Film Kampung Tapir menceritakan pergolakan batin dan keterasingan yang dialami Anne, seorang istri yang meninggalkan anaknya di Kampung Tapir, Malaysia. Anne dan suaminya, Ben, harus meninggalkan anak mereka selama berminggu-minggu untuk bekerja di Singapura. Anne yang telah mendapat izin menetap permanen di Singapura berkeinginan untuk membawa anaknya pindah demi kehidupan yang lebih baik. Di sisi lain, keluarga suaminya meminta mereka untuk menetap di Kampung Tapir. Anne yang berada di antara dua kepentingan yang berbeda merasa terasing, terombang-ambing di antara dua negara Malaysia dan Singapura, merasa tidak memiliki tempat di mana ia seharusnya berada.

Kampung Tapir adalah sebuah perkampungan, di mana dahulu kampung tersebut merupakan habitat asli dari tapir malaysia. Seiring perkembangan zaman, populasi tapir malaysia semakin langka dan terancam punah. Dalam salah satu adegan dalam film Kampung Tapir, diceritakan seekor tapir malaysia mati tertabrak bus yang ditumpangi Anne dan Ben dalam perjalanannya menuju Singapura. Di adegan lain, diberitakan seekor tapir malaysia terlihat menyeberangi perairan untuk menuju Singapura karena kehilangan habitat. Sutradara See Wee Aw dengan cantik mengumpamakan warga Malaysia sebagai tapir yang harus pindah ke Singapura untuk melanjutkan hidup, bila tidak ingin mati tertabrak pergerakan jaman.