Asia Pacific Film in Digital World

Tuesday, December 5, 2017 | 09.00 – 11.00 | PERPUSTAKAAN PUSAT UGM

Maggie Lee

Maggie Lee

Speaker

Maggie Lee is the Chief Asia Film Critic for American film publication, Variety. Lee joined Variety in 2012 after serving as the Asia chief critic for the Hollywood Reporter (2007–2012). Since 2002, she has been living and working in Japan, first as the project manager and programmer for Short Shorts Film Festival & Asia, then as a programming consultant for Tokyo Film Festival. She is also the programming consultant for Vancouver Film Festival. As curator and editor, she has worked with the Hong Kong International Film Festival, the Hong Kong Film Archive, and Cinematheque National Museum of Singapore. She also mentors young critics and directors at film workshops. In 2010, she received an award from the Busan International Film Festival and Korean Film Press Assn. for her contribution to Korean cinema.

 

Maggie Lie ialah Kepala Kritikus Film Asia dalam Variety, sebuah majalah film Amerika. Lee bergabung di Variety pada tahun 2012 setelah sebelumnya bekerja sebagai kepala kritikus bagian Asia di Hollywod Reporter (2007–2012). Sejak 2002, ia tinggal dan bekerja di Jepang; awalnya bekerja sebagai manajer proyek dan programmer untuk Short Shorts Film Festival & Asia, kemudian sebagai konsultan program di Tokyo Film Festival dan saat ini juga di Vancouver Film Festival. Ia juga pernah bekerja sebagai kurator dan editor di Hong Kong International Film Festival, Hong Kong Film Archive, dan Cinematheque National Museum of Singapore. Melalui lokakarya film, ia membimbing para kritikus dan sutradara muda. Pada tahun 2010, ia menerima penghargaan dari Busan International Film Festival dan Korean Film Press Assn. atas kontribusinya pada perfilman Korea.

 

Maxine Williamson

Maxine Williamson

Speaker

Over two decades in film, Maxine established the Asia Pacific Screen Awards competition in 2007, and was the Artistic Director/Film Director finishing on its 10th anniversary in 2016. She was the creative content producer on the documentary series Scene by Scene broadcast yearly on CNN International. The year 2017 sees her move to consulting with the APSA Academy and directing the Brisbane International Film Festival. Previously, she directed the Brisbane Asia Pacific Film Festival from 2014-2016. Maxine has served on numerous international juries, holds a BA in film and TV production, and is a member of: APSA Academy, APSA International Nominations Rotating Council, APSA Documentary nominee selection, NETPAC, and APN (Asia Producers’ Network).

 

Setelah lebih dari dua dekade bergelut di dunia perfilman, Maxine mendirikan kompetisi Asia Pacific Screen Awards pada tahun 2007 dan menjadi Direktur Artistik/Direktur Film hingga perhelatan yang ke-10 di tahun 2016. Ia menjadi produser konten kreatif dalam serial dokumenter Scene by Scene yang diputar setiap tahun di CNN International. Pada tahun 2017 ia menjadi konsultan untuk APSA Academy dan Direktur Brisbane International Film Festival. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Brisbane Asia Pacific Film Festival sejak tahun 2014 hingga 2016. Maxine adalah seorang sarjana di bidang produksi film dan televisi, diundang sebagai juri untuk berbagai kompetisi internasional, dan kini menjadi anggota dari: APSA Academy, APSA International Nominations Rotating Council, tim seleksi nominasi APSA Documentary, NETPAC, dan APN (Asia Producers’ Network).

 

Reza Rahadian

Reza Rahadian

Speaker

Reza Rahadian, known as a model and actor, was born in Jakarta on 5 March 1987. Until now, Reza has starred in dozens of film titles and successfully won many prestigious awards. Reza started his career when winning the selection of Top Guest Aneka Yess! in 2004. His acting debut on the big screen was at Film Horor (2007) and Pulau Hantu 2 (2008). From the film with shades of horror, Reza started to prove the quality of his acting on Perempuan Berkalung Sorban (2009). After playing hard temperament, Reza had tried comedy in Kirun + Adul (2009). He tried to play different characters in every movie, as in the films Hari untuk Amanda (2009) and Queen Bee (2009). His act in Emak Ingin Naik Haji is increasingly shining, his name can also be equated with the senior players. Proven in the arena of FFI 2009, he won Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Best Male Supporting Actor) title for his role in Perempuan Berkalung Sorban. Reza successfully won a brilliant achievement in the field of cinema in Indonesia Film Festival 2010 as Pemeran Pria Utama Terbaik (Best Actor) through the film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.

 

Reza Rahadian lahir di Jakarta, 5 Maret 1987. Ia dikenal sebagai model dan aktor. Hingga kini, Reza telah membintangi puluhan film dan berhasil memenangkan banyak penghargaan bergengsi. Ia mengawali kariernya setelah memenangkan pemilihan Top Guest Aneka Yess! tahun 2004. Debut keaktorannya di layar lebar adalah dalam Film Horor (2007) dan Pulau Hantu 2 (2008). Setelah film dengan suasana horor, Reza membuktikan kualitas aktingnya dalam Perempuan Berkalung Sorban (2009). Selepas memainkan peran dengan temperamen keras, ia mencoba genre komedi dalam Kirun + Adul (2009). Ia mencoba memerankan beragam karakter dalam setiap proyek film selanjutnya, misalnya dalam Hari untuk Amanda (2009) dan Queen Bee (2009). Aktingnya dalam Emak Ingin Naik Haji amat bersinar sehingga namanya disandingkan dengan para aktor senior. Dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2009, ia memenangkan penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik atas perannya dalam Perempuan Berkalung Sorban. Pada ajang FFI tahun berikutnya, Reza berhasil memenangkan penghargaan Pemeran Pria Utama Terbaik atas perannya dalam 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.