MESSAGE FROM ARTISTIC DIRECTOR
KAMILA ANDINI

Our Effort to Look Inwards

To move is to make an effort; that’s the philosophy behind this year’s JAFF. This year isn’t easy for all of us, especially in the field of cinema and festival. However, our effort in making the 15th JAFF happen is the most important thing to have during these difficult times.

Throughout the years, JAFF has always been a meeting place for filmmakers and film communities all across Indonesia. This year, however, becomes an initiative for all of us to do the opposite. We would like to close the distance between the 15th JAFF and the audience by holding it online in 15 different cities.

Although it’s not an easy period for filmmakers, this year is indeed a special one to always look inwards. And for that, JAFF continues to create film programmes that can be enjoyed both offline and online. JAFF aims to always be able to become a safe space through discussions and programs that can be participated by filmmakers from all over Indonesia.

This year’s masterclass is immensely special as we will talk about production with Mira Lesmana, a producer who’s currently celebrating the 25th anniversary of her production house. JAFF wishes to be able to motivate fellow filmmakers through Mira Lesmana’s work and hopefully bring further discussions regarding post-production works, as well as how to navigate our creative process during this time.

JAFF has always been there to celebrate cinema. So let’s do exactly that, although from within. I am writing this message in front of my monitor while watching a musical performance by Agus Noor adapted from Eros Chandra’s songs. One of the lyrics that keeps repeating in my head is ‘Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita rindukan’ or ‘Let’s be happy, because we will remember these days’. Let’s relish and celebrate this year’s JAFF programmes, because whatever the condition we’re currently living in, we will definitely remember these days.

Gerak dan Upaya untuk Melihat ke Dalam

Bergerak berarti berupaya. Itulah yang mendasari JAFF tahun ini, tahun yang tidak mudah untuk semua kegiatan perfilman terutama semua yang berhubungan dengan layar dan festival. Tapi upaya, adalah elemen yang penting dalam berkarya dan kami ingin melakukannya dalam JAFF yang ke 15 ini, yang diselenggarakan di waktu yang istimewa ini.

Selama bertahun tahun JAFF menjadi tempat pertemuan banyak pembuat film, terutama komunitas film di berbagai daerah di Indonesia. Tapi kondisi ini membuat kami ingin melakukan hal yang sebaliknya. Dengan menyelenggarakan JAFF di 15 kota, kami ingin mendekatkan film kepada teman-teman pembuat film.

Ini bukan waktu yang mudah untuk semua pembuat film, tapi juga merupakan waktu yang istimewa untuk terus melihat ke dalam. Untuk itu JAFF berupaya membuat program film dilakukan online dan offline, agar tetap menjadi ruang temu yang efektif dan aman, tapi mengajak kita semua untuk melihat jauh ke dalam diri kita lewat cerita dan diskusi yang kami program. Upaya kami untuk membawa diskusi-diskusi tentang pembuatan film untuk para pembuat film di seluruh pelosok Indonesia.

Masterclass kali ini sangat spesial membicarakan produksi bersama seorang produser yang juga tahun ini merayakan ulang tahun rumah produksi nya yang ke 25 tahun, Mira Lesmana. Melihat kembali perjalanannya dan upaya-nya di dalam diri. JAFF juga memberikan diskusi lain mengenai kreatif dan post produksi, juga tentang menjadi bergerak dalam situasi ini.

JAFF diadakan untuk merayakan sinema. Mari bersama rayakan dari dalam. Saya menulis ini di depan monitor saat merekam sebuah pentas musikal karya sutradara Agus Noor yang diambil dari lagu-lagu ciptaan Eros Chandra. Salah satu lirik yang terus teringat adalah ‘Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita rindukan’. Maka mari bersama nikmati dan bersenang-senanglah dengan program JAFF tahun ini. Karena apapun kondisinya, hari ini akan tetap kita rindukan.

© 2020 Jogja-NETPAC Asian Film Festival. All Rights Reserved.