Home » Asian Perspectives - Feature
Category:

Asian Perspectives – Feature

Come Back Anytime

81 minutes | 2021 | Japan | Documentary
Japanese | sub. English | 13+

poster-CBA

Jadwal

XXI 4 | THU 1 DEC | 12:30

XXI 5 | FRI 2 DEC | 13:00

Indonesia Premiere

Sinopsis

Master ramen otodidak Masamoto Ueda dan istrinya Kazuko telah menjalankan restoran ramen Tokyo mereka, Bizentei, selama lebih dari empat puluh tahun. Bersama puluhan pelanggan setia mereka telah menciptakan ruang untuk sebuah komunitas yang akrab. Pada akhir pekan, mereka berpetualang bersama melintasi pedesaan Jepang, memanen pir, rebung, dan ubi gunung liar. Karena menyadari bahwa tidak ada hal yang abadi, dan bahwa sang master harus pensiun suatu hari nanti, semua orang memutuskan untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya dan benar-benar mengapresiasi tempat istimewa, makanan unik yang lezat, bergizi, dan komunitas teman-teman yang spesial ini, sebelum suatu hari nanti hilang untuk selamanya.

Sutradara

John Daschbach

 

Produksi

JD Media Co., Ltd.

 

Kontak:

inquiry@jdmedia.co.jp

Melbourne International Film Festival 2021

Official Selection

Hot Docs Canadian International Documentary Festival 2021

Official Selection

DOC NYC 2021

Profil Sutradara

John Daschbach

John Daschbach

John Daschbach adalah pembuat film Amerika yang tinggal di Tokyo dan jatuh cinta kepada film di Dartmouth College Film Society selama masa kecilnya di Hanover, Belanda. Setelah mengenyam pendidikan sastra di perguruan tinggi, ia terjun ke penyuntingan film sambil belajar dari editor legendaris, Ralph Rosenblum di Universitas Columbia. Sejak merebaknya revolusi digital di akhir 90-an, ia telah membuat banyak film independen, dan mengedit film dari sutradara lain. “Come Back Anytime” adalah film panjang keduanya, dokumenter pertamanya, dan percobaan sinematografi pertamanya.

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail

Ajoomma

by jaff admin
아줌마

Ajoomma

90 minutes | 2022 | Singapore, South Korea | Narrative | Mandarin, Korean | sub. English | 13+

AJOOMMA-BusanPoster

Jadwal

XXI 3 | SAT 3 DEC | 12:45

Sinopsis

Seorang janda setengah baya yang terobsesi dengan drama Korea dari Singapura melakukan perjalanan ke luar negeri untuk pertama kalinya ke Seoul, dan akhirnya tersesat. Perjalanannya menjadi jalan penemuan diri yang tak terduga, saat dia berdamai dengan kehidupan yang benar-benar dia inginkan untuk dirinya sendiri, di luar perannya sebagai putri, istri, dan ibu.

Sutradara

He Shuming



Produksi

Girraffe Pictures

 

Kontak:

jing@rediancefilms.com

Profil Sutradara

He Shuming

He Shuming

He Shuming adalah seorang penulis-sutradara dari Singapura. Ia menuntaskan pendidikannya di Puttnam School of Film and Animation, Lasalle College of The Arts di Singapore dan di American Film Institute Conservatory (AFI), di mana ia menyelesaikan gelar masternya di jurusan Penyutradaraan. "Ajoomma" adalah debut film panjangnya. Baru-baru ini, ia dianugerahi Young Artist Award oleh National Arts Council salah satu penghargaan kesenian tertinggi di Singapura.
Most recently, he was conferred the Young Artist Award by the National Arts Council, one of the most distinguished honors for the arts in Singapore."

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail

Look At Me, Touch Me, Kiss Me

114 minutes | 2022 | Indonesia, Malaysia, South Korea | Narrative | Indonesian, Malay, Korean | sub. English & Korean | 13+

POSTER_LOOK-AT-ME-TOUCH-ME-KISS-ME-_2022_LAUREL

Jadwal

XXI 4 | MON 28 NOV | 20:15

XXI 4 | WED 30 NOV | 17:00

Indonesia Premiere

Sinopsis

Chapter 1: Kuala Lumpur 

“Look At Me” 

Nana terpaksa bekerja di perusahaan pinjaman ilegal karena terlilit hutang yang sangat besar. Balap go-kart memungkinkannya untuk melarikan diri dari kehidupannya yang menyedihkan. Si pemilik go-kart Adam tertarik pada Nana, dan desir-desir perasaan itu perlahan membangkitkan hati yang sunyi. Karena pandemi tidak bisa diprediksi, Adam memutuskan untuk membantu Nana melunasi utangnya apapun konsekuensinya.


