Kleang Kabur Kanginan

Riyanto Tan /22 min/2016/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

? NOV 2016 | 19.30 |  EMPIRE XXI

Synopsis

Sepasang suami istri yang tinggal di pegunungan terpencil berusaha untuk mendapatkan kabar dari anaknya. Anak semata wayang yang dulu dengan susah payah mereka biayai sekolahnya hingga kini mendapat pekerjaan yang baik di perantauan. Namun kini anak itu semakin jarang memberi kabar.

Menunggu telepon dari sang anak menjadi aktivitas keseharian mereka berdua. Mereka hanya ingin mendengar anak mereka menanyakan kabar mereka di desa atau sekadar basa-basi mengenang cerita masa lalu. Mereka hanya ingin mendengar kisah anak mereka yang sudah sukses di perantauan. Untuk mendengar sebuah kabar tersebut mereka melakukan berbagai upaya agar anaknya mudah menelepon.

A couple of husband and wife living in a remote mountain struggle to contact their son. Their only child, whom they worked for so hard while he was studying and is now able to get a fine job in a place far away from home. But recently the child never sends them any word.

Waiting for his phone calls has become their daily activity. Their only wish is to hear their son asking how they are doing in the village or have small talks about things happening in the past. They just want to hear their son’s success story at work. To hear some words from their son, they do everything they can to make him call .

Trailer

Director

Riyanto Tan Ageraha lahir pada tanggal 13 Maret 1978 di Bantul, Yogyakarta. Kecintaannya pada dunia seni dimulai saat ia memilih untuk belajar teater di SMKI Negeri Yogyakarta dari tahun 1996-1999.  Pada tahun 1997 ia mendapatkan penghargaan sebagai Aktor Pria Terbaik dalam Festival Teater SLTA se-DIY. Ia membuat  film pertamanya yang berjudul Dua Puluh Empat Jam pada tahun 2001.

Keinginan membuat film mendorongnya untuk mengumpulkan teman-teman sekampusnya dan membuat sebuah komunitas film bernama LookOut Community yang pada tahun 2007 berganti nama menjadi LookOut Pictures. Komunitas inilah yang menjadi tempatnya berproses di dunia film.

Riyanto Tan Ageraha was born in 13 March 1978 in Bantul, Yogyakarta. His love to the world of art began when he chose to study theatre in SMKI Negeri Yogyakarta in 1996-1999. In 1997 he received an award as Aktor Pria Terbaik (Best Male Actor) in Festival Teater SLTA in Yogyakarta Special Region. He made his first movie entitled Dua Puluh Empat Jam in 2001.

His desire in making film encouraged him to gather his friends in the university and establish a film community named LookOut Community, which changed its name into LookOut Pictures in 2007. This community becomes the home for his process in the world in film.