Cuts of Busan International Short Film Festival

Pengantar Cuts of Busan Short 2016

 

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang sudah mempersiapkan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tahun ini. Ketika saya datang ke JAFF pada tahun 2015, saya merasakan gejolak hasrat pembuatan film dan mencoba untuk membahas film di berbagai komunitas. Kami sangat bangga dapat memperkenalkan film-film pendek Korea bertajuk Cuts of Busan Short 2016. Busan International Festival Film Pendek (BISFF) dimulai pada tahun 1980 sebagai festival film pendek Korea dan BISFF akan menggelar edisi ke-34 pada April 2017 nanti. Kami memiliki 3 kategori kompetisi: Internasional, Korea (Nasional), dan NETPAC. Sejak tahun 2015, BISFF menggabungkan diri ke dalam NETPAC untuk menunjukkan antusiasme yang makin bertumbuh terhadap film pendek Asia. Sebagai hasilnya, film Asia mendominasi sebagian besar program dan juga Landscape of Asian Shorts, yang merupakan akses utama bagi film pendek Asia di tahun 2016.

Sebagian besar orang Indonesia mungkin memiliki akses yang mudah ke K-pop, K-Drama, dan K-Film, namun tidak ke film pendek Korea. Di korea, ada lebih dari 1.000 film pendek yang diproduksi setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 700-800 film dimasukkan ke dalam BISFF setiap tahunnya. Sebagian besar film pendek Korea diproduksi oleh mahasiswa kajian film. Jenis film yang mereka buat didominasi oleh Fiksi dan Animasi, sementara film Eksperimental dan Dokumenter hanya mengisi sebagian kecil dari keseluruhan.

BISFF hanya berfokus pada film pendek. Artinya, sebuah film pendek harus melewati berbagai uji coba dalam waktu yang terbatas untuk menjadi film pendek yang sempurna. Tujuan yang kami jabarkan di sini nampak pada berbagai pilihan film dari program tahunan.

Cuts of Busan Short 2016 mempersembahkan 5 film pendek penerima dan nominasi penghargaan bergengsi yang coba kami angkat. Secara kolektif kelimanya menghadirkan keberagaman unik gaya, bentuk, dan pokok bahasan film Korea masa kini. Deer Flower, sebuah film yang berhasil meraih Grand Prix di BISFF, adalah film animasi yang memberikan pengalaman indrawi baru lewat kombinasi cerdas lukisan 3D, stop motion, dan metode 2D. From Now On menciptakan kualitas melankolis yang langka ketika cerita menjadi liar karena pergulirannya yang tak terduga. Dalam New Rapids, keraguan tokoh protagonist perempuan ditelusuri dengan terperinci melalui penggambaran kekacauan batin di dalam dirinya. Film ini menerima penghargaan akting terbaik di BISFF dan di festival film lain melalui penggambaran beragam emosi yang tetap tak tersampaikan oleh sang tokoh. Seol-hee, sebuah film yang berhasil mendapatkan NETPAC Award, menyampaikan pesan mendalam tentang sejauh mana kita dapat masuk ke dalam masalah orang lain. Film yang terakhir, sebuah karya eksperimental berjudul The Plants: Jakarta Monorail 103, merupakan film yang menimpa 103 kolom monorail yang belum selesai dengan gambar hitam-putih dan gambar negatif, lalu melengkapinya dengan musik ritmis di sepanjang film, menciptakan semacam atmosfer kesukuan yang dinamis.

Kali, saya berharap dapat memiliki kesempatan baik untuk melihat keberagaman dan warna film-film baru Korea. Di kesempatan yang akan datang, tentunya akan ada lebih banyak film-film independen Korea bagus yang dapat diperkenalkan di Indonesia. Terima kasih banyak JAFF.

BISFF Programmer Jinna Lee

Cuts of Busan Short 2016 Introduction

 

First, I would like to show my appreciation to those who had made the preparation needed for this year’s Jogja-Netpac Asian Film Festival(JAFF). When I visited JAFF in 2015, I felt lots of eagerness about filmmaking and try to discuss about films throughout the communities. We are very proud to introduce Korean shorts in the name of “Cuts of Busan Short 2016.” The Busan International Short Film Festival (BISFF) started in 1980 as a Korean short film festival and BISFF will have its 34th edition in April 2017. We have 3 categories of competitions: International, Korean (National) and Netpac. Since 2015, BISFF has joined Netpac to show the growing interest in Asian shorts. As a result, Asian films pervade most of the sections as well as “Landscape of Asian Shorts,” which is the main window for Asian short films in 2016.

Many Indonesian people may have easy access to K-pop, K-Dramas and K-Movies, but they do not have access to Korean shorts. In Korea, there are over 1,000 shorts produced annually. Among them, 700-800 Korean shorts, are annually submitted to BISFF. Most of Korean shorts are made by students who are studying in film studies in colleges and universities. There are lots of Fiction & Animation rather than Experimental and Documentary. BISFF focuses on short film, it means that a short film has to attempt adventurous trials within this running time to make a precisely perfect short film. These aims we stated reflect on the selection of film from annual program.

Cuts of Busan Short 2016 will present 5 prestigious award recipient and nominee shorts that we try to highlight. Collectively, they form an interesting diversity of style, form, and subject matter Korean short films today. Deer Flower, a film receiving Grand Prix at BISFF, is an animation that creates new sensory experiences by employing a good mix of 3D painting, stop motion and 2D methods. From Now On achieves a rare quality of melancholy when it gets more poignant as the story shifts into something unexpected. In New Rapids, a feeling of doubt of a female protagonist is being explored in detail, as it portrays the inner chaos within her. This film receives the best acting award at BISFF and other film festivals because of its portrayal of wide range of emotions left unspoken by its female protagonist. Seol-hee, the recipient of Netpac Award, is a masterpiece that delivers a deep message of how close we can get into another person’s problem. The last one, an experimental work entitled The Plants: Jakarta Monorail 103, shoots 103 unfinished monorail columns in black and white and negative images, then fit them together with such rhythmic music, creating a type of an ancient tribe-like dynamics.

In this occasion, I hope that I can have a good chance to see recent Korean films’ diversity and color. In the future, there will be more great Korean independent films that can be introduced in Indonesia. Thank you very much JAFF.

BISFF Programmer Jinna Lee

Deer Flower

Kim Kangmin/8 minutes/2015/South Korea, USA/Animation

From Now On

Lee Kyeongwon/17 minutes/2016/South Korea/Fiction

New Rapids

Choi Jungmoon/20 minutes/2015/South Korea/Fiction

Seol-hee

Bae Yeon-hee /19 minutes/2015/South Korea/Fiction

The Plants: Jakarta Monorail 103

Park Yongseok/5 minutes/2015/South Korea/Experimental