 Chapter 2: Jakarta 

“Touch Me”

 Ini adalah kisah Ben, seorang mantan fotografer yang menjadi pemilik bar yang mengagumi Nay, seorang model yang baru saja bercerai. Mereka bersatu kembali setelah 5 tahun dan saling menemukan satu sama lain. 


Chapter 3: Korea 

“Kiss Me” 

Gi-nam adalah seorang pengemudi ekskavator yang belum pernah berciuman dengan siapa pun tetapi jatuh cinta dengan So-yeon. So-yeon bekerja di “”Kiss Room””. Ketika Gi-nam mengetahui bahwa So-yeon dalam bahaya, dia memutuskan untuk menjual ekskavatornya untuk menyelamatkan So-yeon. 


So-yeon tidak pernah membayangkan dia akan dapat menemukan cinta setelah melalui begitu banyak suka dan duka, terutama selama masa wabah penyakit yang kacau ini.

Sutradara

Djenar Maesa Ayu, Ho Yuhang, Kim Tai Sik

 

Produksi

Sinemavio & Trimoving PicturesVLP, Happy Together Pictures, Film Line

 

Kontak:

veralasut@vlpindonesia.com

Profil Sutradara

Kim Tai Sik

Kim Tai Sik

Setelah mengambil jurusan studi film di Seoul Institute of the Arts, KIM melanjutkan studi di Jepang pada tahun 1980. Ia belajar di Japan Institute of the Moving Image dan mengambil jurusan penyutradaraan film. Sejak 1986, ia bekerja sebagai produser koordinat untuk film, TV, dan iklan di Jepang, Australia, dan Hong Kong. Dia terpilih sebagai 1st Berlinale Talents di Berlin International Film Festival ke-53 untuk film pendeknya "32nd DEC: Where is Mr. President?" (2003). Film panjang pertamanya, "Driving With My Wife's Lover" (2007), ditayangkan di lebih dari 30 festival film internasional, termasuk Sundance dan Rotterdam IFF, dan memenangkan sembilan penghargaan. "Tokyo Taxi" (2010), produksi bersama antara Korea dan Jepang, adalah film panjang keduanya. KIM terus memperluas ruang lingkup kreatifnya melalui film-filmnya "Red Vacance Black Wedding" (2011) dan "Heartbreak Hotel" (2015). Dia baru-baru ini menyutradarai film produksi bersama Filipina-Korea, "Sunshine Family (2020)".

 Ho Yuhang

Ho Yuhang

Yuhang Ho lahir di Malaysia. Dia adalah seorang sutradara dan aktor yang terkenal berkat: "Rain Dogs太阳雨" (2006) yang memenangkan dua penghargaan: Sutradara Terbaik di Festival des 3 Continents dan Sutradara Baru Terbaik di Hong Kong Asian Film Festival. "In The End Of Daybreak 心魔" (2009) dan "Mrs K" (2016). "Folklore" (HBO horror series, 2017), "The Ghost Bride" (Netflix; 2019).

Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu

Dikenal sebagai sastrawan, pemeran, penulis skenario, sutradara dan produser. Ia telah menerbitkan 6 buku kumpulan cerpen, sebuah novel dan menyutradarai 5 film panjang, 1 film pendek dan 1 film omnibus.

Film pertamanya, 'MEREKA BILANG, SAYA MONYET! meraih piala citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik. Film ketiganya 'NAY' mendapat penghargaan NETPAC AWARD kategori Best Asian Feature Film di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2015.
Djenar menyutradarai film pendek pertamanya 'TRIS' di tahun 2021 dan memenangkan Best Picture & Favorite Short Film IFF Melbourne Short Film Competition 2022.

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail
Khürd

The Wheel

52 minutes | 2020 | Mongolia | Documentary
Mongolian | sub. English | 13+

The-Wheel-Poster

Jadwal

XXI 5 | WED 30 NOV | 20:30

XXI 5 | FRI 2 DEC | 18:30

Indonesia Premiere

Sinopsis

Apa yang menyebabkan keturunan pejuang kuda Mongolia yang tak terkalahkan mengakhiri hidup mereka? Para penyintas bunuh diri dan anggota keluarga dari para pejuang itu menceritakan kehidupan mereka. Banyak yang tidak ingin diidentifikasi dalam film: bunuh diri adalah hal yang tabu. Kisah-kisah itu berasal dari berbagai bagian negara, tetapi di mana-mana alasan melakukan bunuh diri serupa: keputusasaan, kesepian, kerasnya hidup, dan kebuntuan. Di depan umum, rakyat menyalahkan pemerintah yang korup dan merampas kesempatan rakyat. Kondisi hidup pasangan yang bertahan hidup karena menggali mengais besi tua melambangkan keadaan bangsa tersebut. sebuah eksistensi yang jauh dari kebebasan kehidupan nomaden tradisional.

