Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)  ke-13 membuka hari pertama festivalnya (28/11) di Cinemaxx Yogyakarta dengan program non kompetisi untuk film pendek, Asian Perspective’s Shorts.

Ada lima film pendek yang menjadi tontonan di jam pertama tersebut. Yang pertama adalah “White Carnations” karya sutradara Singapura bernama Tang Wan Xin. Film ini menceritakan kehidupan seorang janda yang memperjuangkan pendidikan anaknya yang berkebutuhan khusus. Film berdurasi 10 menit ini mengaduk emosi penonton melalui sudut pandang janda sekaligus ibu dari anak yang berkebutuhan khusus tersebut. 

Film kedua yang berjudul “Departures” mengangkat fenomena di Indonesia tentang keterbatasan pekerjaan bagi warga yang tidak memiliki jenjang pendidikan yang tinggi. Sutradara Nabil Harindyaswara menggabungkan komentar sosial denagn sedikit bumbu romantisme pada beberapa adegan dalam film yang berdurasi 12 menit ini.

Rangkaian film pendek di program pertama tersebut diakhiri oleh “Nimble Fingers” karya Parsifal Refarato. Film dokumenter berdurasi 51 menit ini menyorot soal nasib seorang buruh bernama Bay yang bekerja di sebuah pabrik di Vietnam yang mengalami tekanan dari tempatnya bekerja.

Reza Fahri selaku Program Director untuk Asian Perspective’s Shorts menjelaskan bahwa semua film yang tergabung dalam program ini memiliki kedekatan emosional dengan apa yang terjadi di Indonesia.  Film-film ini dipilih karena banyak Isu sosial,  kultur budaya,  ekonomi di seputar Asia Pasifik memiliki banyak kesamaan. 

“Melalui program Asian Perspectives, kita bisa melihat Indonesia dalam lingkup Asia, khususnya Asia Pasifik. Agar penonton bisa menyaksikan hal-hal di luar yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia, ” tuturnya.