PARTICIPANT OF COMMUNITY FORUM

Keluarga Mahasiswa Televisi dan Film (KMTF) ISBI Bandung

KMTF or Keluarga Mahasiswa Televisi dan Film is an organization or association of Film dan Television students at the Institut Seni Budaya Indonesia, Bandung. Established in 2012, KMTF has programs such as workshops and film screenings. One of its programs, Cinecussion, is an alternative screening room located at the ISBI campus in Bandung. Cinecussion is a gathering space between filmmakers, audiences, activists and film communities in Indonesia, especially in Bandung.

KMTF atau Keluarga Mahasiswa Televisi dan Film merupakan sebuah organisasi atau himpunan mahasiswa jurusan Film dan Televisi di Institut Seni Budaya Indonesia, Bandung. Berdiri sejak tahun 2012, KMTF memiliki program-program seperti lokakarya dan pemutaran Film. Salah satu programnya yaitu Cinecussion, merupakan sebuah ruang pemutaran alternatif yang bertempat dikampus ISBI Bandung. Cinecussion menjadi ruang silaturahmi antara pembuat, penonton, pegiat, maupun komunitas film se-Indonesia, khususnya Se-Bandung Raya.

HARIAN SI ANANG Production

Harian si Anang was established in December 2016, it is a community based in Banjarmasin, South Kalimantan. It contains group of young adults with passion in six art branches. We want to fuse those six through films because we believe film is the media that cover all types of arts. Therefore, film production is the joint work program of this community.

Harian si Anang terbentuk pada Desember 2016, dan merupakan sebuah komunitas non-lembaga yang berdomisili di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Yang berisi sekumpulan anak-anak muda dengan passion yang berhubungan dengan enam cabang seni. Karena itu kami ingin menggabungkan peminatan dari enam cabang seni tersebut melalui media film, karena film mencakup semua bidang seni. Oleh karena itu produksi film adalah program kerja Bersama di dalam komunitas ini.

HUJAN FILMS

Hujan Films was established on October 26TH, 2016 in Bondowoso, East Java. Currently, there are 27 members consisting of students and also people in general. This group focuses on Acaretah (Chatting), Ningguh (Screening), and Agebei (Production). We have done numerous activities, one of them is producing our first film titled Abhidhah in 2016 which directed by Puput Puspita. The production of the second film was in 2018, titled Ter-ater and directed by Maulana Kusuma. The films we produce always contain local wisdoms, seen from the titles that use the Madurese language. In addition to film production, we also have screening activities in which we play films made by Bondowoso’s people. But of course, we also screen films from outside the city, for example LYN, Antar Kota Dalam Provinsi, Asimetris. We also participated in Forum Community in the Festival Film Malang 2016 dan Festival Film Komunitas Nusantara 2017 in Yogyakarta.

Hujan Films berdiri tanggal 26 Oktober 2016 di Bondowoso Jawa Timur. Anggota saat ini berjumlah 27 orang terdiri dari pelajar dan juga umum. Fokus komunitas adalah Acaretah (Ngobrol), Ningguh (Pemutaran), Agebei (Produksi). Kegiatan yang sudah pernah kita kerjakan adalah produksi film pertama berjudul Abhidhah tahun 2016 yang disutradarai oleh Puput Puspita. Film kedua kami berjudul Ter-ater tahun 2018 yang disutradarai oleh Maulana Kusuma. Film yang kita produksi memuat kearifan lokal terlihat dari judul yang memakai bahasa madura. Selain produksi film, kita juga mengadakan kegiatan screening yang memutarkan film-film karya anak Bondowoso. tentunya juga bekerjasama dengan pihak luar Bondowoso untuk diputarkan film seperli LYN, Antar Kota Dalam Provinsi, Asimetris. Kita juga pernah mengikuti Forum Komunitas di Festival Film Malang 2016 dan Festival Film Komunitas Nusantara 2017 di Yogyakarta.

SAE Film Community

SAE Film Community is a film community under guidance of SAE Institute Indonesia. This community was established in November 2017 and lead by Rifqy Zarkasyi. This community that located in Jakarta is engaged in production, film screening and workshops.