Sutradara

Nomin Lkhagvasuren

 

Produksi

BAL FIlms

 

Kontak:

andy@rainafilms.com

Amsterdam International Documentary Film Festival 2020

IDFA Award for Best Mid-Length Documenta

Profil Sutradara

Nomin Lkhagvasuren

Nomin Lkhagvasuren

Nomin Lkhagvasuren adalah jurnalis Mongolia yang bekerja sebagai reporter dan editor untuk publikasi dan layanan berita lokal dan internasional. Nomin juga bekerja untuk kebebasan pers internasional dan lokal, organisasi hak asasi manusia dan lembaga pelatihan jurnalisme. Ia melayani Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badannya sebagai konsultan komunikasi. Saat ini, Nomin adalah jurnalis lepas, pembuat film dan konsultan komunikasi untuk proyek-proyek efisiensi energi di Mongolia. Nomin juga bekerja sebagai peneliti, penerjemah dan konsultan naskah di sejumlah proyek film internasional. "The Wheel" (Khürd) adalah debut Nomin dalam pembuatan film dokumenter.

artwork 5
0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail
Aam Kathaler Chhuti

Summer Holiday

96 minutes | 2022 | Bangladesh | Narrative
Bangla | sub. English | All Ages

Poster Summer Holiday

Jadwal

XXI 5 | SUN 27 NOV | 19:00

XXI 5 | TUE 29 NOV | 20:00

World Premiere

Sinopsis

Shuvo adalah bocah kota berusia delapan tahun yang dilarang bergaul dengan orang lain. Dia menghabiskan liburan musim panasnya di desa bersama nenek-nya dan menikmati kebebasan untuk pertama kalinya. Di sini, Shuvo bertemu Moinna, yang diyakini semua orang sebagai anak yang dikutuk oleh lebah karena terus-menerus diserang lebah kemanapun dia pergi. Baru-baru ini, Moinna dikurung di rumah dan diawasi dengan ketat oleh ibunya setelah disengat lebah madu. Karena merasa terkungkung, Moinna bersekongkol dengan adiknya Anaira untuk melarikan diri dari rumah dengan memanfaatkan Shuvo. Shuvo mulai menemukan dunia baru saat menjelajahi di sekitar desa bersama Moinna, namun Moinna tiba-tiba menghilang.

Sutradara

Muhammad Nuruzzaman 

 

Produksi

Cine Maker

 

Kontak:

mnzaamaan@yahoo.com

Director's Profile

Muhammad Nuruzzaman

Muhammad Nuruzzaman

Mohammad Nuruzzaman, seorang penulis-produser-sutradara juga seorang arsitek asal Bangladesh. Summer Holiday adalah film panjang pertamanya. Sejauh ini ia telah memproduksi tiga film pendek, "Junction" (2010), "The Journey" (2014), "A Family" (2015), dan film dokumenter "Image of a City"(2021), yang semuanya ia sutradarai kecuali "A Family".

Proyek film panjang keduanya, Mastul, saat ini sedang dalam proses pascaproduksi, dan dia baru saja mulai syuting film ketiganya, "Deep Inside The Soul". Selain itu, ia memproduksi film panjang "The Instinct" (2022) yang memenangkan penghargaan NETPAC Jury dan Silver Saint George di Moscow International Film Festival 2022.

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail

Stone Turtle

92 minutes | 2022 | Malaysia | Narrative | Malay, Indonesian, Mandarin | sub. English | 17+

Stone-Turtle-Poster

Jadwal

XXI 4 | WED 30 NOV | 14:45

XXI 4 | THU 1 DEC | 19:30

Sinopsis

Zahara, seorang pengungsi tanpa kewarganegaraan, tinggal di sebuah pulau kecil terpencil di Malaysia, tempat dia mencari nafkah dengan menjual telur penyu. Suatu hari, Samad, yang mengaku sebagai seorang peneliti dari universitas, mengunjungi pulau itu, ingin mempekerjakan Zahara untuk mengajaknya berkeliling. Seiring berjalannya hari, Zahara dan Samad semakin terjerat dalam kisah penuh tipu daya dan muslihat yang berbahaya.

