MESSAGE FROM FESTIVAL ARTISTIC DIRECTOR

A Collective Color and Sound of Cinema

 

 

Collectively, film is usually called as cinema. Therefore, in celebrating the rise of Asian cinema nowadays, means celebrating its collective process as a whole. This year’s JAFF artwork, which was made by Tempa, explicated how collectivity can make cinema more dynamic, colorful, and vibrant. The opening and closing films of this year, along with other films and programs, want to bring and show this spirit into the audience.

Abracadabra shows us how magic works and questions our belief about the magic itself, which are the main elements of cinema itself. The film is full of playfulness; it is manipulative yet enthusiastic thus creating a dynamic atmosphere. Abracadabra, and many other films in this year’s JAFF, shows how the spirit in telling stories can be generated due to collective relation between all the elements in cinema.

The same thing goes with Motel Acacia which shows that collectivity is a powerful way for us to be heard: through cinema, voicing the things we all want to collectively voice. Motel Acacia celebrates cinema by celebrating collaboration which exists within its processes.

This is the time when Asian cinema can be even louder. 100 years of Bengali cinema celebration shows how long we’ve been moving, and this is the moment where we can even more be heard. Therefore, this year, JAFF wants to give a space for collectivity to perform and create. Showing the diversity of voice in cinema: Bengali’s voice, women’s voice, children’s voice, minorities’ voice, and the voices of creators.

When all the voices are heard, that is the time when our cinema, Asian cinema, will stay colorful, powerful, and always rising.

Celebrate the Asian cinema!

Warna dan Suara Sinema kolektif

 

Film, secara kolektif, sering disebut sinema. Maka merayakan kebangkitan sinema asia saat ini adalah tentang merayakan proses kolektif-nya. Artwork jaff tahun ini yang dibuat oleh Tempa memperlihatkan bagaimana kolektifitas bisa membentuk sinema menjadi semakin dinamis, berwarna, vibrant. Tahun ini, film pembuka dan penutup jaff, bersama dengan rangkaian film dan program lainnya ingin memperlihatkan semangat ini.

Abracadabra memperlihatkan bagaimana keajaiban bekerja, mempertanyakan kepercayaan kita terhadap magic, yang merupakan unsur terbesar sinema itu sendiri. Penuh permainan, manipulatif namun bersemangat sehingga mampu membangkitkan dinamika rasa. Abracadabra dan banyak film Asia di JAFF tahun ini memperlihatkan bagaimana semangat dalam bercerita terjadi karena relasi kolektif semua unsur didalamnya.

Begitu juga dengan Motel Acacia yang menunjukan kolektifitas merupakan cara yang kuat untuk sinema kita bersuara. Menyuarakan hal yang ingin bersama kita utarakan. Merayakan sinema dengan merayakan kolaborasi yang tercipta dalam prosesnya.

Ini saatnya sinema Asia semakin bersuara. 100 tahun perayaan bengali sinema memperlihatkan bahwa kita sudah lama bergerak, dan ini saatnya untuk semakin didengar. Untuk itu jaff tahun ini ingin memberikan ruang untuk kolektifitas bekerja dan berkarya. Memperlihatkan keberagaman suara dalam sinema. Suara Bengali, suara perempuan, suara anak-anak, suara minoritas, suara para kreator.

Saat semua suara terdengar, maka disaat itulah sinema kita, sinema Asia, akan terus berwarna, penuh semangat, dan selalu bangkit.

Rayakan sinema Asia!

Kamila Andini

Festival Artistic Director