Trauma masa lalu seringkali menghantui kehidupan seseorang, bahkan setelah bertahun-tahun setelah kejadian itu terjadi. Trauma tidak dapat hilang apabila penderitanya terus menerus melarikan diri dari traumanya, hanya dukungan dari orang terdekat dan kemauan dari penderitanya untuk mengalahkan trauma itu sendiri yang dapat membebaskan penderitanya dari siksaan trauma. Hal tersebut lah yang ingin diangkat oleh sutradara Ravi L. Bharwani dan penulis naskah Rayya Makarim dalam film 27 Steps of May.

Film 27 Steps of May bercerita mengenai trauma yang dialami May (Raihaanun) dan penyesalan Ayah (Lukman Sardi). May yang mengalami pemerkosaan sewaktu kecil menutup diri dari lingkungan dan interaksi dengan manusia lain, saat rutinitas May terganggu atau saat kenangan masa lalunya muncul, May menenangkan diri dengan cara melukai dirinya sendiri. Di sisi lain Ayah terus menerus menyalahkan diri karena tidak dapat melindungi May, merasa frustasi dan marah dengan dirinya sendiri, Ayah melampiaskan kemarahannya di atas ring tinju.

May mengurung diri di dalam kamar, menyibukkan dirinya dengan rutinitas membuat boneka; hingga pada suatu ketika terjadi kebakaran di belakang rumah. Ayah memaksa May keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri, namun May menolak dan memilih untuk tetap tinggal di dalam kamarnya. Kebakaran tersebut menyisakan sebuah lubang di tembok kamar May, dan melalui lubang tersebut, May bertemu dengan sosok Pesulap (Ario Bayu) di balik tembok. Interaksi May dengan Pesulap perlahan mengubah pribadi May, dan secara tidak langsung berimbas pada sosok Ayah.

Dapatkah May menghadapi trauma dalam dirinya? Dan dapatkah Ayah mengatasi amarahnya di atas ring? Temukan jawabannya di film 27 Steps of May hanya di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2018.

 

Dira Patria