Setelah rilis di layar bioskop Indonesia pada 15 Maret 2018 lalu, “Love For Sale” kembali dihadirkan di bioskop oleh Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-13 di Cinemaxx pada Rabu malam (28/11). Film yang menghadirkan Gading Marten sebagai pemeran utama ini berhasil masuk menjadi nominasi dalam program kompetisi JAFF Indonesian Screen Awards. Meskipun sudah diturunkan dari layar lebar beberapa bulan lalu, “Love For Sale” masih dinikmati oleh pecinta sinema yang hadir di JAFF. Ini terlihat dari padatnya studio tempat penayanagn film tersebut.

Film drama garapan Andibachtiar Yusuf dibawah rumah produksi Visinema tersebut menghadirkan persoalan cinta yang diartikan tidak melulu soal hubungan antar lawan jenis,  namun juga dapat ditangkap  dalam berbagai sisi. Seorang pria yang tampil apa adanya, termasuk perut yang buncit, ditunjukkan dalam wujud Richard yang diperankan oleh Gading. 

Sebagai pria berusia dewasa yang hidup di Indonesia, banyak orang menilai Richard seharusnya sudah memiliki pendamping hidup. Namun, ia tetap hidup melajang. Ketika Richard iseng mencoba sebuah aplikasi untuk berkencan, ia pun bertemu dengan seorang perempuan penyedia jasa sewa pasangan bernama Arini (Della Dartyan) yang kemudian hadir di dalam kehidupan Richard.

Perlahan, Richard pun mulai terbiasa dengan kehadiran Arini di dalam rutinitas kesehariannya. Hubungan yang awalnya hanya pura-pura itu kemudian menimbulkan perasaan yang lebih dalam. Akan tetapi, bisakah hubungan yang didasari transaksi finansial tersebut bertahan?

Berdurasi sekitar 104 menit,  “Love For Sale” berhasil memecah tawa penonton. Kapasitas Gading Marten sebagai aktor kali ini,  berhasil mengaduk emosi penonton. 

Andibachtiar yang menghadiri sesi tanya jawab seusai pemutaran menuturkan bahwa proses kreatifnya bersama Gading Marten cukup menyenangkan. Ia mengaku pernah merasa pesimis karena melihat karakter Gading yang cenderung cengengesan. 

“Tapi saat proses shooting, Gading berlaku profesional, bahkan saat reading dia selalu menyempatkan waktunya padahal dia tergolong aktor yang sibuk, ” jelasAndi. 

Andi mengaku senang melihat antusiasme penonton yang memenuhi studio.

“Iya saya tentunya senang karena masih ada yang banyak yang menonton film ini, apalagi film ini sudah ada di situs film bajakan di internet. Dan cukup bangga ketika ‘Love For Sale’ disandingkan dengan film-film Indonesia yang disutradai dengan orang-orang hebat,” katanya.

Aktor Rukman Rosadi yang berperan sebagai Pak Syamsul dalam film “Love For Sale ikut menghadiri penayangan film tersebut di JAFF. Ketika ditemui setelah pemutaran,  Rukman juga mengapresiasi penampilan Gading sebagai Richard.

“Film ini memang harus ditonton lagi,  karena kita bisa melihat kegigihan Gading yang cengengesan bisa berperan serius sebagai Richard.  Dan itu menjadi bukti,  bahwa keseriusan mengalahkan popularitas, ” sahutnya.

 

Justika Imaniar Hijri