Islandscape: Asia-Pacific Films

Memandang Indahnya Panorama Pasifik

 

Pasifik adalah sebuah wilayah luas yang terdiri dari banyak pulau yang mewakili beragam budaya dan masyarakat. Karena menimbang lokasi geografis negara-negaranya, film masa lalu yang lahir di wilayah ini akhirnya bertanya-tanya apakah mereka harus menyuarakan apa pun yang identik dengan Pasifik ataukah hanya hal-hal yang memiliki “daya pikat universal”. Namun kini film-film Pasifik dapat dengan nyaman berbicara kepada penonton nasional dan internasional karena film adalah media global dengan bahasa (audio dan visual) “universal”.

Alih-alih membuat citra populer yang menggambarkan lanskap surgawi dan eksotis, film kontemporer Pasifik merefleksikan kompleksitas kondisi masyarakat di dalamnya. Citra lanskap alam memang masih mendominasi ruang sinematik, namun citra ini terjalin ke dalam rumitnya kondisi sosial, politik, dan budaya yang membangun narasi film yang memikat. Selain itu, identitas kultural yang tercermin di dalam film sangatlah jauh dari keseragaman dan terus melibatkan dinamika kondisi sosial dan politik.

Dengan latar yang demikian, tiga film dokumenter dan satu film panjang akan diputar dalam program ini: Made in Taiwan (Dan Salmon, 2015), The Pa Boys (Himiona Grace, 2014), The Price of Peace (Kim Webby, 2015), dan Moana Rua: The Rising of the Sea (Vilisoni Heneriko, 2015). Made in Taiwan adalah sebuah film dokumenter yang mengisahkan pelayaran dua orang Selandia Baru keturunan Polinesia untuk menemukan akar dan jejak nenek moyangnya, yang membawa mereka dari Selandia Baru ke Kepulauan Cook, Vanuatu, dan, pada akhirnya, Taiwan. Hampir serupa, film panjang berjudul The Pa Boys memetakan perjalanan lima anggota sebuah kelompok musik di North Island, Selandia Baru, sambil terus-menerus menggali kekuatan persahabatan, serta pentingnya keluarga dan sejarah.

Sementara itu, film dokumenter lainnya menghadirkan isu sosial dan lingkungan kontemporer. The Price of Peace menuturkan kisah menyentuh tentang perjuangan suku Maori di Selandia Baru dalam mempertahankan tanah dan melindungi identitas mereka, sementara Moana Rua menyuarakan isu perubahan iklim dengan menggunakan lagu, musik, tarian, dan puisi.

Kami harap Anda akan menikmati, tak hanya keindahan lanskap-pulau Pasifik, tapi juga pesona penghuni dan budayanya yang menakjubkan.

Budi Irawanto     

 


 

Gazing at the Terrific Images of Pacific

 

Pacific is a vast territory consisting of numerous islands which signify different cultures and communities. Given the geographical location of countries in the Pacific, past films from this region seem to deal with the issue of whether they should speak things specific to the Pacific or only of those possessing “universal appeals.” Nowadays films from the Pacific are comfortably speaking to both national and international audiences since film is a global medium with “universal” (audio and visual) language.

 Rather than creating popular images of Edenic and exotic landscape, contemporary films from the Pacific reflect the complicated conditions of society in the region. The images of natural landscape still predominantly occupy the cinematic space, but they are interwoven into the complexity of social, political, and cultural conditions forming a captivating film narrative. Furthermore, the cultural identity represented in the films is far from homogenous and keeps involving the dynamics of socio-political condition.

Based on the backdrop above, there are three documentaries and one feature that will be screened in this program: Made in Taiwan (Dan Salmon, 2015), The Pa Boys (Himiona Grace, 2014), The Price of Peace (Kim Webby, 2015) and Moana Rua: The Rising of the Sea (Vilisoni Heneriko, 2015). Made in Taiwan is a documentary about the ocean voyage of two Polynesian-descent New Zealanders to find their roots and ancestry, taking them from New Zealand to Cook Islands, Vanuatu, and finally Taiwan. Likewise, the feature film The Pa Boys charts the journey of five members of a musical band around the North Island of New Zealand, all the while exploring the strength of friendship, as well as the importance of family and history.

Meanwhile, other documentaries deal with contemporary social and environmental issues in the Pacific. The Price of Peace tells a moving story about the struggle of a Maori tribe in New Zealand in defending their land and protecting their identity, whereas Moana Rua dwells on the issue of climate change by utilizing songs, music, dance, and poetry.

We hope you will enjoy not only the beauty of Pacific islandscapes, but also the lovely people and their incredible culture.

Budi Irawanto

made-in-taiwan-still

Made in Taiwan

Dan Salmon/44 minutes/2005/New Zealand/Documentary

moana-rua-still

Moana Rua: The Rising of The Sea

Vilsoni Hereniko/56 minutes/2015/Fiji/Documentary

The Pa Boys

Himiona Grace/93 minutes/2014/New Zealand/Drama

The Price of Peace

Kim Webby/87 minutes/2015/New Zealand/Documentary