Berangkat dari kepedulian terhadap tayangan untuk anak masa kini, akhirnya Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-12 yang bertema Fluidity menggelar program Screening Layar Komunitas 1 pada Minggu (3/12) di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Acara yang berlangsung dengan singkat, padat, namun berbobot ini diawali dengan pemutaran empat film anak, seluruhnya digarap oleh sutradara asal tanah air. Keempatnya adalah film Mars (Muhammad Marhawi), Oh-bey (Gloria Abigail Haryono), Ayo Main! (Bambang “Ipoenk” K. M.), dan Incang-Inceng (Kelik Sri Nugroho).

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi tentang proses pembuatan film, strategi ketiga sutradara yang hadir (Marhawi, Ipoenk, Kelik) dalam mengatasi mood anak-anak selama shooting berlangsung, hingga alasan mereka membuat film tersebut. Salah satunya Kelik, menceritakan dengan santai alasannya membuat film Incang-Inceng yang sarat akan nilai-nilai persahabatan, multikultural, serta toleransi. “Motivasi saya membuat film pertama adalah ya supaya Indonesia ini tidak sepaneng, gitu aja, haha,” ujarnya seraya berkelakar, Minggu (3/12). Penonton pun datang dari berbagai daerah, salah satunya adalah Haza Sabira dari Sumbawa, “Jadi aku excited banget untuk acara ini karena memang baru pertama kali untuk ke festival film. Aku juga dari komunitas Cine Club Sumbawa, besok aku juga disuruh presentasi tentang komunitas aku di sana. Pematerinya bagus-bagus dan aku sangat enjoy. Film [yang] paling [aku] suka Incang-Inceng,” tuturnya bersemangat saat diwawancarai setelah sesi diskusi berakhir, Minggu (3/12).

Ketiga sutradara yang hadir merasa bahwa JAFF harus terus mengadakan program serupa di tahun-tahun selanjutnya. Selain karena mereka merasa terapresiasi akan karya-karya film anak yang mereka garap, para filmmaker juga menganggap program ini sangat tepat diadakan di era saat ini. Apalagi, jika ada sebuah program khusus untuk anak dan penontonnya pun anak-anak. “Apalagi JAFF tahun ini ada sesi untuk anak, memang tepat sekali film saya karena memang untuk anak. Ke depan, tetap harus ada, ada slot khususlah biar anak bisa nonton,” papar Kelik, Minggu (3/12).

Ketiga sutradara ini pun sepakat untuk menayangkan film mereka di JAFF karena percaya pada festival tahunan ini. “Saya sangat percaya dengan integrasi JAFF untuk konsen kembali memutarkan film untuk anak-anak, dan sesi khususnya juga ada. Dan itu satu rangkaian acara anak-anak, jadi saya memercayakan film ini karena saya rasa ini di tangan yang tepat,” ungkap pria yang kerap disapa Ipoenk, Minggu. Tak hanya kepercayaan, ucapan terima kasih pun datang dari penggarap film anak bergenre pop futuristik bertajuk Mars, Marhawi. “Saya berterima kasih pada programmer-nya, karena film saya dipertontonkan dengan film-film anak yang lain dan juga dihadiri oleh anak-anak yang tentunya didampingi orang tuanya,” pungkasnya.

Angela Shinta Dara Puspita