MESSAGE FROM FESTIVAL DIRECTOR

THE YEAR OF CHANGE, THE YEAR OF REVIVAL

 

This little tree we planted and took care of together has now become a big shady tree whose benefits can be taken, at least for sheltering. JAFF is like a continuously growing tree even though it is only once a year. Just like a tree that isn’t taken care of frequently, it grows organically. This year is the year for us to tidy it up, to cut the limbs that have started branching off everywhere, to sweep off the dried leaves under, or perhaps to get rid of the useless pests or parasites.

In my whole life, never have I ever had a glimpse of imagination that I would become the director of a film festival. Even when I took part in initiating and creating JAFF in 2006, I never imagined it would be this long and this serious. But those things that I never imagined could still happen, and now I take a serious focus on managing JAFF despite the pressure from my other activities. Though there is no one who actually dedicates their whole time managing JAFF, it doesn’t mean we don’t take JAFF seriously. This tree might be taken care of only once a year, but its energy radiates to us the whole year.

This year JAFF is really going on a renovation. We had to wholeheartedly let go of the Program Director Ismal Basbeth and the Managing Director Lija Anggraheni for them to continue their own paths. Elena Tawaluyan who has been involved in JAFF for several years is continuing this year as the Manager Festival. Reza Fahri who, for years, has been growing and learning as a filmmaker in JAFF, is now taking his new position as the Program Director. As the Festival Director, my head feels too heavy thinking about the activities and programs in the all-growing JAFF, so Kamila Andini as a filmmaker who is already experienced in going to a lot of film festivals is chosen by us as the Artistic Director in order to align all the programs in JAFF. The thing that we never thought of but have to do is to develop and to see JAFF in the area of business, thus starting this year JAFF has a Business Director, Ahmad Aditya. These new things have made my partnership with Ajish Adibyo as the Executive Director become even more solid.

The execution of this year’s JAFF is more centered, we choose Empire XXI as the center of the festival as a form of appreciation towards independent movies that are becoming more and more better, quality-wise, and that they have to be presented in a technically adequate space. With all these changes we decide to reduce back this festival into five days for the effectiveness of the programs, and we don’t immediately make it extravagant just yet. The thing that I must especially talk about is the ticketing system which is facing a better modification this year. Not only the more effectively accessed and managed system. Sahabat Hanoman which we have actually released two years ago has showed its benefits even better this year. We create Sahabat Hanoman not only to be a movie package ticket. Sahabat Hanoman is our energy, our best friend. This is a living proof that it is not only us who want to support and make JAFF more lively.

Due to many changes we are doing this year, I want to invite all of you to give suggestions or critics in any form to us. JAFF needs those things in order to be better by our return next year. It is time for JAFF to strengthen the community created by it, but it is not a community if it only takes the benefits without putting efforts in enlivening it. Let us preserve and enliven JAFF together. Because that is what makes JAFF live a long life, longer than the lives of all of us.

TAHUN PERUBAHAN, TAHUN KEBANGKITAN

 

Pohon kecil yang kami tanam dan rawat bersama-sama ini sekarang sudah menjadi pohon rindang dan bisa diambil kami ambil manfaatnya, paling tidak untuk sekedar berteduh. JAFF ibarat pohon yang terus tumbuh walaupun hanya kita rawat setahun sekali. Selayaknya pohon yang jarang kita rawat, ia tumbuh secara organik. Tahun ini adalah tahun untuk merapikannya, memotong dahan-dahan yang mulai bercabang kemana-kemana, menyapu daun-daun kering yang jatuh dibawahnya, atau mungkin membersihkan hama atau parasit yang tidak memberikan manfaat. 

Dalam hidup saya, tidak pernah sekalipun saya mempunyai bayangan akan menjadi direktur sebuah festival film. Bahkan saat ikut menggagas dan melahirkan JAFF di tahun 2006, saya tidak pernah membayangkan akan selama dan seserius ini. Tapi sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan itu tetap saja bisa terjadi, sekarang saya serius sekali mengelola JAFF walaupun diantara himpitan aktivitas lain. Karena saat ini tidak ada satu orang pun yang seratus persen hanya untuk mengurus JAFF, tapi itu bukan berarti kami semua mengurus JAFF dengan tidak serius. Pohon ini memang hanya kami rawat setahun sekali, tapi energinya menghidupi kami sepanjang tahun. 

Tahun ini JAFF benar-benar sedang berbenah. Kami harus ikhlas melepas Program Director Ismail Basbeth dan Managing Director Lija Anggraheni untuk mereka melanjutkan perjalanan berprosesnya. Elena Tawaluyan yang sudah beberapa tahun terlibat di JAFF tahun ini sebagai Manager Festival. Reza Fahri yang bertahun-tahun terus tumbuh dan berproses di JAFF menjadi pembuat film, sekarang menempati posisi baru sebagai Direktur Program. Sebagai Direktur Festival, kepala saya sudah terlalu berat untuk memikirkan semua aktivitas dan program di JAFF yang semakin besar, Kamila Andini sebagai pembuat film yang sering sekali punya pengalaman berkunjung ke banyak festival film kami pilih sebagai Direktur Artistik untuk menyelaraskan semua program di JAFF. Hal yang tidak pernah kami pikirkan tapi harus kami lakukan adalah mengembangkan dan melihat JAFF dari wilayah bisnis, mulai tahun ini JAFF mempunyai seorang Direktur Bisnis, Ahmad Aditya. Beberapa hal baru tersebut membuat partnership saya dengan Ajish Dibyo selaku Direktur Eksekutif menjadi semakin solid.

Pelaksanaan JAFF tahun ini lebih terpusat, Empire XXI kami pilih sebagai pusat festival sebagai bentuk apresiasi kami atas film-film independen yang semakin berkualitas dan harus dipresentasikan di ruang yang secara teknis mencukupi. Dengan banyak perubahan ini kami memutuskan untuk mencoba kembali festival ini menjadi lima hari agar program lebih efektif dan tidak langsung kami mulai dalam bentuk yang besar. Hal yang secara khusus harus saya bahas adalah sistem ticketing yang tahun ini mengalami perubahan yang jauh lebih baik. Bukan hanya secara sistem yang bisa diakses dan dikelola dengan efektif. Sahabat Hanoman yang sebenarnya sudah kami luncurkan dua tahun lalu, tahun ini semakin terlihat manfaatnya. Sahabat Hanoman kami gagas bukan hanya sekedar tiket terusan menonton. Sahabat Hanoman adalah energi kami, sahabat kami. Ini adalah bukti bahwa bukan hanya kami yang ingin menghidupi dan membuat JAFF semakin hidup.  

Karena banyaknya perubahan-perubahan yang kami lakukan pada tahun ini, saya ingin mengajak semuanya untuk memberi masukan, memberi kritikan dalam bentuk apapun kepada kami. JAFF butuh hal itu agar menjadi lebih baik saat kembali lagi di tahun depan. Sudah waktunya untuk JAFF memperkuat komunitas yang terbentuk karenanya, tapi bukan komunitas namanya jika hanya mengambil manfaatnya tapi tidak ingin menghidupinya. Mari kita jaga dan hidupi JAFF bersama. Karena hal itu yang akan membuat JAFF berumur panjang, lebih panjang dari umur kita semua.

Ifa Isfansyah

Festival Director