SAIA

Djenar Maesa Ayu/80 minutes/2009/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

WED 30 NOV | 12.30 – 14.30 | TBY

Synopsis

SAIA adalah seorang perempuan yang menyimpan trauma akibat pengalaman batin dan fisik yang tidak menyenangkan. Setiap hari Saia, perempuan berusia 35 tahun, mengintip tindak kekerasan seksual seorang laki-laki terhadap perempuan yang terjadi di seberang kamarnya lewat jendela dan merekamnya dengan kamera video. Setiap perkembangan situasi yang disaksikan telah mempengaruhi sisi psikologis maupun fisiknya. Sampai suatu hari ia menyaksikan aksi pembunuhan, dan setelahnya tidak lagi terdapat aktivitas di kamar seberang. Setelah beberapa saat menunggu, Saia menghampiri kamar tersebut. Namun ternyata kamar itu kosong, tidak ada seorang pun yang menempati kamar tersebut. Jenazah korban pembunuhan pun tidak ditemukan.

SAIA is a 35-year-old woman who has the trauma of an unpleasant mental and physical experience. Saia pries through the window on a sexual assault of a man against a woman that occurs across her room and records it with a video camera. Any progress that she witnessed every day, affects her psychologically and physically. Until one day she witnesses a murder, and there is no activity after. She waits for a while and goes inside the room. But there is no one, even the murdered body.

Trailer

Director

Djenar Maesa Ayu

Djenar telah menerbitkan enam kumpulan cerpen dan sebuah novel. Cerpennya yang berjudul Menyusu Ayah menjadi cerpen terbaik Jurnal Perempuan 2003, sementara Waktu Nayla meraih penghargaan Cerpen Terbaik Kompas di tahun yang sama. Djenar juga menyutradarai Mereka Bilang, Saya Monyet! (2008) dan SAIA (2009). Ia mendapat Piala Citra dari kategori Skenario Adaptasi Terbaik bersama Indra Herlambang dan Sutradara Baru Terbaik pada Festival Film Indonesia 2009. Sementara film SAIA tidak didistribusikan di Indonesia. Nay, film ketiganya, memenangkan NETPAC Award di JAFF 2015.

Djenar Maesa Ayu

Djenar has published six anthologies of short stories and a novel. Her short story, Menyusu Ayah became the best short story of Jurnal Perempuan 2003, while Waktu Nayla won an award of Cerpen Terbaik Kompas (Kompas Best Short Story) in the same year. Djenar also directed Mereka Bilang, Saya Monyet! (2008) and SAIA (2009). She won Piala Citra for Skenario Adaptasi Terbaik (Best Adaptation Scenario) category with Indra Herlambang and for Sutradara Baru Terbaik (Best New Director) category at Festival Film Indonesia (Indonesian Film Festival) 2009. SAIA is not distributed in Indonesia. Nay, her third film, won NETPAC Award in JAFF 2015.