RETURN OF THE SALT BOY

T his small program with short films (although one of them not that short) was originally made for the Malaysian SeaShorts festival that was held this year in Georgetown. That’s why it is a short film program and for no other reason. If I was given the space – here in Yogyakarta or in Georgetown – I could have programmed feature films as well. I will give you an example close to home, that will also explain something about the nature and subject of this program. I could have programmed (but no need for that of course in its hometown) Ismail Basbeth’s Another Trip to the Moon, just because of its playful dealing with living in the wild and living with very old traditions and other cultures.

So this program touches upon issues of indigenous natures and cultures, but it is far from a serious ethnographical nor anthropological program. But at moments it is and at other moments it dares to make fun of sometimes sensitive themes.

All films are nice, good, funny or touching – because it is a filmmakers program – but the film to watch is the Bontoc Eulogy, by Marlon Fuentes. Fuentes made (as far as I know) only one film in his life and this some time ago (in 1995), but it is a smart, sharp and highly original not so short movie (yes, this is the one) that make you think about the indigenous people in the Philippines and far beyond that.

Speaking of titles, this program itself – Return of the Salt Boy – is based on Margaret Bongs short, Salt Boy, and PimpakaTowira’s The Return, two fine films by women filmmakers that showed me the way to make this program.

P rogram kecil ini berisikan film-film pendek (meskipun ada salah satu yang tidak terlalu pendek) yang semula dibuat untuk Malaysian SeaShorts, yang tahun ini diadakan di Georgetown. Itulah mengapa namanya adalah program film pendek dan tentu saja bukan tanpa alasan lain. Jika saya diberi kesempatan – di Yogyakarta atau di Georgetown – saya sudah pasti akan membentuk program untuk film-film feature. Saya akan memberi Anda beberapa contoh yang dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari, yang juga akan menjelaskan sesuatu tentang alam dan subyek-subyek yang terlibat di program tersebut. Saya bisa saja (tapi tentu saja tidak akan begitu spesial jika ditampilkan di negara tempat film-film itu diproduksi) menggaet Another Trip to the Moon milik Ismail Basbeth karena ceritanya yang mengangkat kehidupan di alam liar, tradisi yang sudah sangat tua, dan budaya-budaya lain.

Jadi, program ini menyinggung isu-isu alam dan budaya pribumi, namun jauh dari program etnografi atau antropologi yang serius. Tetapi, ada kalanya program ini jauh dari kata serius dan terkadang terkesan berani mengejek topik-topik sensitif.

Semua film itu baik, bagus, lucu, atau menyentuh – karena itu adalah tujuan seorang pembuat film – tapi film Bontoc Eulogy oleh Marlon Fuentes sangat wajib untuk ditonton. Fuentes hanya membuat (sejauh yang saya tahu) satu film sepanjang hidupnya dan film itu dibuat beberapa tahun yang lalu (pada tahun 1995). Film tersebut adalah sebuah film yang cerdas, tajam, sangat orisinil, dan tidak terlalu pendek (ya, begitulah). Bontoc Eulogy juga akan membuat Anda memikirkan orang-orang pribumi di Filipina dan hal-hal lain yang jauh di luar itu.

Berbicara tentang judul, program ini sendiri – Return of the Salt Boy – merujuk pada film pendek karya Margaret Bongs, Salt Boy, dan The Return milik Pimpaka Towira, dua film bagus karya dua perempuan yang membantu saya menyelenggarakan program ini.

Gertjan Zuilhof

Programmer

Bulalacao

Wences Ponciano/3 minutes/2017/ Philippines/Fiction

Sigbin

Jen J. Balberona /1 minutes/2017/ Philippines/Fiction

Onomastika

Loeloe Hendra/15 minutes/2014/ Indonesia/Fiction

Tudtu (The Salt Boy)

Margaret Bong/15 minutes/2006/ Malaysia/Documentary

Bahag Kings

Khavn De La Cruz/74 minutes/2006/ Philippines/-

Brief Lifespan of Fire, Act 2 Scene 2, Suring & the Kuk-ok

Auraeus Solito/9 minutes/1995/ Philippines/-

The Return

Pimpaka Towira/5 minutes/2017/ Thailand/Fiction

The Purple Kingdom

Pimpaka Towira/30 minutes/2016/ Thailand/Fiction

Riau

Zai Kuning/30 minutes/ 2005/Singapore/Documentary

Bontoc Eulogy

Marlon Fuentes/57 minutes/1996/ Philippines & USA/Documentary