Dalam budaya musik Vietnam, song lang (disebut juga song loan atau song lan) adalah instrumen perkusi yang digunakan sebagai pengiring pertunjukan cai luong yang merupakan bentuk modern dari opera rakyat Vietnam. Cai luong amat populer di Vietnam pada 1980-an, khususnya di Kota Saigon, atau yang kini lebih dikenal sebagai Kota Ho Chi Minh. Leon Le, seorang sutradara, yang juga mantan pemain teater di Amerika Serikat, lahir dan tumbuh di Saigon, sebelum kemudian pada usia 13 tahun dia bersama keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Song Lang (2018) adalah film panjang pertamanya—setelah beberapa kali membuat film pendek yang menang banyak penghargaan. Film ini mengambil latar Kota Saigon pada 1980-an sebagai wujud penelusuran kembali ingatan Leon Le akan kota kelahirannya.

Penelusuran Leon Le dimulai dari penciptaan karakter Dung ‘Thunderbolt’ (Lien Binh Phat), seorang penagih utang yang mengerjakan pekerjaannya sebagaimana mestinya dan terkesan tanpa perasaan. Tak hanya dengan cara mengancam, cara dia menagih utang pun kerap dengan cara kekerasan. Tak ayal jika kedatangan Dung tak pernah diinginkan. Di balik sikapnya yang dingin itu, Dung ternyata memang menyimpan penderitaan. Ayah dan ibunya telah lama meninggalkannya. Dung sering murung dan menghabiskan waktu luangnya di rooftop apartemennya yang kumuh itu seorang diri. Namun, hidupnya sedikit berubah ketika dia menagih hutang di tempat pertunjukan cai luong.

Di tempat pertunjukan cai luong, dia bertemu dengan pemain yang mahir menyanyi di atas panggung, Linh Phung (Isaac). Dung membawa pulang Phung ke apartemennya setelah berhasil menyelamatkannya dari gangguan para preman yang menyerang Phung. Phung adalah sosok yang bertolak belakang dengan Dung yang keras. Namun, lambat laun mereka bisa menjalin hubungan yang lebih intim dalam waktu yang singkat. Mulai dari bermain game bersama, makan malam bersama di luar, mengobrol di rooftop apartemen karena listrik malam itu padam, hingga bermain musik dan memaksa Phung menyanyikan lagu yang membuat Dung teringat akan masa kecilnya.

Song Lang adalah gambaran yang unik dari hubungan dua orang laki-laki yang memiliki karakter yang bertolak belakang. Meskipun hubungan kedua karakter ini sedikit mengingatkan pada Happy Together (1997), uniknya, Song Lang tidak terjebak pada penggambaran hubungan mereka secara gamblang. Ada batasan-batasan mereka sebagai sesama yang asing yang menjadi benteng bagi keduanya untuk bersentuhan secara fisik. Selain itu, pace film yang lambat dengan bidikan kamera yang banyak menyorot suasana yang sepi, perumahan yang kumuh, gang-gang dan ruangan yang sempit dengan pemilihan palet warna yang eksotis juga dapat mengingatkan kita pada film-film arahan Wong Kar-wai yang terkenal sangat bergaya.

Melalui Song Lang, Leon Le berhasil mengenang masa lalunya, mengemas Kota Saigon pada 1980-an, pertunjukan musikal cai luong, dan barangkali ingatan masa lalunya yang sangat personal itu dalam sajian sinema yang sangat memanjakan mata. Film ini telah memenangi Audience Award sebagai Best Feature di Frameline San Francisco International LGBTQ Film Festival 2019. Melalui film ini pula Leon Le memenangi Forward Future Award sebagai Best New Director di Beijing International Film Festival 2019. Song Lang akan ditayangkan di 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival “Revival” pada program Asian Feature – NETPAC & Geber Awards. (2019)

 

Ditulis oleh Achmad Muchtar | Disunting oleh vanis