Films by JAFF Persons

Menjadi JAFF

Program Films by JAFF Persons bukanlah program personal, namun organisasional. Dalam program ini, JAFF hendak mengapresiasi film-film dari kawan-kawan pengelola JAFF yang juga pembuat film. Garin Nugroho, Ifa Isfansyah, Ismail Basbeth, dan Yosep Anggi Noen adalah orang-orang yang punya andil bagi keberlanjutan JAFF menuju usia yang makin dewasa. Selain itu, ke empat person tersebut juga terus menjaga kontribusinya di ranah produksi film.

Garin Nugroho adalah presiden JAFF yang lebih dulu dikenal sebagai maestro di ranah film alternatif. Ach Aku Jatuh Cinta adalah film panjang terbarunya. Boleh jadi, Ach Aku Jatuh Cinta adalah eksperimentasi Garin hari ini dalam mengelola tema cinta dengan pendekatan yang pasti berbeda. Ifa Isfansyah adalah direktur eksekutif JAFF yang menapaki karir sebagai pembuat film pendek yang sangat diperhitungkan. Pendekar Tongkat Emas adalah film panjang terbaru Ifa yang menawarkan aksi dengan cerita yang mumpuni dan mudah untuk dinikmati.    

Sedangkan Ismail Basbeth dan Yosep Anggi Noen adalah bagian dari juru program JAFF yang belakangan berhasil membuktikan diri sebagai pembuat film yang mumpuni, di level nasional maupun Internasional. Another Trip to The Moon adalah film panjang perdana dari Ismail yang akan ditampilkan sebagai film panjang yang berani menawarkan cara tutur non-dialog yang sensasional dan impresif. Genre Sub Genre, Love Story Not, dan To Home adalah 3 karya Anggi yang merepresentasikan proses “bermainnya” dengan media sinema berdurasi pendek.

Empat person tersebut telah menjadi JAFF, dan JAFF secara organik mengondisikan person-personnya untuk terus menjadi melalui sinema. Menjadi JAFF bagi kami adalah menjadi seseorang yang tidak bisa berhenti berproses dan berkontribusi untuk sinema Indonesia, dan sinema Asia.

Selamat menonton film-film dari orang-orang JAFF.

Suluh Pamuji

Programmer

Becoming JAFF

Films by JAFF Persons is not a personal, but an organizational program. In this program, JAFF wants to appreciate films by fellow JAFF organizers and filmmakers. Garin Nugroho, Ifa Isfansyah, Ismal Basbeth, and Yosep Anggi Noen are important persons in the sustainability of JAF to be more mature. Not to mention that those four persons keep contributing to the film world.

Garin Nugroho is JAFF President. Before co-founding JAFF, he was a well-known maestro in alternative films. Ach Aku Jatuh CInta is his recent feature. Perhaps, the film is Garin’s experimentation in managing love theme with different approach. Ifa Isfansyah is executive director of JAFF. He started his career in short film and gained reputation as a prominent short filmmaker. Pendekar Tongkat Emas is his recent feature, an audience-friendly film that offers a qualified story.

On the other hand, Ismail Basbeth and Yosep Anggo Noen are JAFF programmers who have recently proved to be qualified filmmakers, both nationally and internationally. Another Trip to The Moon is Ismail’s first feature, offering impressive and sensational non-dialogue speech. Genre Sub Genre, Love Story Not, and To Home are Anggi’s three works representing his process to “play” with medium of short cinema.

Those four mentioned persons have become JAF, and organically JAFF conditioned its persons to keep becoming through cinema. For us, becoming JAFF is to become someone who never stops processing, and contributing to, Indonesian and Asian cinema.

Have a good time watching films by JAFF persons.

Suluh Pamuji

Programmer


Aach Aku Jatuh Cinta (Chaotic Love Poems)
Garin Nugroho/81 minutes/2015/Indonesia/Fiction


Kisah Cinta yang Asu (Love Story Not)
Yosep Anggi Noen/30 minutes/2015/Indonesia/Fictio


Genre Sub Genre Yosep Anggi Noen/12 minutes/2014/Indonesia/Documentary


Rumah (To Home)
Yosep Anggi Noen/20 minutes/2015/Indonesia, Japan/Fiction


Pendekar Tongkat Emas (The Golden Cane Warrior)
Ifa Isfansyah/112 minutes/2014/Indonesia/Fiction


Another Trip to the Moon
Ismail Basbeth/80 minutes/2015/Indonesia/Fiction