Pada hari keempat JAFF 20, dari program Indonesian Film Showcase menayangkan pemutaran perdana film Lupa Daratan garapan Ernest Prakasa. Film ini menjadi kembalinya Ernest ke kursi sutradara. Lupa Daratan yang merupakan produksi kerjasama Imajinari dan Netflix ini dijadwalkan tayang secara resmi di platform Netflix mulai 11 Desember 2025.
Film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian ini menghadirkan karakter bernama Vino Agustian, seorang aktor ternama yang baru saja memenangkan penghargaan Aktor Terbaik dan langsung dipercaya memerankan tokoh penting Indonesia. Namun, di puncak karirnya, kemampuan aktingnya justru hilang secara tiba-tiba. Krisis tersebut memaksa Vino menelusuri kembali perjalanan hidupnya, melakukan kilas balik, dan mencari jati diri di tengah tekanan publik untuk menemukan prinsip serta karakter dirinya yang sesungguhnya.
Dengan alur maju mundur, Lupa Daratan berhasil memadukan humor dan emosi lewat perjalanan Vino yang absurd namun menyentuh. Dalam sesi tanya jawab, Ernest menjelaskan bahwa ide cerita ini berawal dari tantangan Netflix untuk membuat film yang tidak bersumber dari keresahan pribadinya. Dari sana muncul ide jahil “seorang aktor yang mendadak tidak bisa berakting”. Ernest dan Netflix berharap pendekatan yang segar ini dapat membuka peluang bagi film komedi Indonesia menembus pasar internasional, mengingat genre tersebut masih jarang mencapai audiens global di platform Netflix.
Penulis: Zahratul Istifaizzah
Foto: Tim Dokumentasi JAFF
Perjalanan sinema Asia selama delapan hari di Yogyakarta mencapai puncaknya pada 6 Desember 2025. Rangkaian acara puncak Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-20 (JAFF20) dilangsungkan mulai dari konferensi pers mengumumkan pencapaian festival tahun ini dan daftar pemenang penghargaan.
Suka Duka Tawa (Aco Tenriyagelli, 2025) dipilih sebagai film penutup di JAFF20, dan sekaligus menjadi debut film panjang Aco Tenri. Film ini menyatukan dua dunia komedi, yaitu stand up, dan komedi konvensional untuk menggambarkan kehidupan para pelaku komedi dari sisi yang lebih personal. Lewat kolaborasi dengan para komika, pelawak senior, dan tim produksi, Aco berhasil membentuk dunia cerita yang menempatkan humor sebagai cara bertahan dari situasi sulit, bukan sekadar alat hiburan.
Adding {{itemName}} to cart
Added {{itemName}} to cart