Surat Untuk Bidadari

A Letter for an Angel

LAYAR KLASIK

DIRECTED BY Garin Nugroho

118 minutes| Fiction | DCP | Colour| 

o.v. Bahasa Indonesia, Sumbanese| sub. English

SCHEDULE

23 NOV | SAT |  16:10 | Studio 2

 

SYNOPSIS

This film was the first to be shot on Sumba island, one of the last bastions of pre-Hindu animism. Made with help from locals, this fairy tale follows Lewa, a boy who believes in an angel that looks after the earth. Having lost his mother early, Lewa writes to the angel for answers, but is frustrated with the lack of reply. After a tourist gifts him a Polaroid, Lewa looks for his mother through this new medium. However, his incessant photography brings disaster to the island. Adapting a story then banned under Suharto, the film shows traditional Indonesian society to be at odds with modernity, its mix of folk music and experimental electronica heightening the sense of cultural clash..

Film ini merupakan film pertama yang dibuat di Pulau Sumba, salah satu benteng pertahanan terakhir para penganut kepercayaan Animisme. Dibuat dengan bantuan warga sekitar, dongeng ini menceritakan kisah Lewa, seorang anak laki-laki yang meyakini adanya seorang bidadari yang menjaga bumi. Setelah seorang turis memberinya sebuah kamera Polaroid, Lewa pun mencari-cari ibunya melalui media baru itu. Namun begitu, foto-foto yang tiada hentinya ia ambil itu pun kemudian membawa musibah bagi pulau tersebut. Mengadaptasi sebuah cerita yang kemudian dilarang di rezim Soeharto, film ini memperlihatkan kehidupan masyarakat tradisional Indonesia yang berselisih dengan modernitas, dengan campuran musik daerah dan musik elektronik eksperimental yang mempertegas bentrok dua budaya yang ada..

WATCH TRAILER

N/A

DIRECTOR’S FILMOGRAPHY

Garin Nugroho

 

2019

Production Company

 

Contact:

Asian Film Archive: info@asianfilmarchive.org