artwork 7

Messages from Festival President

Mari Menjadikan Jiwa Kita Bermekaran

Selama tujuh belas tahun tanpa pernah terputus, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) terus digelar sejak dinisiasi untuk pertama kalinya. Mengarungi pelbagai rintangan, JAFF memupuk apreasiasi yang tulus dan penghargaan yang tinggi  terhadap sinema sebagai bagian organik masyarakat dan budayanya. Karenanya, edisi ketujuh belas JAFF tahun in bisa dimaknai sebagai testimoni keteguhan dan komitmen kami dalam mempromosikan dan mendesiminasi sinema Asia terlepas apapun kondisi sosial-politik yang terjadi.

 

Memilih ‘Blossom’ sebagai tema festival tahun ini, kami tak hanya menggarisbawahi usia festival film ini, tapi juga sebentuk ode tentang semangat muda dan penuh gairah yang diusung oleh sinema Asia. Seperti kita tahu, sinema Asia senantiasa menawarkan perspektif segar dan cara pandang baru terhadap budaya dan masyarakat Asia. Dieja secara lain, kata ‘blossom’ memiliki pertautan yang erat dengan kemudaan yang melekat pada generasi pembuat film Asia yang tengah tumbuh dan pentingnya meremajakan kembali sinema Asia agar senantiasa selaras dengan dunia yang terus berubah. Tentu saja, kami sangat menaruh penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya hebat yang telah diletakkan fondasinya oleh para pembuat film Asia di masa lalu sebagaimana mereka menjadi sumber ilham agar terus berkarya lebih baik lagi. 

 

Menerjemahkan tema festival, tahun ini kami memberi  mimbar yang lebih luas dan  terbuka terhadap pembuat film Asia baru untuk unjuk karya kendati mereka barangkali tak  memperoleh cukup dukungan dari lembaga-lembaga yang mapan. Kami percaya dengan sepenuh hati sebagaimana kutipan dari peraih Nobel Doris Lessing, “Setiap manusia di mana pun akan mekar bakat dan kemampuannnya ratusan kali semata-mata jika mereka diberikan kesempatan untuk melakukannya.” Maka, kami percaya bahwa bakat yang luar biasa dan kreativitas yang mengagumkan barangkali bisa ditelisik dari tempat-tempat yang kurang dikenal di Asia. Permata sinematik terbaik acapkali terkubur dalam lumpur ketidaktahuan dan ketidakpedulian kita terhadap keragaman budaya sinema di Asia.

 

Demikianlah, festival film adalah ruang bagi pembuat film merengkuh  penonton sejatinya dan mendorong perbincangan serta permenungan lebih jauh. Melalui sinema, kita belajar lebih banyak budaya lain dan lantas kita gunakan untuk merenungi keadaan kita sendiri. Lebih jauh, sinema menyentuh pikiran dan jiwa kita serta menjadikan kita memahami apa artinya menjadi manusia dalam maknanya yang paripurna. Sebagaimana penulis Perancis, Marcel Proust, pernah menyatakan, “Marilah kita berterima kasih pada orang-orang yang telah membuat diri kita berbahagia, merekalah para juru taman yang membuat jiwa kita bermekaran.” Karena itu, terima kasih pada pembuat film Asia yang telah memperkaya hidup kita dengan penuh kebahagiaan serta bermakna melalui karya sinematik yang kita saksikan. Dan mari menjadikan jiwa kita bermekaran.  

Budi Irawanto

Budi Irawanto

Festival President