Moonrise Over Egypt

OPEN AIR CINEMA

Director: Pandu Adiputra

Duration: 107 minutes

Production: 2018

Country: Indonesia

Category: Fiction

SCREENING


FRI, 30 NOV 2018 / JNM / 19:00

FREE

SYNOPSIS


n April 1947, the Indonesian delegations arrived in Cairo to undertake an important diplomatic mission, seeking recognition of Indonesian sovereignty and independence from the Egyptian government. They were Haji Agus Salim who was also the leader of the delegation, Abdurrachman Baswedan, Mohammad Rasjidi and Nazir Pamoentjak. With the help of Arab League Secretary General, Abdul Rahman Hassan Azzam Pasya, the four men were scheduled to meet with Egyptian Prime Minister Mahmud Fahmi El Nokrashy Pasya.

However, things started to go south when the Dutch ambassador for Egypt, Willem Van Recteren Limpurg, gave all his power to thwart the Indonesian mission. Accompanied by a strategist named Cornelis Adriaanse, Willem then lobbied Prime Minister Nokrashy. Willem and Adriaanse also infiltrated into the group of Indonesian delegates. These two Dutch officials twisted Nokrashy to postpone the plan of bilateral cooperation with Indonesia, which was considered a sign of the legitimacy of Indonesian state’s sovereignty internationally.

The delay in signing the agreement made the delegates stuck in vain. The situation worsened with the news from Indonesia about the NICA invasion that besieged the island of Java and Madura. The faith of three nations eventually fell into the hands of an Indonesian young student of King Fuad University, a hero for one nation, a traitor for other.

April 1947, delegasi Indonesia tiba di Kairo untuk melaksanakan misi diplomasi penting yaitu mencari pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia dari pemerintah Mesir. Mereka yang tergabung dalam delegasi tersebut adalah Haji Agus Salim yang merupakan pimpinan delegasi, Abdurrachman Baswedan, Mohammad Rasjidi, dan Nazir Pamoentjak. Dengan bantuan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Abdul Rahman Hassan Azzam Pasya, keempat laki-laki ini dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Mesir, Mahmud Fahmi El Nokrashy Pasya.

Akan tetapi, semua tidak berjalan dengan semestinya ketika Duta Besar Belanda untuk Mesir, Willem Van Recteren Limpurg, berusahan sekeras mungkin untuk menggagalkan misi Indonesia. Ditemani oleh seorang pembuat strategi bernama Cornelis Adriaanse, Willem lalu melobi Perdana Menteri Nokrashy. Willem dan Adriaanse juga menyusup ke kelompok delegasi Indonesia. Dua utusan Belanda ini memengaruhi Nokrashy untuk menunda perjanjian bilateral Indonesia-Mesir yang menjadi tanda legitimasi kedaulatan negara Indonesia di ranah internasional.

Penandatanganan yang ditunda ini membuat para delegasi Indonesia terjebak di Mesir sia-sia. Situasi ini memburuk ketika datang berita dari Indonesia yang mengabarkan bahwa NICA telah menginvasi dan berhasil mengepung Jawa dan Madura. Takdir dari ketiga negara ini kemudian jatuh di tangan seorang mahasiswa muda Indonesia di King Fuad University, seorang pahlawan untuk satu negara, seorang pengkhianat untuk lainnya.

TRAILER


DIRECTOR


Pandu Adiputra

Pandu Adiputra, a name that is pretty much known in film industry; but do not get it wrong, the name has been widely known in Indonesia’s commercial production for so long. Together with his own production house, PT. Tiga Visi Selaras or Tivisee Pictures, Pandu Adiputra has produced many advertisements all of which have screened through all Indonesia’s national TV channels.

Besides working as the CEO of Tivisee Pictures, Pandu Adiputra also starts his carrier in Indonesia’s film industry. Through his debut with the film Moonrise Over Egypt (2018) as a feature director and Super Didi (2016) as a producer, Pandu Adiputra strengthen his name in the film industry of Indonesia.

Pandu Adiputra, sebuah nama yang mungkin masih asing di dunia film; namun jangan salah, nama Pandu Adiputra telah lama dikenal di dunia produksi periklanan Indonesia. Bersama production house miliknya, PT. Tiga Visi Selaras atau Tivisee Pictures, Pandu Adiputra telah menelurkan pariwara-pariwara yang sudah malang melintang di saluran televisi nasional Indonesia.

Selain sebagai CEO di Tivisee Pictures, Pandu Adiputra juga mulai merambah ke dunia perfilman Indonesia. Melalui film debutnya sebagai sutradara film panjang , Moonrise Over Egypt (2018), dan Super Didi (2016) sebagai produser, Pandu Adiputra semakin mengukuhkan namanya di dunia perfilman Indonesia.

Contact:

Adie Marzuki

adie@tvsfilms.com