Look At Me, Touch Me, Kiss Me

114 minutes | 2022 | Indonesia, Malaysia, South Korea | Narrative | Indonesian, Malay, Korean | sub. English & Korean | 13+

POSTER_LOOK-AT-ME-TOUCH-ME-KISS-ME-_2022_LAUREL

Jadwal

XXI 4 | MON 28 NOV | 20:15

XXI 4 | WED 30 NOV | 17:00

Indonesia Premiere

Sinopsis

Chapter 1: Kuala Lumpur 

“Look At Me” 

Nana terpaksa bekerja di perusahaan pinjaman ilegal karena terlilit hutang yang sangat besar. Balap go-kart memungkinkannya untuk melarikan diri dari kehidupannya yang menyedihkan. Si pemilik go-kart Adam tertarik pada Nana, dan desir-desir perasaan itu perlahan membangkitkan hati yang sunyi. Karena pandemi tidak bisa diprediksi, Adam memutuskan untuk membantu Nana melunasi utangnya apapun konsekuensinya.


 Chapter 2: Jakarta 

“Touch Me”

 Ini adalah kisah Ben, seorang mantan fotografer yang menjadi pemilik bar yang mengagumi Nay, seorang model yang baru saja bercerai. Mereka bersatu kembali setelah 5 tahun dan saling menemukan satu sama lain. 


Chapter 3: Korea 

“Kiss Me” 

Gi-nam adalah seorang pengemudi ekskavator yang belum pernah berciuman dengan siapa pun tetapi jatuh cinta dengan So-yeon. So-yeon bekerja di “”Kiss Room””. Ketika Gi-nam mengetahui bahwa So-yeon dalam bahaya, dia memutuskan untuk menjual ekskavatornya untuk menyelamatkan So-yeon. 


So-yeon tidak pernah membayangkan dia akan dapat menemukan cinta setelah melalui begitu banyak suka dan duka, terutama selama masa wabah penyakit yang kacau ini.

Sutradara

Djenar Maesa Ayu, Ho Yuhang, Kim Tai Sik

 

Produksi

Sinemavio & Trimoving PicturesVLP, Happy Together Pictures, Film Line

 

Kontak:

veralasut@vlpindonesia.com

Profil Sutradara

Kim Tai Sik

Kim Tai Sik

Setelah mengambil jurusan studi film di Seoul Institute of the Arts, KIM melanjutkan studi di Jepang pada tahun 1980. Ia belajar di Japan Institute of the Moving Image dan mengambil jurusan penyutradaraan film. Sejak 1986, ia bekerja sebagai produser koordinat untuk film, TV, dan iklan di Jepang, Australia, dan Hong Kong. Dia terpilih sebagai 1st Berlinale Talents di Berlin International Film Festival ke-53 untuk film pendeknya "32nd DEC: Where is Mr. President?" (2003). Film panjang pertamanya, "Driving With My Wife's Lover" (2007), ditayangkan di lebih dari 30 festival film internasional, termasuk Sundance dan Rotterdam IFF, dan memenangkan sembilan penghargaan. "Tokyo Taxi" (2010), produksi bersama antara Korea dan Jepang, adalah film panjang keduanya. KIM terus memperluas ruang lingkup kreatifnya melalui film-filmnya "Red Vacance Black Wedding" (2011) dan "Heartbreak Hotel" (2015). Dia baru-baru ini menyutradarai film produksi bersama Filipina-Korea, "Sunshine Family (2020)".

 Ho Yuhang

Ho Yuhang

Yuhang Ho lahir di Malaysia. Dia adalah seorang sutradara dan aktor yang terkenal berkat: "Rain Dogs太阳雨" (2006) yang memenangkan dua penghargaan: Sutradara Terbaik di Festival des 3 Continents dan Sutradara Baru Terbaik di Hong Kong Asian Film Festival. "In The End Of Daybreak 心魔" (2009) dan "Mrs K" (2016). "Folklore" (HBO horror series, 2017), "The Ghost Bride" (Netflix; 2019).

Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu

Dikenal sebagai sastrawan, pemeran, penulis skenario, sutradara dan produser. Ia telah menerbitkan 6 buku kumpulan cerpen, sebuah novel dan menyutradarai 5 film panjang, 1 film pendek dan 1 film omnibus.

Film pertamanya, 'MEREKA BILANG, SAYA MONYET! meraih piala citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik. Film ketiganya 'NAY' mendapat penghargaan NETPAC AWARD kategori Best Asian Feature Film di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2015.
Djenar menyutradarai film pendek pertamanya 'TRIS' di tahun 2021 dan memenangkan Best Picture & Favorite Short Film IFF Melbourne Short Film Competition 2022.