SAE Film Community adalah komunitas film dibawah naungan SAE Institute Indonesia. Komunitas ini berdiri pada November 2017 dan di ketuai oleh Rifqy Zarkasyi. Komunitas yang berada di Jakarta ini bergerak dalam bidang produksi, pemutaran film, dan lokakarya.

SINEMA SABTU

Sinema Sabtu is a film community working in exhibitions. It is guided and facilitated directly by the Film and Television Faculty of the Jakarta Art Institute. Sinema Sabtu has a regular screening program, it is held every Saturdays on the second and the fourth week every month. This year, Sinema Sabtu is already six years old

Sinema Sabtu adalah sebuah komunitas film yang bergerak dibidang eksibisi. Komunitas ini dinaungi dan difasilitasi langsung oleh Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Sinema sabtu memiliki program penayangan reguler setiap bulannya yang diadakan di minggu kedua dan minggu ke empat setiap hari Sabtu. Tahun ini memasuki tahun ke enam sinema sabtu berjalan.

RUMAKSI Singkawang

RUMAKSI (Ruang Muda Kreatif Singkawang) is a space for creative figures in Singkawang to create and collaborate with each other. It is consisted of 16 subsectors such as architecture, publishing, television and radio, film, video and animation, crafts, applications and games, interior design, music, visual communication design, fashion, product design, advertising, photography, culinary, fine arts and performing arts. This association has a purpose of 3K (Connections, Collaboration, Commercial), which means they work to connect fellow creative economic actors with stakeholder pentahelix which are academics, businessmen, communities, government, and the media.

Once they are connected and able to accelerate economic growth and tourism in the city, they must collaborate with each other to produce a product, service or event that has commercial value.

RUMAKSI (Ruang Muda Kreatif Singkawang) adalah wadah atau ruang bagi para pelaku kreatif yang ada di Singkawang untuk berkreasi dan berkolaborasi yang terdiri dari 16 subsektor ini antara lain arsitektur, penerbitan, televisi dan radio, film, video dan animasi, kriya, aplikasi dan game, desain interior, musik, desain komunikasi visual, fashion, desain produk, periklanan, fotografi, kuliner, seni rupa dan seni pertunjukan. Perkumpulan ini memiliki tujuan 3K (Koneksi, Kolaborasi, Komersil), yaitu bergerak untuk mengkoneksikan sesama pelaku ekonomi kreatif dengan pentahelix stakeholder yaitu akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Setelah terkoneksi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata kota, mereka harus saling berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk, jasa, atau event yang bisa bernilai komersil.

NANSARUNAI JAYA

Established in 2015 by the vice president of the DPRD Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Ariantho S Muler, to support local artists to produce their works. Since the beginning of its appearance, it has some fields in art, such as:

  • Music and performances
  • Fine arts
  • Woven arts
  • Iron crafts
  • Sculpture
  • Creative planting

Over time, Nansarunai Jaya which nationalism-based, at the end “simplify” themselves as a Nansarunai Jaya Community, and since that, there are more artists joining until there are various art fields.

Since then, Nansarunai Jaya Community received the SK Bupati Barito Timur No 247 2015 and own more art products in it and correlate to each other making a mutualism symbiosis. From there, Nansarunai Jaya Community continues producing art products even though they are far from the city facilities.

Di dirikan pada tahun 2015 atas gagasan oleh seorang Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Ariantho S Muler dengan tujuan untuk menggerakan seniman seniman lokal untuk berkarya. Sejak awal pendiriannya, terbentuk beberapa bidang seni seperti:

  • Bidang Seni Musik dan Pertunjukan
  • Bidang Seni Rupa
  • Bidang Seni Anyam-anyaman
  • Bidang Pandai Besi
  • Bidang Seni Ukir
  • Bidang Tanaman Kreatif

Namun seiring perjalanan waktu, Nansarunai Jaya yang berlandaskan semangat nasionalisme, pada akhirnya ‘menyederhanakan diri’ menjadi Komunitas Nansarunai Jaya dan sejak saat itu semakin banyak pelaku maupun penikmat seni yang ikut bergabung, hingga akhirnya seni yang dinaungi oleh Nansarunai Jaya tidak terbatas pada seni tertentu saja, melainkan segala jenis seni.

