Forum Komunitas mengadakan LA Indie Move Meet Up with The Expert “Short Movie in Digital Platform” diadakan pada Minggu siang (02/12) bertempat di Pendopo Ajiyasa, Jogja National Museum. Sesi ini menghadirkan beberapa pembicara seperti Angga Dwimas Sasongko sebagai founder dari Visinema Group, Jason Iskandar yang merupakan CEO dan Creative Director dari Studio Antelope, dan Arya Ardhita selaku Chief Marketing Officer dari Beritabaik.id.

Sesi ini membahas tentang perubahan teknologi dunia digital, yakni bagaimana mengemas suatu film pendek agar bisa masuk ke dalam digital platform secara baik. Ketiga pembicara menyoroti digital platform dari perspektif masing-masing. Angga dengan ranah mencari peluang Visinema Group dari disrupsi pada film, Jason dengan digital marketing Studio Antelope dari sekedar komunitas, dan Arya tentang menyikapi digitalisasi media yang semakin cepat.

Angga beranggapan bahwa “Disruption” sebagai tema JAFF yang ke-13 harus menjadi momentum dimana industri berubah drastis dalam mencari ruang-ruang baru di dalam perkembangan digital ini.

“Waktu tahun 2014 saya langsung berpikir, market sudah mulai terdistraksi dan sudah tidak bisa positioning lagi, tapi harus membuat konten sendiri, mulai membuat project sendiri, film sendiri. Itu yang Visinema lakukan, yaitu mengubah mindset,” jelas Angga.

Awalnya, Angga membangun Visinema untuk memproduksi iklan dan berbagai jasa sejenis. Kemudian, peluang berkembagng menjadi lebih besar, yaknimemproduksi film dari cerita yang dikembangkan secara mandiri. Ketika disrupsi digital berkembang pesat,  platform digital menjadi menarik untuk diperhatikan.  Dulu, banyak orang beranggapan bahwa platform utama hanyalah bioskop dan televisi. Kini, dunia digital sudah mulai mendominasi.

Jason berpendapat bahwa pembuatan film perlu menggabungkan antara audiens dan konten pendukung yang ingin dibuat. Belajar soal digital maketing sangat bermanfaat dalam mengembangkan komunitas film.

“Berkarya jangan hanya empat tahun saja di komunitas, lalu pada mencar kemana-mana. Harus berpikir lebih dari itu. Bagaimana kita tetap lanjut untuk berkarya?” tutur Jason.

Selain Angga dan Jason, Arya memiliki perspektifnya sendiri. Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang di dunia media, Arya beranggapan bahwa saat ini era digital dimana  permainan jari dalam memilih konten sangat menentukan konsumsi hiburan.

“Konten yang baik, bila tidak tersampaikan dengan baik, ya percuma. Siapa juga yang mau lihat. Jadi kita harus sudah tahu segementasinya mau kemana. Sekarang lawannya bukan hanya creator lain, tapi bisa jadi platformnya,” jelas Arya.

 

Dwi Atika Nurjanah