Pembahasan Pemetaan Komunitas Film di Indonesia

Discussion on Mapping Film Communities in Indonesia

logo-cprc

Tentang CPRC

Didirikan pada tahun 2010, Cinema Poetica menaruh minat besar terhadap dunia perfilman di Indonesia. Ketertarikan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk kegiatan jurnalistik dan mengkritik film. Cinema Poetica digerakkan oleh anak-anak muda yang turut berkegiatan sebagai kurator dan pengelola program festival film serta mitra komunitas film lainnya. Di tahun 2015, Cinema Poetica mendirikan lembaga kajian dan strategi media audiovisual yang tidak terbatas pada film layar lebar dan bioskop, namun juga mencakup teknologi, audiens dan pasar audiovisual di Indonesia. Cinema Poetica Research Center (CPRC) memprioritaskan diri dalam menghasilkan riset yang berkualitas, strategis dan independen untuk pelaku di industri media audiovisual secara khusus dan untuk publik umum.

About CPRC

Established in 2010, Cinema Poetica concerns in the world of film in Indonesia. The interest is then realized in the form of journalistic activities and criticizing the film. Cinema Poetica is actuated by young people who participated as curator and program manager of film festivals and other film communities. In 2015, Cinema Poetica established research institutes and audiovisual media strategy that is not limited to movies and theaters, but also includes technology, audience and audiovisual market in Indonesia. Cinema Poetica Research Center (CPRC) prioritize itself in producing qualified, strategic and independent research for the doers in the audiovisual media industry and for public.

Speakers:

Levriana Yustriani

Levriana Yusrtiana sedang menempuh program master bidang Komunikasi Media Global di Universitas Melbourene, Australia. Setelah menamatkan S1 di Universitas Indonesia pada tahun 2012, Levriana bergabung sebagai peneliti di pusat kajian komunikasi UI dan sebagai jurnalis di Majalah Indonesia 2014 – sebuah inisiatif  publikasi terkait pendidikan politik semasa pemilu 2014. Berbagai penelitian yang dilakukan Levriana berkaitan erat dengan isu media, teknologi, anak muda, dan partisipasi politik.

Di tahun 2014, Levriana bergabung dengan Saiful Mujani Research and Consulting sebagai peneliti di bidang media. Beberapa projek penelitian yang dilakukan antara lain: Monitoring and Evaluation  konten stasiun televisi di indonesia, Sistem Siaran Jaringan dan industri perfilman nasional.

_______________________________

Levriana Yusrtiana is taking master program in Global Media Communications Melbourene University, Australia. After completing her undergraduate at University of Indonesia in 2012, Levriana joined as a researcher at the center of communication studies UI and as a journalist in Indonesia Magazine 2014 – an initiated publication related to political education during the election in 2014. Various studies conducted by Levriana are closely related to the issue of media, technology, youth and political participation.

In 2014, Levriana joined Saiful Mujani Research and Consulting as a researcher in media section. Several research projects were carried out include: Monitoring and Evaluation the content of television station in Indonesia, Broadcast Systems Network and the national film industry.

Deden Ramadani

Deden Ramadani adalah peneliti sosial dengan latar belakang pendidikan sosiologi di Universitas Indonesia. Deden senang terlibat pengerjaan penelitian dengan isu dan topik yang beragam. Selama masa studinya, Deden pernah terlibat dalam penelitian tentang aktivitas rumah tangga dan ketenagakerjaan di Papua Barat bersama dengan LabSosio Universitas Indonesia. Deden juga dipercaya menjadi Koordinator Riset untuk ECPAT Indonesia.

Deden mengenal dunia film sejak SMA sebagai pembuat film pendek. Deden aktif sebagai pengurus filmindonesia.or.id., situs web yang menyajikan tentang perfilman indonesia. Salah satu tulisan Deden yang berjudul Catatan Tengah Tahun Film Indonesia 2014 pernah mendapatkan penghargaan dari Festival Film Indonesia tahun 2014.

_______________________________

Deden Ramadani is a social researcher with an educational background in sociology at the University of Indonesia (UI). Deden is keen to be involved in the research progress of diverse issues and topics. During his study at UI, Deden involves in a research on household activities and employment in West Papua together with LabSosio University of Indonesia. Deden is trusted to be a Research Coordinator for ECPAT Indonesia.

Deden gets into the world of film since high school as a short filmmaker. Deden is an active board in filmindonesia.or.id., a website that presents the Indonesian film industry. An article by Deden entitled Catatan Tengah Tahun Film Indonesia 2014 receives an award from the Indonesian Film Festival in 2014.