Sejak saat itu  Komunitas Nansarunai Jaya mendapatkan SK Bupati Barito Timur No 247 Tahun 2015 dan kemudian memiliki lebih banyak produk seni di dalamnya dan saling berkorelasi satu sama lain sehingga menciptakan keharmonisan serta simbiosis mutualisme. Dari hal ini, Komunitas Nansarunai Jaya akhirnya terus produktif berdasarkan keinginan keras untuk bekerja dan berkarya, walaupun berada di daerah yang bahkan sulit dijamah oleh fasilitas – fasilitas mumpuni seperti di kota.

KLUB NONTON

Klub Nonton is a community that organize a movie exhibition to introducing “good” movies to the people who only got access to movies from the mainstream media such as TV and cinema. As a movie exhibition community that established in June 2012, Klub Nonton is also inviting us to appreciate local movies and motivate film activist, especially young people in Lampung to produce their own works.

Klub Nonton adalah sebuah komunitas yang menyelenggarakan acara eksebisi film untuk lebih mendekatkan film “bagus” kepada kalangan masyarakat yang selama ini hanya bisa menikmati film-film di media mainstream seperti TV dan bioskop. Sebagai sebuah komunitas eksebisi film yang berdiri sejak Juni 2012, Klub Nonton juga turut mengajak masyarakat untuk mengapresiasi film-film karya sineas dalam negeri sekaligus menggerakkan kalangan penggiat film, khususnya anak muda di Lampung untuk berkarya

FRAME NINE FILMS

FAME NINE FILMS is a club that consists of young people of Lombok that lived there. Having a high interest regarding audio visual world, Frame Nine Films keep developing an audio visual atmosphere in children until adult in many areas in Lombok and NTB. Frame Nine Films has produced 5 short movies and 1 movie. Beside that, Frame Nine Films is also routinely organizing audio visual workshop such as: basic photography workshop, basic videography and basic visual communication design.

FRAME NINE FILMS adalah kelompok anak muda Lombok yang berdomisili di Lombok. Mempunyai kecintaan yang tinggi terhadap dunia audio visual, Frame Nine Films terus menerus mengembangkan atmosfer audio visual dari usia anak-anak sampai dewasa di berbagai wilayah Lombok dan NTB pada khususnya. Beberapa film telah dihasilkan oleh Frame Nine Films yakni 5 film pendek dan 1 film panjang. Selain itu Frame Nine Films juga rutin melaksanakan workshop audio Visual juga telah dilaksanakan antara lain : Workshop Photography dasar, Videography Dasar dan Desain Komunikasi Visual Dasar.

NJAGONG FILM

Njagong Film is established on the 30th March 2016 in Lumajang, East Java. The appearance of Njagong Film is based on our worries that there is no cinema at all in Lumayang as well as good TV program quality in our main media.

Until this time, we still trying our best to maintain the commitment by doing a screening every month. The screening can be done anywhere, whether it be in public spaces, cafe, or in the villages of Lumajang city.

Njagong Film berdiri tanggal 30 Maret 2016 di Lumajang, Jawa Timur. Berdirinya Njagong Film didasari oleh keresahan karena ketiadaan bioskop di Lumajang dan minimnya tontonan bermutu di media arus utama kita.

Sampai detik ini kami berusaha untuk menjaga komitmen, membentangkan layar satu bulan sekali. Pemutaran bisa dilakukan dimana saja, baik itu di ruang-ruang publik, cafe, ataupun menyambangi desa-desa di Kota Lumajang

KAMAR SENYAP

Kamar senyap is a movie club consisting of ISBI Sul-Sel students majoring Television and Movie batch 2016. Why do we call it a club? It is because kamar senyap does not regenerate. Kamar senyap has some programs. Some of which are developing the idea of short movies, screening and discussion, producer class, directing class, artistic, lighting, sound and camera, also short movie production.

Kamar senyap merupakan sebuah kelompok film yang terdiri dari mahasiswa ISBI Sul-Sel jurusan Televisi dan film angkatan 2016. Kenapa kami menyebutnya kelompok, karena kamar senyap tidak berenegerasi. Kamar senyap mempunyai beberapa program. Diantaranya ada pengembangan ide cerita film pendek, screening dan diskusi, kelas produser, kelas penyutradaraan, artistik, tata cahaya, sound dan kamera. Tak lupa dengan produksi film pendek.

