Jogja Movie Camp 2018, sebuah program workshop sambil camping persembahan Yayasan Sinema Yogyakarta digelar mulai tanggal 6 hingga 8 Juli 2018. Jogja Movie Camp 2018 yang bertempat di Ekowisata Sungai Mudal, Kulonprogo ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari rentang jenjang pendidikan pelajar SMP, SMA, kuliah, hingga umum. Acara dibuka oleh Headmaster Jogja Movie Camp 2018, Ifa Isfansyah dan Puspa Dewi dari Pusbang Film, Kemendikbud RI. Setelah itu peserta diajak berkeliling Ekowisata Sungai Mudal untuk memudahkan mereka dalam proses shooting esok hari.

Acara hari pertama dilanjutkan dengan pemutaran film Indie Bung karya Yulio Rizky dan film Gazebo karya Senoaji Julius yang ditonton oleh 50 orang. Setelahnya semua peserta yang berjumlah 34 orang mulai mengikuti kelas workshop kepenulisan naskah yang dimentori oleh Eddie Cahyono. Setelah maghrib dilakukan workshop lanjutan yaitu penyutradaraan dan sinematografi dengan masing- masing peserta berjumlah enam belas dan delapan belas orang dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. Jogja Movie Camp 2018 hari pertama ditutup dengan sesi brainstorming untuk mengembangkan ide cerita mereka hingga menjadi naskah. Dalam sesi tersebut para peserta telah dibagi dalam tiga kelompok shooting yang terdiri masing- masing dua belas orang dan didampingi oleh masing-masing satu kakak pendamping. Dalam proses tersebut, Eddie Cahyono sebagai mentor workshop kepenulisan naskah menemani hingga dini hari menuju naskah tersebut telah diselesaikan oleh para peserta.

Memasuki hari kedua, kelompok yang telah dibagi sebelumnya mulai melakukan shooting pada pukul 10 pagi. Tiga tema yang telah dibagikan secara acak pada para peserta antara lain ialah tema mengenai persahabatan, petualangan, dan klenik. Para peserta mengeksekusi kegiatan shooting mereka menggunakan seperangkat alat shooting berupa kamera Canon 7D, tripod, mikrofon RODE, poly, dan clapboard. Para peserta diberikan ruang eksplorasi shooting di area Ekowisata Sungai Mudal. Kelompok pertama didampingi oleh Reza Fahri, kelompok kedua didampingi oleh Said Nurhidayat, dan kelompok tiga didampingi oleh Wahyu Agung Prasetyo. Seluruh peserta dibebaskan untuk mengambil gambar dalam lingkup ruang Ekowisata Sungai Mudal. Tim Jogja Movie Camp 2018 juga telah menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk proses shooting. Berkenaan dengan hal ini, peserta dituntut untuk mengeksplor ruang dan alat yang terbatas untuk menguji seberapa jauh kreativitas mereka.

Kelompok pertama yang didampingi oleh Reza Fahri mendapat tema petualangan dengan judul Lauk Iwak yang berdurasi 05:05 menit. Kelompok ini mengeksplorasi bagian atas dari Taman Ekowisata Sungai Mudal sebagai lokasi shooting. Kelompok dua mendapatkan tema persahabatan berjudul Kotak Ajaib dengan durasi 04:28 menit. Kelompok yang didampingi oleh Said Nurhidayat ini mengambil gambar di berbagai tempat, mulai dari jalan pedesaan, hutan, hingga air terjun. Kelompok tiga yang didampingi oleh Wahyu Agung Prasetyo mendapat tema yang cukup unik, yaitu klenik dengan judul Mari yang berdurasi 05:01 menit. Film ini mengambil cerita tentang hubungan ibu dan anak yang sangat kontras dalam hal iman. Dikarenakan keunikan ini, beberapa kendala yang ditemui oleh kelompok tiga salah satunya yakni pemenuhan properti. Namun, kelompok tiga tetap dapat mengatasi hal tersebut dengan mulus.

Setelah kegiatan shooting selesai, Seluruh peserta mengikuti kelas workshop editing yang dimentori oleh Greg Arya pada pukul 18.30. Para peserta dibimbing langkah demi langkah untuk mempelajari proses editing menggunakan bahan yang telah mereka ambil sebelumnya. Setelahnya, para editor, sutradara dan produser dari setiap kelompok tersebut mulai melakukan proses editing film yang telah mereka shooting pada siang harinya dengan ditemani kakak pendamping editing, Indra Sukmana. Perangkat editing yang mereka gunakan berupa Macbook dengan software Adobe Premiere cc 2017. Rangkaian acara Jogja Movie Camp 2018 hari kedua ditutup dengan sharing session sembari melingkari api unggun.

Hari terakhir merupakan hari di mana para peserta akan meyaksikan hasil dari proses selama dua hari sebelumnya. Pemutaran film Lauk Iwak, Kotak Ajaib, dan Mari disaksikan oleh tujuh puluh orang terdiri dari peserta dan panitia Jogja Movie Camp 2018, perwakilan dari Pusbang Film, Anton Razali serta beberapa pengunjung Ekowisata Sungai Mudal di hari itu. Pemutaran ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara penonton dan para sutradara yang terlibat dalam ketiga film tersebut.

Rangkaian acara Jogja Movie Camp 2018 diakhiri dengan upacara penutupan dan kelulusan. Upacara penutupan dibuka oleh sambutan dari Lija Anggraheni, selaku Program Director Jogja Movie Camp 2018, Budi Irawanto selaku Ketua Pengawas Yayasan Sinema Yogyakarta, dan Anton Razali perwakilan dari Pusbang Film, Kemendikbud RI. Setelehnya Jogja Movie Camp 2018 memberikan apresiasi pada peserta yang membuat content instastory, instagram, dan peserta terfavorit dari setiap kelompok.

Dalam pelaksanaannya yang pertama, Jogja Movie Camp 2018 telah meluluskan 38 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan. Kelulusan para peserta dilaksanakan secara simbolis dengan pengalungan medali dan penyerahan sertifikat oleh Budi Irawanto. Yayasan Sinema Yogyakarta bekerjasama dengan Jogja Film Academy menghadiahkan satu beasiswa short course Jogja Film Academy selama enam bulan kepada Andhika Rama Roostanto dari SMK N 48 Jakarta karena dianggap paling berprestasi dalam kegiatan workshop. Acara beserta beasiswa semacam ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi sineas-sineas muda Indonesia untuk terus berkarya.(va)