FRINGE PROGRAM

Maskumambang

Expecting a Happy Ending

By means of Macapat Maskumambang poetry, this short play recounts the beginning of humans journey. But, the awaited world is a near-ending, full of chaos world.

The Javanese poetry will be translated by a group of Jogja young artists from various art backgrounds. This collaborative play suggests that art is very fluid, so does cinema as a product composed of diverse forms of art.

Raphael Donny (Motion Director), Yennu Ariendra (Music Director), Dhanank Pambayun (Digital Illustrator), Paksi Raras (Singer), Sekar Sari (Dancer/Actress), and Banjar Tri Andaru (Lighting Designer) will collaborate to make a performance that blends music, dance, and video mapping to commence JAFF 2017.


Dengan syair Macapat Maskumambang, pertunjukan pendek ini mengisahkan awal perjalanan kehidupan manusia. Namun dunia yang menunggunya adalah dunia yang dipenuhi dengan kekacauan, dunia yang seakan hampir menemukan akhir.

Puisi Jawa tersebut akan diterjemahkan oleh sekelompok seniman muda Yogyakarta dengan latar disiplin seni yang berbeda-beda. Pertunjukan kolaborasi ini adalah salah satu bentuk yang menggambarkan bahwa seni itu amat cair, begitu pula sinema yang pada perkembangannya adalah hasil dari berbagai disiplin kesenian.

Raphael Donny (Motion Director), Yennu Ariendra (Music Director), Dhanank Pambayun (Digital Illustrator), Paksi Raras (Singer), Sekar Sari (Dancer/Actress), Banjar Tri Andaru (Lighting Designer) akan berkolaborasi untuk membuat sebuah pertunjukan musik-tari yang dipadukan dengan video mapping sebagai penanda dimulainya JAFF 2017.

Eko Nugroho Art Class

Children are often forgotten and only appeared as objects in the discourse of cinema. In fact, they can be more than just audience or actor in a film. Children play the roles of themselves in real life with their own unique story. This year, JAFF teams up with Eko Nugroho Art Class to throw a cinema party together with children.

We invite children to tell a story using visual language by means of painting murals. It is a fun activities enhancing children’s confidence, training them to be cooperative and tolerant. Moreover, we invite them to watch films as a practice of appreciating and enjoying artworks. Hopefully, these activities may give positive influences and improve children’s creativity, and certainly, make them happy.


Anak-anak sering kali terlupakan dan hanya menjadi objek saat membicarakan sinema. Sebenarnya, mereka bisa terlibat lebih jauh dari sekadar menjadi penonton atau pemeran dalam sebuah film. Anak-anak memainkan peran sebagai dirinya sendiri dalam kehidupan nyata dengan keunikan ceritanya masing-masing. Tahun ini, JAFF bekerja sama dengan Eko Nugroho Art Class merayakan pesta sinema bersama anak-anak.

Kami mengajak anak-anak untuk bercerita dengan bahasa visual dalam kegiatan mural bersama. Melukis mural menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan bisa membangun rasa percaya diri, serta melatih kerja sama dan toleransi untuk anak-anak. Selain itu kami akan mengajak mereka menonton film sebagai praktik langsung mengapresiasi dan menikmati karya. Harapannya, rangkaian kegiatan ini bisa menjadi wadah yang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan tentunya membuat mereka bahagia.

FOCUSED equipment will be showcasing a variety of cameras used in film production today for festival goers. It will be an opportunity to look at the gear required for the various camera systems, as well as a chance to casual interact with our team.

 

FOCUSED equipment akan memamerkan berbagai kamera yang digunakan dalam produksi saat ini sekaligus berinteraksi dengan anggota tim kami.