Skip links

WHAT’S ON DAY 7: Dari Mitologi Tiongkok hingga ke Panggung Cikini

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 kembali menyuguhkan rangkaian program pilihan yang memperkaya pengalaman sinematik para penikmat sinema Asia. Rekomendasi hari ini dari program Light of Asia, pemutaran film pilihan seperti A Story About Fire dan tentunya salah satu program paling dinanti di JAFF, Cinematic Concert yang tahun ini menghadirkan White Shoes & The Couples Company, serta sebuah forum komunitas yang membuka perspektif baru mengenai martial art dalam film.

A STORY ABOUT FIRE: MITOS KUNO SUKU QIANG DALAM ANIMASI PUITIS

Jumat, 5 Desember | Empire XXI Studio 5 | 21:15 WIB

Salah satu film pilihan dari program Asian Perspectives Features yang ditayangkan hari ini adalah A Story About Fire (Li Wenyu, 2025), sebuah animasi asal Tiongkok yang diadaptasi dari mitos kuno suku Qiang. Film ini mengikuti perjalanan seekor monyet yang dibesarkan di tengah suku manusia purba. Dalam pencarian makna “kehangatan”, ia menapaki perjalanan ke Gunung Suci mengikuti jejak ibunya, Awubaji. Setelah melalui berbagai rintangan, ia menemukan batu api dari makhluk yang ditakuti dan mengalami transformasi spiritual yang mengubahnya menjadi manusia. Film ini disutradarai oleh Li Wenyu, lulusan Peking University yang kini menjabat sebagai profesor di Sichuan University dengan fokus pada Animasi dan Seni Digital. A Story About Fire telah melanglang buana ke berbagai festival internasional, termasuk Berlinale Generation 2025 (Jerman), Asia Pacific Screen Awards 2025 (Australia), serta Shanghai International Film Festival 2025 (Tiongkok).

LIGHT OF ASIA 1: FILM PENDEK ASIA TERPILIH DALAM PROGRAM KOMPETISI

Jumat, 5 Desember | Empire XXI Studio 2 | 12:00 WIB

Program Light of Asia kembali menampilkan deretan film pendek pilihan dari berbagai negara Asia yang akan berkompetisi untuk Blencong Award, penghargaan tertinggi festival untuk film pendek, yang dipilih langsung oleh dewan juri sebagai penanda arah bagi masa depan sinema film pendek. Hari ini, program Light of Asia 1 menayangkan A Better Plaza (Du Hoc Sinh) (Ben Oui, 2024), After Colossus (Timoteus Anggawan Kusno, 2024),, Au Revoir Siam (Domenico Singha Pedroli, 2024), Honey, My Love, So Sweet (JT Trinidad, 2025) serta Vox Humana (Don Josephus Raphael Eblahan, 2024). Melalui program ini, JAFF kembali mempertegas posisinya sebagai ruang penting bagi keberagaman perspektif dan suara baru dalam sinema Asia.

COMMUNITY FORUM
SPECIAL PRESENTATION: STUNT IN ACTION!

Jumat, 5 Desember | Sender Coffee | 19:00–22:00

JAFF20 menghadirkan forum komunitas yang menantang persepsi umum tentang bagaimana kekerasan digambarkan dalam film. Stunt In Action! mempertemukan pembuat film Gugun Arief, Freedom Art Stunt Yogyakarta, dan Fight Club YK dalam sebuah dialog tentang produksi adegan aksi yang terarah, prosedur keselamatan, serta bagaimana estetika dan narasi dapat bertemu dalam koreografi perkelahian. Program ini menekankan bahwa adegan aksi bukanlah kekacauan yang muncul tanpa perhitungan; sebaliknya, ia lahir dari penulisan skenario yang teliti, perhitungan risiko, dan disiplin teknis yang tinggi. Forum ini juga menyoroti peran sosial Fight Club YK dalam meredam kekerasan di kalangan anak muda melalui pendekatan komunitas dan seni bela diri terstruktur. 

Hadir sebagai pembicara adalah Faqi Huda, aktor dan stunt coordinator dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri film dan olahraga ekstrem. Pendiri komunitas Freedom Art Stunt ini dikenal akan keahliannya dalam stunt coordinator, fight choreography, rigging, serta konsultasi keselamatan, dengan karya terbaru pada film Gak Nyangka (2025). Hadir juga sebagai pembicara adalah Adhi Bayu “Eyang Kocok”, anggota Fight Club YK yang juga berkarir sebagai Graphic Designer di PERK dan Event Creator di Kultura Space. Ia berperan dalam mengelola berbagai event hiburan serta menjembatani kolaborasi antara kreator, kebutuhan brand, dan kenyamanan audiens.

CINEMATIC CONCERT
WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY

Jumat, 5 Desember | Empire XXI Studio 1 | 21:30 WIB

Salah satu program unggulan yang dinantikan di perhelatan JAFF adalah Cinematic Concert, pertunjukan musik yang digelar di dalam bioskop, menghadirkan pengalaman kolektif ketika layar, panggung, dan bunyi berpadu dalam suasana yang intim. Program ini memperkenalkan cara baru menikmati musik. Bukan hanya melalui pendengaran, tetapi juga melalui atmosfer khas ruang sinema: gelap, terfokus, dan mempersatukan.  

Cinematic Concert JAFF20 menghadirkan penampilan White Shoes & The Couples Company, sekstet pop asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2002, dikenal dengan gaya “Indonesiana” yang unik. Musik mereka memadukan inspirasi dari soundtrack film Indonesia era 70-an, jazz akustik tahun 30-an, serta pop klasik Indonesia tahun 50-an hingga 70-an. Sebelum penampilannya, akan ditayangkan White Shoes & The Couples Company in Cikini sebuah film dokumenter karya Henry Foundation yang menangkap momen spesial homecoming concert band legendaris ini. Film ini bukan hanya menampilkan musik dan nostalgia, tetapi juga menjadi perjalanan emosional kembali ke akar tempat band ini tumbuh—kawasan Cikini. Melalui arsip, obrolan intim, dan potongan suasana konser, film ini mengungkap hubungan personal para personel dengan ruang-ruang yang membentuk identitas mereka sebagai seniman: dari jalanan, kampus, hingga ruang kreatif yang pernah menjadi saksi awal mula mereka berkarya.

Rangkaian lengkap jadwal program JAFF20 dapat diakses melalui laman resmi jaff-filmfest.org dan media sosial @jaffjogja.

Leave a comment