Perhelatan JAFF kali ini akan lebih lumer dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kemunculan Asian Perspectives sebagai produk baru membuktikan bahwa JAFF senantiasa berbenah untuk masyarakat sinema.

Ada pembaruan yang pantas diketahui publik terkait pelaksanaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-12, yakni kemunculan program Asian Perspectives. Tahun sebelumnya, program itu berupa satu program non-kompetisi di bawah naungan program Asian Feature. Namun, perubahan itu tidak sekadar memberi nama tanpa makna, melainkan mendeskripsikan dedikasi JAFF untuk dunia perfilman Asia.

Programmer JAFF, Ismail Basbeth, menjelaskan bahwa perubahan itu berkenaan dengan perbaikan dalam program JAFF tahun ini. Untuk tahun ini, program Asian Perspectives tersusun dalam dua kategori film: Film Panjang (Features) dan Film Pendek (Shorts). “Asian Feature Non-Competitive resmi dihapus tahun ini. Sebagai gantinya, kami hadirkan Asian Perspectives,” jelas Ismail. Ragam ekologi, budaya, dan situasi sosial di Asia juga menjadi salah satu alasan JAFF untuk mendorong kelahiran program Asian Perspectives. “Di Asian Perspectives,” ungkap Ismail, “kami berharap banyak dengan cara melihat film Asia. Film Asia yang majemuk, film Asia yang memiliki multi-perspektif.”

Memang, hanya di ruang sinematografi semua keberagaman yang ada dalam kehidupan masyarakat Asia mampu dihadirkan secara estetis. Terkait penggambaran keberagaman masyarakat Asia, pria kelahiran Wonosobo, 12 September 1985 itu berkata, “Misal, orang yang pernah melihat laut dengan orang yang belum pernah melihat laut, secara logika, filmnya pasti berbeda.”

Sekadar bocoran untuk para pecinta JAFF yang setia, berikut adalah sebagian film yang akan ditayangkan di bawah payung program Asian Perspectives. Kategori Film Panjang (Features) akan menampilkan di antaranya Love and Other Cults (Eiji Uchida/Jepang), A Letter to President (Roya Sadat/Afganistan), dan The Children of Genghis (Zolbayar Dorj/Mongolia). Untuk kategori Film Pendek (Shorts) akan hadir Prelude to General (Pimpaka Towira/Thailand), Journey to the Darkness (Mohammad Mozafari/Indonesia-Iran), dan The Illusion Seller (Sharofat Arabova/Tajikistan).

 

Achmad FH Fajar