DISKUSI RUANG PEMUTARAN ALTERNATIF

LYZA ANGGRAHENI

(JAFF Movie Night)

 

Lyza Anggraheni started to get involved in the film industry since 2011. She has been participating in several short film productions as well as features as a unit manager. In 2013, she joined Jogja-NETPAC Film Festival (JAFF) as Festival Manager which brought her to be one of Swakelola Dinas Kebudayaan DIY film supervisors until 2018. And in 2017, Lyza and several members of JAFF Yogyakarta established Yayasan Sinema Yogyakarta (YKY).

With some of her colleagues, Lyza has been the one who creates some of the programs in JAFF such as JAFF Movie Night which is a regular screening held in Yogyakarta; Jogja Movie Camp, an outdoor workshop program for students; then with Ifa Isfansyah and Ajish Dibyo, she initiated JAFF Education, a workshop program aimed to regenerate human resources in Indonesian film industry, which in its first year have collaborated with Andi Pulung (Super8MM), Satrio Budiono (Fourmix), Ernest Prakasa (Director and Author), Reza Rahadian (Actor), Focused Education (Robin Moran, Pinkan Veronica, Isazaly, Ian Wee, Unay, ARRI Camera-Dave Brown). In addition, at the end of 2017, Lyza was the one to represent JAFF in a collaboration program with Busan Film Commission and AFIS by holding an ASEAN and South Korea workshop called Film Leader Incubator.

Up until now, Lyza has been active in all the mentioned programs and education, but her interest in developing the ecosystem of film industry has made her to be the business developer of a house production which led by Ismail Basbeth and Cornelio Sunny, Matta Sinema Dunia.

________________________________

Lyza Anggraheni memulai kiprahnya di dunia perfilman sejak 2011, terlibat di beberapa produksi film pendek dan film panjang sebagai unit manajer. Pada tahun 2013, ia bergabung dengan Jogja-NETPAC Film Festival (JAFF) sebagai Festival Manajer yang kemudian membawanya menjadi salah satu supervisor film-film dari program Swakelola Dinas Kebudayaan DIY hingga tahun 2018. Dan pada tahun 2017, Lyza beserta beberapa punggawa JAFF Yogyakarta  mendirikan Yayasan Sinema Yogyakarta (YKY).

Bersama rekan-rekannya, Lyza memprakarsai beberapa program di JAFF, seperti JAFF Movie Night sebuah pemutaran reguler di kota Yogya; Jogja Movie Camp sebuah program lokakarya untuk pelajar di alam bebas; kemudian bersama Ifa Isfansyah dan Ajish Dibyo, mereka mengadakan JAFF Education, sebuah lokakarya yang ditujukan untuk meregenerasi SDM di perfilman Indonesia, yang pada tahun pertamanya telah berkolaborasi dengan Andi Pulung (Super8MM), Satrio Budiono (Fourmix), Ernest Prakasa (Sutradara dan Penulis), Reza Rahadian (Aktor), Focused Education (Robin Moran, Pinkan Veronica, Isazaly, Ian Wee, Unay, ARRI Camera-Dave Brown). Tidak ketinggalan pula pada akhir tahun 2017, Lyza mewakili JAFF berkolaborasi dengan program dari Busan Film Commission dan AFIS berupa lokakarya ASEAN dan Korea selatan, Film Leader Incubator.

Hingga saat ini, Lyza masih aktif di semua program apresiasi dan edukasi tersebut, tetapi ketertarikannya membangun ekosistem dunia perfilman membuatnya melibatkan diri sebagai business developer rumah produksi yang di gawangi Ismail Basbeth dan Cornelio Sunny, Matta Sinema Dunia.

BUDIMAN SETIAWAN

(Sinema Kolekan)

 

Budiman Setiawan, born 1992 in Bogor, is a video maker who plays with many cross disciplinary structures within each video works that have been created, such as music videos, films and street arts. He has been holding many projects in the field of music (Rabun Senja, Tsamcore, Pubriot). Budiman is also one of the founders of the Gank Kantin, a gallery dedicated to the students which conjure a cafeteria into gallery. Since 2015 he has joined the Garduhouse, a street art platform in Indonesia, as a team gallery and library. He is also a part of Komplotan Jakarta 32C and engages with Collectiv, Sinema Kolekan dan Rumah hujan as a curator.

________________________________

Budiman Setiawan, lahir pada tahun 1992 di Bogor, merupakan seorang pembuat video yang bermain dengan berbagai lintas disiplin dalam setiap karya yang telah ia ciptakan, seperti video musik, film, and street arts. Ia telah menjalankan banyak proyek dalam dunia permusikan (Rabun Senja, Tsamcore, Pubriot). Budiman juga merupakan salah satu pendiri Gank Kantin, sebuah galeri yang didedikasikan untuk para pelajar yang menjadikan kantin sebagai galeri. Sejak tahun 2015, ia telah bergabung dalam Garduhouse, sebuah sarana street art di Indonesia, sebagai bagian dari tim galeri dan perpustakaan. Ia juga merupakan bagian dari Komplotan Jakarta 32C dan tergabung dengan Collectiv, Sinema Kolekan dan Rumah Hujan sebagai kurator.

RACHMA SAFITRI YOGASARI

(Kampung Halaman)

Rachma Safitri Yogasari adalah executive director Yayasan Kampung Halaman, executive producer dari film Kembang 6 Rupa (2016) dan Ahu Parmalim (2017), serta executive producer dan fasilitator pada acara Workshop Video Diary & Foto Story Remaja dan Pekerja Rumah Tangga, Kampung Halaman, dan ILO, 2015. Ia juga merupakan penulis dan fotografer (a.l. Berbagi Ruang Berbagi Peluang Aksesibilitas Warga Berkebutuhan Khusus dan Waria Setara Warga, National Geographic Indonesia, 2013 & 2017).

________________________________

Rachma Safitri Yogasari is the executive director of Yayasan Kampung Halaman, executive producer of Kembang 6 Rupa (2016) and Ahu Parmalim (2017), executive producer and facilitator of Workshop Video Diary & Foto Story Remaja dan Pekerja Rumah Tangga, Kampung Halaman, and ILO in 2015. She is the writer and photographer (Berbagi Ruang Berbagi Peluang Aksesibilitas Warga Berkebutuhan Khusus dan Waria Setara Warga, National Geographic Indonesia, 2013 & 2017) as well.