Home » Classic
Category:

Classic

Chungking Express

by jaff admin

Chungking Express

102 minutes | 1994 | Hong Kong | Narrative | Cantonese | sub. English | 17 +

Poster CE

Schedule

XXI 1 | WED 30 NOV | 17:00

Sinopsis

Dua cerita yang saling terkait terjadi di sekitar Chungking Mansions, sebuah kompleks bisnis yang menyerupai labirin di Hong Kong. Seorang polisi yang patah hati setelah dicampakkan oleh pacarnya, jatuh cinta pada seorang femme fatale yang misterius, berambut pirang, dan membawa senjata, sementara polisi kedua tetap tidak menyadari perhatian seorang pelayan yang kerap melamun di konter makanan cepat saji yang memilih untuk untuk menata ulang apartemennya.

Sutradara

Wong Kar Wai




Filmografi

2000

In The Mood For Love

 

1997

Happy Together

 

1995

Fallen Angels

 

1988

As Tears Go By



Produksi

JET TONE PRODUCTIONS

 

 

14 th Hong Kong Film Awards

Best Featured Film

Best Director (Wong Kar Wai)

Best Actor (Tony Leung Chiu Wai)

Best Editing (William Chang Suk Ping, Hai Kit Wai, KongChi Leung)

 

32nd Taipei Golden Horse Film Festival

Best Actor (Tony Leung Chiu Wai)

Profil Sutradara

Wong Kar Wai

Wong Kar Wai

Wong Kar Wai lahir di Shanghai dan ketika dia berusia lima tahun pindah ke Hong Kong bersama orang tuanya. Pada tahun 1988, Wong Kar Wai menyutradarai film panjang pertamanya, “As Tears Go By”. Film tersebut diundang ke Critics' Week di Festival Film Cannes 1989.

Dengan "Happy Together", ia memperoleh pengakuan yang lebih luas pada tahun 1997, dan memenangkan Sutradara Terbaik di Festival Film Cannes. Pada tahun 2000. "In The Mood For Love" juga berkompetisi di Cannes Film Festival, meraih kesuksesan yang besar di seluruh dunia dan terpilih sebagai salah satu dari 25 film terbaik sepanjang masa oleh poling internasional dari kritikus, programer, dan sineas Sight & Sound.

Karyanya telah diakui melalui berbagai penghargaan internasional, membuat namanya identik dengan sinema auteur yang ikonik. Estetika visual dan musik luar biasa yang dia miliki membuat karya-karyanya menginspirasi para sineas dan seniman di luar dunia film.

artwork 5
0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail

In the Mood For Love

by jaff admin

In the Mood For Love

98 minutes | 2000 | Hong Kong | Narrative |
Cantonese | sub. English | 13+

poster IMFL

Jadwal

XXI 1 | FRI 2 DEC | 16:30

Sinopsis

Tahun 1962 di Kota Hong Kong yang ramai, Chow Mo-Wan pindah ke apartemen baru bersama istrinya. Pada hari yang sama Su Li-Zhen pindah ke apartemen sebelah bersama suaminya. Keduanya tidak benar-benar menjalin hubungan – mereka melewati satu sama lain di tangga keluar untuk membeli makanan – sampai keduanya tiba-tiba menyadari bahwa pasangan mereka berselingkuh. Saat mereka mulai bertemu untuk merenungkan perselingkuhan pasangan mereka ini, Li-Zhen dan Mo-Wan mulai merasakan emosi yang mereka tidak yakin bisa, atau harus, ungkapkan.

 

Director

Wong Kar Wai

 

Director’s Filmography

1997

Happy Together

1995

Fallen Angels

1994

Chungking Express

1988

As Tears Go By

 

Production Company

BLOCK 2 PICTURES

 

53rd Cannes Film Festival  2000

Best Actor (Tony Leung Chiu Wai)

Technical Grand Prize for Christopher Doyle (Cinematography), Mark Lee Ping Bing (Cinematography), and William Chang Suk Ping (Editing)

37th Taipei Golden Horse Film Festival 2000

Best Actress (Maggie Cheung Man Yuk)

Best Cinematography (Christopher Doyle, Mark Lee Ping Bing)

Best Costumes (William Chang Suk Ping)

 

 

Profil Sutradara

Wong Kar Wai

Wong Kar Wai

Wong Kar Wai lahir di Shanghai dan ketika dia berusia lima tahun pindah ke Hong Kong bersama orang tuanya. Pada tahun 1988, Wong Kar Wai menyutradarai film panjang pertamanya, “As Tears Go By”. Film tersebut diundang ke Critics' Week di Festival Film Cannes 1989.

Dengan "Happy Together", ia memperoleh pengakuan yang lebih luas pada tahun 1997, dan memenangkan Sutradara Terbaik di Festival Film Cannes. Pada tahun 2000. "In The Mood For Love" juga berkompetisi di Cannes Film Festival, meraih kesuksesan yang besar di seluruh dunia dan terpilih sebagai salah satu dari 25 film terbaik sepanjang masa oleh poling internasional dari kritikus, programer, dan sineas Sight & Sound.

Karyanya telah diakui melalui berbagai penghargaan internasional, membuat namanya identik dengan sinema auteur yang ikonik. Estetika visual dan musik luar biasa yang dia miliki membuat karya-karyanya menginspirasi para sineas dan seniman di luar dunia film.

artwork 5
0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail

Dr. Samsi

by jaff admin

Dr. Samsi

88 minutes | 1952 | Indonesia | Narrative | Indonesian | sub. English | 13+

artwork_by_octo_cornelious

Jadwal

XXI 4 | SUN 27 NOV | 14:15

Sinopsis

Sukaesih terpaksa menitipkan anak kandungnya di rumah sakit mantan kekasihnya, Dr. Samsi. Sukaesih ingin anaknya bisa mengenyam pendidikan layak di bawah asuhan bapak kandungnya sendiri. Dengan tipu daya Leo, Samsi akhirnya sepakat membawa anak Sukaesih sebagai Sugiat, anaknya dengan Sundari yang baru saja meninggal. Sugiat tumbuh dewasa, menjadi pengacara, tanpa mengetahui kebenaran tentang ibu kandungnya dan intrik pertukaran anak di masa lalu. Pulang ke Indonesia, Sugiat menangani kasus Sukaesih yang dituduh membunuh Leo, suaminya sendiri. Apakah Sugiat mampu membebaskan Sukaesih dari tuduhan? Apakah Samsi akhirnya menyadari bahwa Sugiat adalah anak kandungnya sendiri?

Sutradara

Ratna Asmara

 

Produksi

Djakarta Film

 

Kontak:

kelasliarsip@gmail.com

Profil Sutradara

Ratna Asmara

Ratna Asmara

Ratna Asmara terlahir dengan nama Suratna (1913 - 1968) merupakan aktris, sutradara dan produser film yang aktif berkarya di perfilman tanah air 1940 hingga 1954. Ia diyakini sebagai perempuan pertama yang menyandang kredit sebagai sutradara film dalam sinema Indonesia. Sosok yang mengawali karirnya di pertunjukan "Dardanella" ini memulai debutnya sebagai sutradara melalui film "Sedap Malam" (1951) - yang juga merupakan film pertama PERSARI. Selama empat tahun berturut-turut, ia menyutradarai "Musim Bunga di Selabintana" (1952), "Dr. Samsi" (1952), "Nelajan" (1953-1954), dan "Dewi dan Pemilihan Umum" (1954). Ia mendirikan perusahaan Asmara Film dan Ratna Film.

artwork 5
0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinRedditWhatsappTelegramEmail