artwork 5

INDONESIAN SCREEN AWARDS

Catatan Program: Indonesian Screen Awards

Pertumbuhan film Indonesia tahun 2022 memutarbalikan kekhawatiran beberapa prediksi mengenai kesulitan yang akan dihadapi film Indonesia ketika angka pandemi mulai landai. Diperkirakan akan memulai dengan tersendat dan maju secara perlahan, film Indonesia justru melaju pesat. Jumlah penonton sedikit lagi melampaui rekor perolehan penonton tahun 2019. Persentase jumlah penonton film Indonesia juga melebihi jumlah penonton film non-Indonesia. Rekor penonton terbanyak yang tercatat pecah dengan KKN di Desa Penari mencapai angka 9 juta lebih penonton. Nuansa yang begitu optimis langsung memuncak.

Keberhasilan tanpa konsistensi yang dapat terlihat dan terlacak adalah semu. Konsistensi dapat diwujudkan apabila ekosistemnya, tidak hanya soal produksi, tidak melulu soal film fiksi panjang, berjalan dengan baik. Di tahun-tahun sebelumnya terutama tahun lalu, jumlah pendaftar dari film panjang Indonesia besar dan beragam. Tahun ini jumlahnya lebih sedikit dan membuat tim program menjadi lebih tertantang lagi untuk menentukan film apa saja yang juga masuk ke dalam program berkompetisi Indonesia Screen Awards ini.

Kami turut memasukkan beberapa pendaftar film dokumenter panjang dalam program ini. Pilihan menggabungkan antara fiksi dan dokumenter lazim juga ditemukan dalam festival-festival dunia sehingga tidak salah kami mencoba dan mengikutsertakannya. Ada dua film yang masuk dalam program ini. Bicara soal peristiwa 1965 dan mereka yang kehilangan warga negara hingga tak bisa pulang bukan barang baru dalam jajaran film-film tentang 1965. Eksil kemudian merekamnya dalam situasi terkini mereka yang dicampakan negaranya. Roda-roda Nada dari Yuda Kurniawan yang menangkap peristiwa-peristiwa sudut wilayah tentang mimpi, kecintaan dan musik.

Bicara soal musik, maka Galang dari Adriyanto Dewo juga membicarakan hal yang sama. Skena musik bawah tanah dan pedihnya kehilangan muncul dalam film ini. Hingar bingar musik juga lantang terdengar mengiringi film Balada Si Roy dari Fajar Nugros. Sebuah adaptasi dari cerita populer nyaris lima dekade yang lalu dengan gaya yang modern lengkap dengan tampilan dan percikan-percikan zaman itu. Mencuri Raden Saleh dari Angga Dwimas Sasongko adalah film yang sangat modern. Bentuk baru drama pencurian dalam ruang yang lebih luas dan situasi yang lebih sempit berkejaran dengan waktu.

Dua film menjadikan posisi laut sebagai cerita. Cross the Line dari Robby Ertanto dalam sebuah kapal. Cerita-cerita harapan untuk mencapai tujuan yang lebih baik meski mereka sudah berada dalam pusaran yang tak bisa dihindari. Alang-alang dari Khusnul Khitam lebih menggunakan perspektif anak dalam mencari kebebasan dan impiannya. Satu film horor dari Ismail Basbeth, Potret dari Sebuah Mimpi Buruk kami pilih juga untuk mengisi jajaran program Indonesia Screen Awards. Perjalanan kegelapan yang mencoba mencari titik terang. 

Tiga film dari tiga kota yang berbeda juga kami pilih. Labirin antara imajinasi dan nyata, mimpi dan kenyataan tentang anak kecil dan neneknya dalam Sejarah Kisah-kisah yang Musnah dari BW Purbanegara berlokasi di Bali. Petualangan perjalanan mencari seekor sapi yang menjadi aset hidup keluarga dalam film dari Makassar, Sahara yang disutradarai Zhaddam Aldhy Nurdin. Terakhir ada perjalanan tentang perempuan Papua menggapai mimpinya yang disutradarai oleh sutradara dari Papua, Theo Rumansara berjudul Orpa.

Semoga ke depan film panjang Indonesia juga tetap mempertahankan atau bahkan bisa lebih semarak dalam keragamannya. Tentu saja harapan ditambah dengan sarana fisik maupun non-fisik terus mendapat dukungan. Selamat menyaksikan keragaman-keragaman film panjang Indonesia di program Indonesia Screen Awards ini.

INDONESIAN SCREEN AWARDS

Razka Robby Ertanto | 70 minutes | 2022 | Indonesia | Narrative | Indonesian | sub. English | 17+

Adriyanto Dewo | 103 minutes | 2022 | Indonesia | Narrative | Indonesia | sub. English | 13+

BW Purbanegara | 79 minutes | 2022 | Indonesia | Narrative | Indonesian | sub. English | 13+

Theo Rumansara | 99 minutes |2022 | Indonesia | Narrative | Indonesia | sub. English | 13+

Zhaddam Aldhy NUrdin | 65 minutes | 2022 | Indonesia | Narrative | Indonesia | sub. English & Bahasa Indonesia | 13+

Khusnul Khitam | 100 minutes | 2021 | Indonesia | Narrative Indonesia | – | 13+

Angga Dwimas Sasongko | 154 minutes | 2021 | Indonesia | Narrative | Indonesia | sub. English | 13+

Fajar Nugros | 119 minutes | 2021 | Indonesia | Narrative | Indonesia | sub. English | 13+

Lola Amaria | 119 minutes | 2022 | Indonesia | Documentary | Indonesia | sub. English | 13+

Ismail Basbeth | 84 minutes | 2022 | Indonesia | Narrative | Indonesia | sub. English | 13+

Yuda Kurniawan | 98 minutes | 2022 | Indonesia | Documentary | Indonesia | sub. English | 13+