 

SINEDEK UNMER

SINEDEK is a cinematography study club under the University of Merdeka, Malang, focusing on the production and exhibition of short movies in Malang Raya. SINEDEK aims to be a place to share interests and talents for its members in cinematography, whether it be theoretically or practically. Moreover, SINEDEK builts the feeling of being in an organization amongst its members, and most importantly, to give contribution for Indonesian movie industry.

SINEDEK merupakan kelompok studi sinematografi dibawah naungan Universitas Merdeka Malang yang berfokus pada produksi dan eksibisi film pendek di Malang Raya.. SINEDEK didirikan dengan tujuan sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat bagi anggota SINEDEK di bidang sinematografi baik secara teori maupun praktis, tak hanya itu SINEDEK juga menciptakan jiwa organisatoris anggotanya dan yang paling penting dapat memasyarakatkan dan memberikan kontribusi bagi perfilman Indonesia.

RUMAH FILEM

RUMAH FILEM is a community organization in Kota Samarahan, Sarawak which organizes various programs related to discussion and appreciation about the film. The film that will be screened is films that can be an alternative to public viewing and educational purposes. Starting from classic or contemporary films, features films or short films, foreign films or domestic films, as well as non-mainstream films. This platform is an initiative of the lack of space for non-commercial films in Malaysia. Its importance is to create a space for an exchange of ideas about culture through film.

RUMAH FILEM adalah sebuah KOMUNITI FILEM di Kota Samarahan, Sarawak yang menganjurkan pelbagai program berkaitan filem sekaligus diskusi dan apresiasi tentangnya. Filem-filem yang diputar adalah filem yang boleh menjadi alternatif tontonan bagi publik dan bertujuan pendidikan. Bermula dari filem klasik mahupun kontemporari, filem panjang mahupun pendek, filem asing mahupun domestik, dan juga filem-filem dari non arus perdana. Ruang ini di adakan adalah sebagai inisiatif terhadap kurangnya ruang bagi non komersial filem di Malaysia. Kepentingannya adalah untuk mewujudkan suatu ruang bagi pertukaran pemikiran tentang budaya melalui karya audio-visual.

Metasinema FIB UNAND

Metasinema (before it was Relair Cinema) is one activity club at Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, focusing on film production, appreciation as well as studies. Founded on August 16 2015, Metasinema has so far held various programs, including the film production program, which was appreciated by several national and international film festivals, workshops for college students and school students, archive and appreciation program which is held through film screenings called “Layar Terkembang”. Metasinema is also involved in voicing out opinions through essays published by the mass media. 

Metasinema (dulu bernama Relair Cinema) adalah unit kegiatan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas yang berminat pada produksi, apresiasi, dan kajian film. Didirikan  pada 16 Agustus 2015, Metasinema telah merealisasikan beberapa program diantaranya adalah produksi film, yang diapresiasi di beberapa festival nasional dan internasional, workshop yang melibatkan mahasiswa dan pelajar, pengarsipan dan program apresiasi yang diselenggarakan dalam bentuk pemutaran film yang bertajuk “Layar Terkembang”. Serta ikut terlibat dalam membangun opini yang dituangkan melalui esai di beberapa media massa. 

UMN Gate

UMN Gate is a community focusing on distribution and archiving processes to help the film and television students transferring their work pieces to numbers of regional, national even international film festivals. Furthermore, UMN Gate also serves online distribution process with an official collaboration with short film portals, namely Viddsee. Apart from distributing films, UMN Gate plays the role as information distributor on film festivals through its Instagram and Facebook pages. 

UMN Gate adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang distribusi dan pengarsipan untuk membantu mahasiswa film dan televisi dalam menyalurkan karya-karya filmnya ke berbagai festival film tingkat regional, nasional, hingga internasional. Selain itu, UMN Gate juga melakukan distribusi secara online melalui kerja sama secara resmi dengan layanan berbagi film pendek, yaitu Vicdsee. Selain menyalurkan film, UMN Gate juga membagikan informasi seputar festival-festival film yang sedang diadakan melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.