Juri Program Light of Asia, Reza Rahadian, menyatakan senang dengan acara pembukaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-12 yang diselenggarakan pada Jumat (1/12). Antusiasme warga dan pecinta Sinema Asia di tanah air yang datang berduyun-duyun untuk menghadiri acara di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menarik perhatian pria yang akrab dipanggil Reza itu. “Buat saya, JAFF adalah salah satu festival penting yang ada di Indonesia. Tidak hanya untuk nasional, tapi juga untuk Asia-Pasifik, khususnya,” buka Reza.

Dia juga merasa senang terlibat dalam penyelenggaraan JAFF yang menurutnya selalu aktif untuk mengembangkan industri perfilman. Menurut Reza, JAFF telah memberi ruang berkreasi untuk para filmmaker. “(JAFF merupakan, pen.) festival yang penuh dengan kesederhanaan, tapi punya makna yang begitu besar,” tutur pria kelahiran Jakarta, 5 Maret 1987.

Secara pribadi, Reza mengaku sudah tidak sabar untuk meluangkan waktu menonton film-film yang disuguhkan pada penyelenggaraan JAFF kali ini. Selain untuk keperluan penjurian, film-film yang akan diputar dalam pelaksanaan JAFF ke-12 juga merupakan karya yang belum pernah ditonton oleh Reza. Dalam wawancara dengan tim publikasi JAFF, Reza memang tidak memberikan penekanan khusus pada satu film, tetapi ia menantikan pemutaran film The Seen and Unseen karya Kamila Andini.

Keterlibatan Reza sebagai Juri di Program Light of Asia memberikan angin segar bagi Sinema Asia. Pasalnya, Reza sendiri merupakan sosok yang dipandang sebagai salah seorang tokoh ternama di dunia perfilman tanah air. “Sebuah kehormatan bagi saya bisa menjadi juri di sebuah festival yang sangat prestigious,” kata Reza mengakhiri sesi wawancara.

Achmad FH Fajar