Ojek Lusi (Tour on Mud)

LAYAR KOMUNITAS


Director: Winner Wijaya

Duration: 17 minutes

Production: 2017

Country: Indonesia

Category: Documentary

SCREENING


SAT, 1 DES 2018 / JNM / 13:00

FREE

SUN, 2 DES 2018 / CINEMAXX STUDIO B / 16:00

FREE*

 *) Free ticket available on the spot. Free tickets will be given out on a first comefirst served basis. 

SYNOPSIS


On May 29th 2006, a mud volcano on the gas drilling site of PT. Lapindo Brantas in Sidoarjo erupted. It has been in eruption since then. The mud has drowned at least 16 villages. Until 2017, the victims’ compensations for the loss of their home have not been settled. Some of the victims of the Lapindo mud flood are now selling documentary DVDs and providing tours by motorcycles on this “tourist site”.

Sebelas tahun lalu, Lumpur Sidoarjo (Lusi) menyembur dan menenggelamkan enam belas desa di tiga kecamatan. Beberapa warga korban lumpur mencari penghasilan dengan menjadi tukang ojek sekaligus tour guide di daerah “wisata lumpur” itu. Sebelas tahun adalah waktu yang panjang untuk beradaptasi, tetapi tidak melupakan, karena mereka setiap hari menceritakan kembali kronologi kejadian saat lumpur itu menyembur dan menenggelamkan rumah mereka.

TRAILER


DIRECTOR


Winner Wijaya

Winner Wijaya is an Indonesian filmmaker. He was born in Surabaya on August 8, 1995 and grew up in Malang. He likes to make films since the fifth grade of elementary school because he was taught by his school teacher. Every weekend, together with his friends, they make movies using MiniDV camcorders. They try new fun things, such as painting the house walls green for chroma keying, wearing ghost masks, making up weird stories, and so on. Until now he continues pursuing filmmaking skills by taking a film major at Multimedia Nusantara University.

Winner Wijaya lahir dari keluarga baik-baik di Surabaya 8 Agustus 1995 dan besar di Malang. Ia gemar membuat film sejak kelas lima SD karena sempat diajari oleh guru sekolahnya. Setiap akhir pekan, bersama-teman-temannya, ia membuat film dengan handycam MiniDV yang sering error. Mereka mencoba hal-hal baru yang menyenangkan. Mengecat tembok rumah menjadi hijau untuk chroma keying, memakai topeng-topeng hantu, membuat cerita-cerita yang aneh, dan lain sebagainya. Sampai sekarang ia terus menekuni perfilman dengan mengambil jurusan film di Universitas Multimedia Nusantara.

Contact:

Hore Besok Libur Films

horebesokliburfilms@gmail.com