OPEN AIR CINEMA

Konsistensi Pendekatan Film Pendek ke Masyarakat Umum

Sebuah film pada dasarnya diciptakan berdasarkan citra kehidupan di masyarakat yang sedang ataupun telah berlangsung. Selain itu, film juga memiliki fungsi yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini sebagai refleksi kehidupan berbudaya dan bermasyarakat dalam aspek hiburan juga pendidikan. Namun sampai saat ini, film pendek belum memiliki ruang yang cukup luas untuk berkontribusi terhadap masyarakat umum. Sekat-sekat ruang pemutaran masih berkutat pada ruang “eksklusif” seperti café, hotel, kampus, dll, yang secara akses sulit untuk dijangkau oleh masyarakat umum.

Secara konsisten program Open Air Cinema JAFF mencoba untuk selalu mendekatkan film-film pendek untuk kembali ke masyarakat melalui penayangan. Tahun ini, program Open Air Cinema akan digelar di 3 titik Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki fungsi tempat berbeda, yakni: Bukit Breksi, Taman Sari, dan Perpustakaan daerah Grahatama. Titik-titik itu dipilih bukan hanya karena strategis, namun juga karena memiliki karakter dan latar belakang penonton yang berbeda-beda, sebuah jaminan bahwa mereka akan memberikan respons yang berbeda-beda untuk film-film yang akan ditayangkan. Semoga ikhtiar mendekatkan film pendek dengan penonton melalui penyesuaian dengan daerah tinggal bisa menambah kontribusinya untuk masyarakat.

Selamat berefleksi dari film yang akan ditonton

Mohammad Reza Fahriyansyah

Programmer

Consistency in Bringing Short Films Closer to Public

A film is basically created based on images of life either happening or had already happened in the society. Moreover, a film also has a function needed by today’s society, positioning them to serve as a reflection of cultural and social practices within both entertainment and education aspects. However, until now, short film has not got enough room to contribute to the public. Screening is always held in “exclusive” venues with low public accessibility such as café, hotel, campus, etc.

Consistently, Open Air Cinema JAFF tries to short films closer to the society through screening. This year, Open Air Cinema will be held in three venues in Daerah Istimewa Yogyakarta: Bukit Breksi, Taman Sari, and Perpustakaan Grhatama, each is a place having functions different from the others. Those venues are chosen not only because they happen to be strategic but also possess distinct characteristics and audiences’ background, a guarantee that they will respond differently to the films that will be screened. Hopefully the effort to bring short films closer to audiences through adjustments made based where they live can uplift short films’ contribution to the society in general.

Hope you enjoy reflecting from the films you watch.

Mohammad Reza Fahriyansyah

Programmer

FILM LIST

ss4

Ang

Michaela Clarissa Levi/4 minutes/2016/Indonesian/Animation

Bubar, Jalan! (Dismiss)

Gerry Fairus Irsan/10 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Cermin (Mirror)

Sarah Adilah/3 minutes/2015/Indonesian/Fiction

Emak

Rahardwiyan Aristya Putra/15 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Gilingan

Ersya Ruswandono/21 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Joni Sok Jagoan

Mustafa/5 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Kemunculan Firaun dalam Kisah yang Biasa

Theo Maulana/14 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Namaj Utab

Gemma Muhammad/9 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Makmum

Riza Pahlevi/9 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Ngabuburit (Waiting For Iftar)

Candra Aditya/8 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Pulang Sekolah (After School)

Rio Sumantri/15 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Sandekala

Amriy Ramadhan/9 minutes/2014/Indonesian/Fiction

Sarungku Ilang!

Yasin Hidayat/15 minutes/2016/Indonesian/Fiction

Singsot

Wahyu Agung Prasetyo/14 minutes/2016/Indonesian/Fiction

The Chosen Generation

Ariel Victor/03 minutes/2016/Indonesian/Animation