Skip links

Community Presentation IV: Komunal Dalam Komunitas Film Sulawesi: Berubah Tak Perlu Seragam, Berkembang Tak Perlu Serentak

Selayaknya pulau lainnya di Indonesia, Sulawesi memiliki kekayaan budaya dan perkembangan sosial yang mampu menjadi unsur pembentuk yang diperlukan dalam lintas ekosistem perfilman di Indonesia. Namun perlu disadari, Perkembangan ekosistem film di Sulawesi belum sepenuhnya terjadi. Keenam provinsi memiliki sudut pandang dan rintangannya masing-masing, perihal bagaimana membangun hingga mempertahankan gerakan komunitas fillm lintas ekosistem. Apakah perkembangan dan kemajuan perlu secara merata dirasakan oleh keenam provinsi? Apakah inklusif menjadi capaian utama yang perlu diraih tiap provinsinya? Atau sebenarnya ada aspek yang perlu dibenahi dan dimulai, agar perfilman di pulau Sulawesi dapat menjadi, selayaknya, sejatinya Ekosistem Perfilman?

Jadwal
Jadwal

Saturday, 6 December 2025
09.30 – 11.30
Museum Omah Jayeng

Speaker:

Pembicara:

Adi Candra Wira Atmaja

Adi Candra Wira Atmaja

Sulawesi Tengah

Lahir di Tolitoli, tumbuh besar di Kabupaten Jayapura, kini menetap di Kota Palu. Mahasiswa akhir jurusan Sastra Indonesia. Aktif sebagai pengurus dan penulis naskah di Lentera Silolangi, komunitas seni teater yang berbasis di Kota Palu, relawan di Perpustakaan Mini Nemu Buku. Menaruh minat pada kerja-kerja penulisan dan pengarsipan seni budaya.

Tomy Almijun Kibu, S.I.P

Tomy Almijun Kibu, S.I.P

Sulawesi Tenggara

Tomy Almijun Kibu, S.I.P., adalah seorang filmmaker dokumenter asal Sulawesi Tenggara. Dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, Tomy aktif sebagai Staf Media di Aliansi Perempuan Sultra (ALPEN Sultra) di tahun 2010, berperan sebagai Researcher di Kick Andy Metro TV tahun 2011-2012, serta merupakan finalis Eagle Award Documentary Competition Metro TV 2010.

Rio Dumbi

Rio Dumbi

Gorontalo

Rio Dumbi lahir dan tumbuh besar di Gorontalo, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo yang aktif dalam kegiatan produksi film kolektif, dimulai sejak tahun 2022. Rio turut serta aktif dalam komunitas film sebagai pengelola Ruang Gambar Bergerak Film Club Gorontalo sejak 2024

Sadly Asis

Sadly Asis

Sulawesi Barat

Sadly Asis (akrab disapa Dalli) adalah filmmaker asal Mamuju yang telah aktif berkarya sejak 2009. Perjalanan filmnya dimulai saat kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, bergabung dengan komunitas film kampus Kine Klub UMM dan turut terlibat dalam penyelenggaraan Malang Film Video Festival (2011). Kembali ke kampung halaman pada 2014, Dalli ikut menumbuhkan ekosistem perfilman di Sulawesi Barat melalui Pitu Sinema, kolektif ruang belajar dan berkarya bagi para pembuat film muda di daerah. Lebih dari satu dekade berproses dan berjejaring, ia menggagas Manakarra Film Festival (2024) bersama komunitas film lintas Sulawesi — menghadirkan ruang pertemuan dan perayaan bagi cerita-cerita dari Timur Indonesia.

Nurrul Nelwan

Nurrul Nelwan

Sulawesi Utara

Nurrul Nelwan adalah pekerja seni dan lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang berbasis di Yogyakarta. Ketertarikannya pada isu buruh, gender, dan seksualitas menjadi fokus utama dalam karya-karyanya. Ia menulis beberapa film pendek, termasuk Human VS Elephant yang memenangkan penghargaan di Denpasar Documentary Film Festival dan Gaia Award di Bozcaada (2020), serta menyutradarai Dania (2023) dan Paper Home (2024). Nurrul pernah menjadi bagian dari Tim Program Database filmdokumenter.id Forum Film Dokumenter (2023–2025) dan menjadi programmer untuk program Lanskap:Terraform di Festival Film Dokumenter 2024. Ia juga menginisiasi ruang pemutaran dan diskusi Bakumpul Bauni di Manado.

M. Alif Wijaya Ridwan

M. Alif Wijaya Ridwan

Sulawesi Selatan

A passionate film student at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta, experienced in various film productions and programming, and kee
Seorang mahasiswa film yang bersemangat di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, berpengalaman dalam berbagai produksi film dan pemrograman film (film programming), serta tertarik mendalami irisan (intersectionality) antara berbagai bidang keahlian yang berkaitan dengan identitas dan keragaman sosial, khususnya dalam berbagai bentuk seni; tidak hanya film, tetapi juga literatur dan musik.