The term  ‘kinetic’ refers to movement or motion of material bodies and the forces and energy associated with them. It can also be attributed to the illusion of movements being the fulcrum of cinema.

Applying contemporary Asian socio-political contexts, kinetic as a movement can be understood as the dynamics of migration between Asian regions, encompassing trade exchange, multitude cultural confluences and the like. Moreover, in the current pandemic conditions, kinetic perhaps can be used as an allegory to the importance of an active engagement with others who are in need during these critical times.

Meanwhile, in the context of Asian cinema, kinetic can be interpreted as a movement of Asian cinema towards its excellence through the rapidly changing tides brought by the breakneck speed in the development of technology and the fundamental transformations of the media ecology in contemporary conditions. In other words, kinetic highlights the importance to sustain the dynamic movement of Asian cinemas to achieve greatness.

 

Istilah ‘kinetic’ merujuk pada gerakan atau gerak gugus  material serta memiliki asosiasi pada  kekuatan maupun  energi. Kinetic sesungguhnya bisa diterakan pada karakter asali sinema yang mempertontonkan ilusi gerak.

Jika diaplikasikan pada konteks  sosial-politik  Asia kontemporer,  kinetic  sebagai sebuah gerak bisa dimaknai sebagai dinamika migrasi antar-wilayah Asia, pertukaran perdagangan, silang budaya dan sebagainya. Di samping itu, dalam situasi pandemik saat ini, barangkali kinetic bisa menjadi alegori bagi pentingnya keterlibatan aktif pada mereka yang paling butuh bantuan di  tengah krisis.

Sementara itu, dalam konteks sinema Asia, kinetic bisa ditafsir sebagai gerak dari sinema Asia menuju pada keutamaan dalam mengarungi gelombang perubahan yang diusung oleh pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi mendasar dalam ekologi media kontemporer. Dieja secara lain, kinetic menggarisbawahi pentingnya terus merawat gerak sinema Asia demi menggapai kebesarannya.