SPECIAL AWARD

Kim Ji-Seok (1960-2017): A Lighthouse of Asian Cinema

 

Kim Ji-Seok (1960-2017): Mercusuar bagi Sinema Asia

The sudden loss of Kim Ji-Seok on 18 May 2017, the Deputy Director and Executive Programmer of Busan International Film Festival (BIFF), had shocked many in the Asian cinema scene. However, Asian filmmakers remember him beyond his role as a film programmer. For young Asian filmmakers, he was a friend, mentor, and dignified person. As a co-founder of BIFF in 1996 and film programmer for 21 years, Kim had a crucial role in discovering and promoting the new talents in Asian cinema. Unsurprisingly, he was dubbed as the “lighthouse of Asian cinema.”

 

Born in Busan in 1960, Kim obtained his master degree at Joong Ang University after completing his studies at Busan University. His interactions and the thoughts he shared with various filmmakers in Asia were enriched with his own experiences. He had left an indelible mark in the form of a legacy in BIFF as he had created a solid platform, built a foundation, and inspired film programming through that festival. Thus, this year’s Jogja-NETPAC Asian Film Festival would like to present a Special Award to the late Kim Ji-Seok for his remarkable dedication and contribution in promoting Asian cinema.

Kepergian Kim Ji-seok, Wakil Direktur dan Juru Program Eksekutif Festival Film Internasional Busan (BIFF), yang tiba-tiba pada 18 Mei 2017 telah mengguncang banyak kalangan di perfilman Asia. Meski demikian, para sineas Asia mengenangnya lebih dari sekadar seorang juru program. Bagi para pembuat film muda Asia, ia adalah sahabat, pembimbing, dan seseorang yang berprinsip. Sebagai tokoh yang ikut membentuk BIFF pada 1996 dan menjadi juru program selama 21 tahun, Kim memiliki peran penting dalam menemukan dan mempromosikan bakat-bakat baru dalam sinema Asia. Tak mengherankan jika ia disebut sebagai “mercusuar bagi sinema Asia.”

 

Lahir di Busan pada 1960, Kim memperoleh gelar master dari Joong Ang University setelah sebelumnya menyelesaikan studinya di Busan University. Interaksinya yang hangat dan kesediaannya berbagi pemikiran dengan banyak pembuat film Asia amat diperkaya dengan pengalamannya. Ia telah meninggalkan jejak yang tak terhapus atau warisan bagi BIFF karena menciptakan platform yang kokoh, membangun fondasi dan pemrograman film yang menginspirasi melalui festival itu. Oleh karena itulah, tahun ini Jogja-NETPAC Asian Film Festival memberikan Penghargaan Khusus pada Kim Ji-Seok atas dedikasi dan sumbangsihnya yang luar biasa dalam mempromosikan sinema Asia.