Sutradara

Woo Ming Jin

 

Produksi

Greenlight Picture

 

Kontak:

edmund@edmundyeo.com

Profil Sutradara

Woo Ming  Jin

Woo Ming Jin

Sebagai salah satu tokoh gerakan New Wave di Malaysia, Woo Ming Jin adalah sutradara Malaysia pertama dalam sejarah yang mewakili negara tersebut dalam “Tiga Besar” Festival Film Internasional: Festival Film Cannes, Berlin dan Venesia. Film pertama Woo “Monday Morning Glory” (2005) terpilih di Berlin. Film keduanya “Elephant and the Sea” (2007) memenangkan penghargaan di Torino dan Spanyol. Film ketiganya “Woman on Fire Looks for Water” (2009) merupakan film panjang Malaysia kedua yang pernah terpilih untuk kompetisi Venice Orrizonti, sedangkan “Tiger Factory” (2010) merupakan film panjang Malaysia ketiga yang secara resmi dipilih di Cannes.

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail
Nachbam

Neighbours

124 minutes | 2021 | Switzerland - Kurdistan | Narrative | Kurdish, Arabic, Hebrew | sub. English | 13+

Neighbours_Poster

Jadwal

XXI 5 | MON 28 NOV | 20:30

XXI 4 | WED 30 NOV | 20:45

Indonesia Premiere

Sinopsis

Dengan selera komedi dan sindiran yang cerdas, Film ini bercerita tentang masa kecil penuh momen-momen menyenangkan di tengah kediktatoran dan drama tragis. Berapa banyak persahabatan, cinta, dan solidaritas yang mungkin terjadi pada saat represi dan despotisme?

Sutradara

Mano Khalil 

 

Produksi

Frame Film GmbH

SRF Swiss Television

ARTE G.E.I.E.

 

Kontak:

mano.khalil@bluemail.ch

Locarno International Film Festival 2021

Official Selection

Shanghai International Film Festival 2021

Official Selection

Profil Sutradara

Mano Khalil

Mano Khalil

Mano Khalil adalah sutradara dan penulis skenario dari suku Kurdi yang lahir di Suriah. Ia menerima gelar magister Penyutradaraan Film & TV setelah mengenyam pendidikan penyutradaraan di Cekoslowakia. Pada tahun 1996, ia pindah ke Swiss dan memulai karir pembuatan filmnya dengan menyutradarai sejumlah film pendek. Dia menyutradarai dan memproduksi beberapa film dokumenter yang memenangkan berbagai penghargaan, termasuk "Triumph of Iron" dan "The Place Where God Sleeps." Pada tahun 2003, ia membuat debut film panjang yang berjudul "Colorful Dreams," dan diikuti oleh serangkaian film penting lainnya seperti "The Bee Keeper," "Die Schwalbe," dan "Hafis & Mara.". Film terbarunya berjudul "Neighbors".

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail
Segudang Wajah Para Penantang Masa Depan

The Myriad of Faces of The Future Challengers

91 minutes | 2022 | Indonesia | Documentary | Indonesian | sub. English | 13+

POSTER FILM THE MYRIAD OF FACES OF THE FUTURE CHALLENGERS

Jadwal

XXI 4 | TUE 29 NOV | 17:45

XXI 5 | FRI 2 DEC | 20:30

Sinopsis

Pada masa pemerintahan Orde Baru (1966-1998) di bawah kepemimpinan presiden Soeharto. Sinema Indonesia melahirkan nama-nama besar yang masih dibicarakan sampai sekarang. Masa di mana sensor beroperasi dengan ketat dalam mengatur serta menjaga narasi yang boleh tampil ataupun tidak boleh ditampilkan di layar. Ini adalah masa di mana oposisi hanya dapat direpresentasikan melalui sudut pandang pemerintahan Orde Baru sendiri, untuk merawat suatu bahaya laten–musuh imajiner. Namun, dapatkah sinema mewakilkan keresahan zamannya? Dapatkah sinema berbicara tentang apa yang tidak boleh dibicarakan atau belum pernah dibicarakan? 

Sutradara

I Gde Mika, Yuki Aditya

 

Produksi

Forum Lenteng

 

Kontak:

yukiaditya.yuki@gmail.com

Profil Sutradara

I Gde Mika, Yuki Aditya

I Gde Mika, Yuki Aditya

I Gde Mika adalah pekerja budaya sedang menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan kajian sinema. Ia adalah salah satu anggota Forum Lenteng sekaligus partisipan Milisifilem Collective. Bergerak, berkolaborasi dalam pembuatan film bersama kawan-kawan; sebagai kameramen di film "Dolo" (2020) disutradarai Hafiz Rancajale, dan sebagai realisator bersama Yuki Aditya dalam film "Kelana Citra Jakarta" (2021) dan "Segudang Wajah Penantang Masa Depan" (2022).

