Emak

Rahardwiyan Aristya Putra/15 minutes/2016/Indonesian/Fiction

SHOWTIMES:

Open Air Cinema 2:

Wednesday, November 30, 2016 | 19.00 – 20.30 | AMPHITHEATER GRHATAMA PUSTAKA

Synopsis

Tiada yang lebih sepi dari menjadi tua dari hari ke hari. Tahun Baru hampir tiba, Nenek sangat yakin ia akan bertemu anak dan cucu kesayangannya, atau paling tidak mendengar suara mereka dari jarak dekat. Ketika semua orang sibuk mempersiapkan makan malam terbaik mereka, Nenek hanya bisa duduk dan menunggu. Menunggu itu menyakitkan, tetapi kali ini lebih dari itu.

Nothing is quieter than getting worn out by the days. Lunar New Year is coming nearer, Granny is sure that she will meet her beloved children and grandchildren, or at least hearing their voice from a close distant. When everybody is at their best to prepare for their best dine, Granny can only sit and wait. The waiting is painful, but it is not the only pain.

Trailer

Director

Aris adalah mahasiswa jurusan perfilman di Multimedia Nusantara University. Ia termotivasi untuk menjadi seorang pembuat film sejak SMA. Setelah dua tahun belajar, Aris akhirnya berhasil membuat film karyanya sendiri. Emak terilhami dari cerita masa kecil Aris saat ia melihat neneknya yang buta ditinggal oleh empat anaknya.

Aris is a student of filmmaking in Multimedia Nusantara University. He has aspired to be a filmmaker since he was in high school. After two years learning, finally Aris made his way to direct a movie of his own perspective. Emak is inspired from Aris’ childhood experience when he saw his blind grandmother being left alone by her four children.