asia, serta jembatan pertemuan antara seniman, komunitas, dan penonton lintas bangsa. Sejalan dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana, festival ini menjadi ruang di mana sinema bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana untuk memerindah kehidupan—menyelaraskan manusia, masyarakat, alam dan melalui imajinasi dan empati.
Pemerintah Daerah DIY menyambut baik upaya JAFF dalam memperluas jejaring, memperdalam program edukasi film, serta menghubungkan komunitas lokal dengan jejaring internasional. Upaya ini mencerminkan arah kebijakan daerah dalam memperkuat diplomasi budaya dan mengembangkan industri kreatif sebagai bagian integral dari strategi pembangunan berbasis budaya.
Semoga di usia ke-20 ini, JAFF terus menjadi wahana transfigurasi budaya—mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan, karya menjadi inspirasi, dan perjumpaan menjadi persaudaraan lintas batas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, marilah kita terus meneguhkan Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan dan perfilman Asia Tenggara yang berpijak pada nilai-nilai keistimewaan, sekaligus terbuka terhadap dunia.
Selamat menyaksikan, berdialog, dan bertransformasi bersama sinema Asia di Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-20.
Wassalamu’ alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