Yuki Aditya merupakan lulusan Jurusan Administrasi Fiskal, Universitas Indonesia dan sempat bekerja sebagai Auditor Perpajakan di sebuah Kantor Akuntan Publik di Jakarta. Ia adalah Direktur Festival Film Dokumenter dan Eksperimental ARKIPEL sejak 2013 dan menjadi produser dalam filem-filem yang diproduksi oleh Forum Lenteng; "Golden Memories: Petite histoire of Indonesian Cinema" (2018), "Om Pius…This is My Home Come the Sleeping" (2019), "Dolo" (2021). Bersama I Gde Mika berperan sebagai realisator dalam filem "Kelana Citra Jakarta" (2021) dan "Segudang Wajah Penantang Masa Depan" (2022).

artwork 5
0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail
Maika: Cô Bé Từ Hành Tinh Khắc

Maika: The Girl From Another Galaxy

105 minutes | 2022 | Vietnam | Narrative
Vietnamese | sub. English | All Ages

poster-maika

Jadwal

XXI 5 | THU 1 DEC | 20:00

XXI 5 | FRI 2 DEC | 15:45

Sinopsis

Setelah kehilangan ibunya karena sakit dan sahabatnya karena suatu perbuatan yang tak terduga, seorang anak laki-laki menemukan sebuah pesawat ruang angkasa yang jatuh dan teman baru yang memiliki kekuatan luar biasa (walaupun dia membutuhkan sedikit bantuan dengan keterampilan sosialnya di bumi). Bersama-sama, mereka memulai petualangan yang jenaka dan menyenangkan sambil menghadapi orang-orang jahat serta membantu Maika mencari jalan pulang.

Sutradara

Ham Tran

 

Sutradara

BHD Films

EAST Films

IFA Media

 

Sutradara

oldphotofilms@gmail.com

Profil Sutradara

Ham Tran

Ham Tran

Ham Tran meraih gelar MFA jurusan penyutradaraan dari the UCLA School of Film and Television. Di sana, filmnya menerima banyak penghargaan termasuk gelar National Finalist Student Academy Awards® untuk film pendeknya "The Prescription" (2000) dan "Pomegranate" (2001). Film tesis Tran yang berjudul "The Anniversary" masuk sepuluh besar Academy Awards® 2004 untuk kategori Best Live Action Short. Pada musim semi 2006, Tran memutar film panjang pertamanya, "Journey From The Fall", di Sundance Film Festival yang bergengsi. Film ini kemudian menerima 16 penghargaan Film Panjang Terbaik dari berbagai festival film internasional.

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail

Jiseok

by jaff admin
지석

Jiseok

117 minutes | 2022 | South Korea | Documentary
Korean | sub.English | 13+

artwork

Jadwal

XXI 4 | THU 1 DEC | 14:30

XXI 4 | FRI 2 DEC | 15:30

Indonesia Premiere

Sinopsis

Kami tidak akan pernah melupakanmu.

 

Pada Mei 2017, KIM Jiseok, seorang kepala programer Busan International Film Festival, tiba-tiba meninggal dunia karena serangan jantung dalam perjalanan resmi untuk menghadiri Festival Film Cannes. Merespon kematiannya yang tak terduga, teman dan kolega lamanya semasa hidup, sutradara, aktor, dan para pejabat festival, mengingat kembali kenangan indah mereka bersamanya yang sangat istimewa dan penuh gairah untuk film.

Sutradara

Kim Young-jo

 

Produksi

Soulfilm

 

Kontak:

alice@mline-distribution.com

Busan International Film Festival 2022

Official Selection

Profil Sutradara

Kim Young-jo

Kim Young-jo

Kim Young-jo adalah lulusan Departemen Film dan Teater Universitas Kyungsung yang juga pernah mempelajari Dokumenter di Universitas Paris 8. Daftar filmografinya mencakup "My Family Portrait" (2007), "Taebaek", "Land of Embers" (2008), "The Last Miner" (2008) , "A Fishbone in the Throat" (2009), "The Hunt" (2013), dan "Punch Bowl" (2018). "My Family Portrait" memenangkan Jury Special Prize di Millenium Documentary Film Festival di Brussel.

0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail
Newer Posts