Book Talks: Maternal Horror (Memaksa Ibu Menjadi Hantu)

Buku Maternal Horror ditulis untuk memeriksa jejak wacana maternal horror (termasuk hantu perempuan) di 580 film horor Indonesia tahun 1970-2020 di mana selama lebih dari 51 tahun tersebut, film horor Indonesia selalu memposisikan perempuan dan ibu sebagai hantu atau sumber teror dalam film.

 

Buku Memaksa Ibu Jadi Hantu menjadikan dua film tersebut sebagai bekal untuk menelusuri historisitas sosok monstrous mother dalam film horor Indonesia dari tahun 1970 (maternal horror films).

 

Dalam program diskusi buku ini, kita akan menyimak bahasan maternal horror dalam buku Memaksa Ibu Jadi Hantu secara lebih dalam dilihat dari sudut pandang penulis buku serta mengetahui latar belakang konsep cerita maternal horror dalam film dari sudut pandang penulis dan sutradara film horror.

LPP 1 | MON, 28 NOV | 15:00 - 17:00

Speakers

Anisa Winda Larasati

Anisa Winda Larasati

Annissa Winda Larasati adalah lulusan studi media. Ia meraih gelar master dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan jurusan Kajian Budaya dan Media. Saat ini, ia berprofesi sebagai dosen luar biasa pada program studi Televisi dan Film di Universitas Padjadjaran.

Justito Adiprasetio

Justito Adiprasetio

Justito Adiprasetio adalah pengajar di Departemen Komunikasi Massa, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Saat ini ia mengajar mata kuliah Kajian Media dan Budaya Populer yang membuat dirinya harus terus memperbarui glosarium film kontemporer Indonesia. Justito telah menulis buku tentang sejarah poligami di Jawa dan saat ini sedang mempersiapkan penerbitan buku Komunikasi dan Kuasa: Sejarah Pengkajian dan Ilmu Komunikasi dalam Diskursus Epistemik Indonesia.

Joko Anwar

Joko Anwar

Joko Anwar berkarir dalam dunia jurnalistik dan kritik film sebelum menjadi pembuat film. Sekarang, ia dikenal sebagai pembuat film serbabisa yang karyanya mencakup film-film arthouse pemenang penghargaan hingga film-film box office. Film-filmnya antara lain adalah "Kala" dan "Pintu Terlarang" (keduanya masuk dalam daftar Film Terbaik BFI's Sight and Sound Magazine's Best Films of the year), "A Copy of My Mind" (Venesia, Toronto), "Pengabdi Setan" film Indonesia berpendapatan tertinggi tahun 2017, film pahlawan super "Gundala" (Toronto), dan hit horor "Impetigore" (Sundance), yang juga menjadi perwakilan Indonesia untuk Academy Awards. Film terbarunya, "Pengabdi Setan 2" (2022), yang sukses secara kritis dan komersial, merupakan film terlaris sepanjang masa ketiga di Indonesia.

Moderator

Elok Santi Jesica

Elok Santi Jesica

Elok Santi Jesica, adalah dosen di Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta asisten dosen di Program Studi S2 Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada. Ia merupakan lulusan dari Jurusan Seni dan Desain, Program Studi Sarjana Pendidikan Seni Rupa, Universitas Negeri Malang dan Program Magister Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia berstatus sebagai mahasiswa Program Doktor Sosiologi di Universitas Gadjah Mada. Beberapa tulisan yang telah ia publikasikan adalah “Monumen Ingatan dan Obsesi Perjalanan Seni Rupa Indonesia: Kajian Ruang pada Pameran Tetap Galeri Nasional Indonesia” dalam buku bunga rampai Politik Ruang: Spasialitas dalam Konsumerisme, Media, dan Governemntalitas (2021), “Sinema Perempuan dalam Pandangan Teresa de Lauretis” dalam buku bunga rampai Melintas Perbedaan: Suara Perempuan, Agensi, dan Politik Solidaritas (2021), “Selling Spectacular Urban Life: Urban Space and Lifestyle in The Promotion Media of Apartment in Yogyakarta" Vol. 8, No. 1 (2021) Journal of Urban Society's Arts yang ditulis bersama dengan Dr. Ratna Noviani, serta “Re-Figurasi Sosial Dalam Praktik Peminjaman Dana Berbasis Teknologi Media Digital: Studi Kasus Atas Platform Cicil ” Vol. 24 No.2 (2022) Jurnal Masyarakat dan Budaya, yang ditulis bersama Dr. Ratna Noviani dan Rizki Cesira W.