Wage

JAFF Indonesian Screen Awards


Director: John De Rantau

Duration: 120 minutes

Production: 2018

Country: Indonesia

Category: Fiction

SCREENING


MON, 3 DES 2018 / EMPIRE XXI STUDIO A / 10.00

SYNOPSIS


Indonesia’s national anthem is the nation’s symbol as well as its identity since it was first sung with the ones who pledged on Sumpah Pemuda. October 28th 1928 is remarked as the day of national enlightenment, the realization that Indonesians should fight the colonizers as one nation, Indonesia Raya, and are no longer divided by regionals, tribes or religions. The instigator was contained in the song Indonesia Raya and Sumpah Pemuda, both of which were born on the same day, October 28th 1928.

 

“I must fight for this nation’s independence with my songs and violin. For that, I might as well be directly involved with the independence movement of this nation.” That was the spirit inside Wage Supratman, a man who was born in Somongari, Purworejo, October 19th 1903. The burning spirit had taken him to be involved in the independence movement in Java, as a journalist who spoke for the people, joining numerous meetings with youth organizations, involved in the nation movement, and also arranged many fight songs to keep the spirit of the people.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah simbol dan identitas bangsa semenjak pertama berkumandang bersamaan dengan bergemanya ikrar Sumpah Pemuda. Momentum 28 Oktober 1928 ini merupakan perwujudan dari kebangkitan kesadaran perlawanan terhadap penjajah secara nasional, yaitu kesadaran untuk melawan penjajah secara bersama-sama sebagai satu bangsa, Indonesia Raya, dan tidak lagi berbasis kedaerahan dan kesukuan maupun keagamaan. Daya pembangkit kesadaran kebangsaan terkandung dalam lagu Indonesia Raya dan Sumpah Pemuda, yang lahir bersamaan pada 28 Oktober 1928.

“Aku harus ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, aku pun harus terlibat langsung dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini”. Demikianlah semangat membara dalam diri seorang Wage Supratman, laki-laki kelahiran Somongari, Purworejo, 19 Maret 1903. Semangat membara itu mengantar Wage Supratman melibatkan diri secara langsung dalam pergerakan kemerdekaan di Jawa, menjadi jurnalis yang menyuarakan penderitaan rakyat kecil, memasuki ruang-ruang rapat organisasi pemuda, terlibat dalam arena pergerakan kebangsaan, dan terutama menggubah lagu-lagu perjuangan untuk menggelorakan semangat perlawanan rakyat.

TRAILER


DIRECTOR


John De Rantau

John De Rantau was born in Padang, 48 years ago. He is an alumnus of Institut Kesenian Jakarta, majoring in directing. His audio-visual works on TV and Film have gotten many appreciations from national and international festivals. He was the one who found LA Lights Indie Movie Film Festival which has been held for seven years. In 2013, John was the one of the judges for Indonesia Film Festival.

John De Rantau lahir di Padang, 44 tahun lalu. Ia adalah lulusan Institut Kesenian Jakarta, mayor penyutradaraan. Karya audio-visual-nya di TV dan Film sudah banyak diapresiasi festival nasional hingga internasional dan John De Rantau yang memprakasai sebuah ajang festival film LA Lights Indie Movie yang sekarang sudah berjalan selama 7 tahun. Pada tahun 2013, John juga dipercaya menjadi juri pada Festival Film Indonesia.

Contact:

Andy Shafik

shafik_cam@yahoo.com