The Purple Kingdom

RETURN OF THE SALT BOY


Director: Pimpaka Towira

Duration: 30 minutes

Production: 2016

Country: Thailand

Category: Fiction

SCREENING


WED, 28 NOV 2018 / CINEMAXX CINEMA A / 16:00

SYNOPSIS


Inspired by the story of an ethnic Karen activist Porlajee Rakhchongcharoen (a.k.a Billy) who went missing in Thailand near Kaeng Krachan National Park in Petchaburi province, 100 miles (161 km) south of Bangkok. Park authorities arrested the Karen activist on April 17, 2014 for possessing a wild honeycomb and six bottles of wild honey but released him after a warning. He disappeared shortly afterward.

In 2012, Billy led a Karen group that filed a complaint with the Central Administrative Court against the Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation  and the Natural Resources and Environment Ministry. The case focuses on the actions of Kaeng Krachan operation to deal with forest encroachment. Billy had been collecting evidence and interviewing witnesses to press his case.

The film has explored the attempt of seeking the justice of Billy’s wife, played by his real wife with juxtaposition of the searching a dead body of a middle-class woman’s husband, whom was killed by helicopter crash in the jungle.

Film ini terinspirasi oleh kisah Porlajee Rakhchongcharoen (alias Billy), seorang aktivis beretnik Karen yang hilang di sekitar cagar alam Kaeng Krachan National Park, provinsi Petchaburi, Thailand, 161 kilometer di selatan kota Bangkok. Pada tanggal 17 April 2014, pihak cagar alam menahan aktivis Karen ini atas tuduhan pencurian sarang madu liar serta enam botol madu liar tetapi kemudian ia dibebaskan setelah diberi peringatan. Tak lama setelahnya, Billy menghilang.

Pada tahun 2012, Billy memimpin sekelompok suku Karen untuk menyerukan komplain bersama dengan Central Administrative Court terhadap Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation, dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Thailand. Fokus kasus ini adalah pada aksi-aksi pihak cagar alam Kaeng Krachan yang berusaha menaggulangi pengeksploitasian hutan-hutan. Billy sudah mengumpulkan barang-barang bukti, termasuk mewawancarai beberapa saksi untuk menguatkan tuntutannya.

Film ini mengeksplor usaha-usaha penegakan keadilan untuk istri Billy, yang diperankan oleh istri aslinya lewat jukstaposisi pencarian tubuh suami dari seorang perempuan kelas menengah yang terbunuh ketika helikopter yang ditumpanginya jatuh di dalam hutan.

TRAILER


DIRECTOR


Pimpaka Towira

Pimpaka Towira is a pioneer among female film directors in the Thai independent film scene since the early 1990s. international acclaim came with her feature debut One Night Husband. Her second feature, The Island Funeral, won the Best Asian Future Film Award from Tokyo International Film Festival 2015. She writes, directs and produces all her films. In 2007, she is the co-founder “Extra Virgin”, where it aims to puts a focus on nurturing and giving voices to talents, both emerging and veteran alike. She has produced award winning documentary films, Agrarian Utopia (2009) and The Songs of Rice (2014), directed Uruphong Raksasad.

Moreover, she was the program director for the Bangkok Film Festival, 2001, 2008 and 2009. Since 2017, she has been the Program Director for Singapore International Film Festival. She has been invited as a jury member for many film festivals and was honored with the national Slipathorn Award in 2009 by the Ministry of Culture of Thailand.

Pimpaka Towira adalah seorang pelopor sutradara wanita, terutama untuk film-film independen Thailand, sejak tahun 1990-an. Debut film featurenya, One Night Husband, disambut dengan begitu meriah oleh warga internasional. Film feature keduanya, The Island Funeral, berhasil memenangkan Best Asian Future Film Award yang diberikan oleh Tokyo International Film Festival 2015. Selain berperan sebagai sutradara, Towira juga menulis dan memproduksi film-filmnya sendiri. Pada tahun 2007, dirinya menjadi co-founder Extra Virgin, yang fokus mengayomi dan memberikan kesempatan untuk bersuara pada para talenta muda baru maupun lama. Ia juga sudah sering memproduseri berbagai dokumenter yang berhasil meraih bermacam-macam penghargaan, seperti Agrarian Utopia (2009) dan The Songs of Rice (2004), yang keduanya disutradarai oleh Uruphong Raksasad.

Pimpaka Towira juga merupakan pengarah acara di Bangkok Film Festival pada tahun 2001, 2008, serta 2009. Sejak tahun 2017, dirinya menjadi pengarah acara untuk Singapore International Film Festival. Ia juga sering diundang sebagai anggota juri untuk berbagai festival film, dan pada tahun 2009, diberikan suatu kehormatan untuk menerima penghargaan nasional, yaitu Slipathom Award, oleh menteri kebudayaan di Thailand.

Contact:

Extra Virgin Co, Ltd.

info@extravirginco.com