Riuh tepuk tangan penonton dan ungkapan selamat dari para sutradara kawakan Indonesia seperti Joko Anwar, Ismail Basbeth, dan Hanung Bramantyo mewarnai akhir sesi pemutaran film Munggah Kaji di CGV Cinemas J-walk Mall, Sabtu (2/12). Turut bergelut dalam ketatnya seleksi film untuk program JAFF Indonesian Screen Awards (ISA) dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-12 ini, Rivandy Adi Kuswara berhasil meyakinkan kurator melalui film ketiganya. Memuaskan, film yang sangat indah dan digarap dengan pembawaan yang tenang ini sukses menghangatkan suasana saat pemutaran perdananya di rangkaian JAFF ke-12 “Fluidity” kemarin.

Film yang bercerita tentang problematika kedua manula bersuku Jawa tentang munggah kaji (naik haji, Jw.), memunculkan kesan yang sangat dekat dan hangat di benak penonton. Salah satunya karena masalah ini sebenarnya sudah sangat umum terjadi di Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Ismail Basbeth. “Saya itu Mas, nonton film itu sudah sering, tapi kok iya ya, orang tua yang ingin naik haji dan ingin mati di sana itu kan kita dengar ceritanya banyak dan sering sekali, dan saya juga seorang filmmaker, tapi kok iya ya, kok nggak ada ya yang membuat seperti ini,” ungkap Ismail Basbeth untuk kesannya terhadap film Munggah Kaji.

Tak hanya Basbeth, Joko Anwar pun turut memberikan apresiasinya terhadap sutradara muda ini karena penggarapan filmnya yang mengusung perspektif baru serta tidak mainstream. Film yang diputar tepat sebelum pemutaran film The Gift garapan Hanung Bramantyo ini, diakui Rivandy, membutuhkan kepekaan cukup dalam ketika dirinya melihat problematika para manula yang menginginkan naik haji. Hal ini juga menjadi salah satu alasan kuat mengapa akhirnya ia memilih bahan ini untuk dieksekusi, bahkan dengan totalitas yaitu menampilkan Wening (80) sebagai pemeran utamanya. “Kenapa akhirnya mengeksekusi ini karena aku melihat bahwa haji ini sebenarnya permasalahan yang dialami oleh orang-orang yang umurnya sudah tua. Mereka selalu punya pertimbangan tentang waktu, lalu juga peraturan dari Indonesia bahwa kalau mau berangkat haji harus booking dari jauh-jauh hari, istilahnya ya juga kalau dikasih umur. Jadi saya memantapkan hati, kayaknya memang cocoknya orang tua ini yang memerankan karena mereka yang punya masalah, bergelut dengan waktu,” pungkasnya, Sabtu (2/12).

 

Angela Shinta Dara Puspita